The Things You Can See Only When You Slow Down
Oleh:
Haemin Sunim
|
1. Istirahat (Rest) “Pernahkah
kamu merasa dunia bergerak begitu cepat hingga kamu kewalahan? Ketahuilah,
dunia ini sebenarnya tidak sibuk; pikiranmu lah yang sedang riuh. Ketika kamu
memilih untuk berhenti sejenak dan bernapas lega, kamu akan menyadari bahwa
dunia ikut melambat bersamamu—karena sejatinya, duniaku adalah refleksi dari
apa yang ada di dalam batinku.” |
|
2. Kesadaran Penuh
(Mindfulness) “Saat
rasa cemas atau amarah datang mengetuk pintu hatimu, jangan terburu-buru
mengusirnya atau berpura-pura ia tidak ada. Cukup duduk dengannya, tatap
emosi itu seperti seorang ibu yang memandang anaknya yang sedang menangis,
dan katakan dengan lembut: "Aku melihatmu, dan tidak apa-apa kamu merasa
begitu."” |
|
3. Gairah Hidup (Passion) “Niat
baik yang dipaksakan tanpa jeda sering kali berubah menjadi racun yang
melelahkan jiwa. Kerjakanlah impianmu dengan tekun, namun jangan lupa untuk
membiarkan hatimu beristirahat; karena api yang membakar terlalu besar hanya
akan menghanguskan kayu bakarnya sendiri dalam sekejap.” |
|
4. Hubungan Antarmanusia
(Relationships) “Jagalah
jarak dalam setiap hubunganmu, seperti saat kamu duduk memanaskan diri di
depan perapian di musim dingin. Jika kamu melangkah terlalu dekat, kamu akan
terbakar oleh ekspektasimu sendiri; namun jika kamu berdiri terlalu jauh,
kamu tidak akan pernah merasakan kehangatan cinta yang sesungguhnya.” |
|
5. Cinta (Love) “Mencintai
bukan berarti mengubah seseorang agar menjadi versi yang kamu inginkan di
dalam kepala. Cinta sejati adalah keberanian untuk membukakan pintu,
membiarkan orang lain masuk dengan segala ketidaksempurnaannya, sembari
merangkul dirimu sendiri dengan kehangatan yang sama.” |
|
6. Penyembuhan (Healing) “Jangan
terburu-buru menyembuhkan luka batinmu seolah-olah itu adalah sebuah
kesalahan yang harus segera diperbaiki. Biarkan air matamu mengalir dan
berikan dirimu waktu; karena di dalam ruang sunyi tempat kamu menerima rasa
sakit itulah, benih kebijaksanaan baru sedang tumbuh secara perlahan.” |
|
7. Masa Depan (Future) “Kamu
tidak perlu tahu ke mana seluruh jalan di hadapanmu akan bermuara untuk bisa
melangkah hari ini. Cukup nyalakan lentera kecil di tanganmu, lakukan satu
hal baik yang ada di depan mata, dan biarkan masa depan merangkai dirinya
sendiri dari kebaikan-kebaikan kecil yang kamu tabur sekarang.” |
|
8. Spiritualitas (Spirituality) “Pujian
dari orang lain bagaikan angin segar yang lewat, dan kritikan hanyalah debu
yang menempel sebentar di bajumu. Jangan biarkan egomu melayang karena yang
pertama, atau jatuh terpuruk karena yang kedua; kedamaian sejati ada di dalam
hatimu yang tetap tenang di tengah segala riak dunia.” |
Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!
Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.

0 comments:
Post a Comment