Friday, February 21, 2025

Sinopsis "The Poppy War (Perang Opium) - R.K. Fuang" Bahasa Indonesia

The Poppy War (Perang Opium)
by: R.K. Fuang

Rin (Fang Runin) harus mengikuti proktor ketat sebagai peserta ujian calon siswa universitas. Dua tahun yang lalu, Rin yang baru berusia empat belas tahun, mendapati orangtua asuhnya (pedagang opium) menyerahkannya pada Makcomblang Liew, mengarahkan Rin pergi menemui Tutor Feyrik. Rin berusaha mendapatkan pertolongan Tutor Feyrik agar bisa mengikuti Keju dengan menunjukkan kemampuannya, diakhiri dengan beberapa bungkus opium. Setuju dengan tawaran Rin, Tutor Feyrik pergi menemui Bibi Fang, yang awalnya dengan tegas memberikan penolakan. Rin pun menetapkan jadwal ketat; menyelesaikan sedikitnya dua buka setiap minggu dan melakukan rotasi dua mata pelajaran setiap harinya (sejarah, matematika, logika, dan literatur klasik). Sesudah mengikuti tes, Rin merasa putus asa, sehingga ia pun berdoa, untuk pertama kalinya. Pengumuman hasil pun tiba, dan Rin mendapati Tutor Feyrik menangis.

Tahun ini, kaum bangsawan Tikany merasa malu, dan seminggu kemudian ia dibebaskan dari semua tuduhan. Bersama dengan Tutor Feyrik, Rin berangkat dengan biaya transpor dari kantor hakim. Karavan mereka menghabiskan waktu tiga minggu di jalan, dimana Tutor Feyrik menceritakan kisah-kisah petualangannya di Sinegard. Rombongan mereka akhirnya tiba di ibukota, disambut oleh para penawar jasa, dimana Rin kemudian mendapati seorang anak tertabrak kereta. Terlepas dari keadaan kotanya, Akademi Sinegard bagaikan istana, dimana Tobi menyambut mereka berkeliling. Setelah surat-surat pendaftaran selesai, Rin mengantar kepergian Tutor Feyrik dengan menahan tangis. Sekembalinya ke Akademi, Rin mendapati salah seorang siswa mengejek gurunya, dan ia pun meninjunya.

Bersama dengan siswa-siswa tahun pertama lainnya, Rin mendengarkan sambutan Jima Lain, grandmaster sekaligus komandan Pasukan Cadangan Sinegard. Mengikuti arahan Raban, Rin mendapati dirinya satu kamar dengan Niang dan Venka. Di kelas Master Jun, Venka menunjukkan kemampuannya sementara Niang kelihatan bingung. Dalam pelajaran sejarah, Master Yim mengungkapkan betapa menyedihkannya kami dalam Perang Opium. Di kantin, Rin berkenalan dengan Kitay, dimana mereka kemudian mengikuti kelas Adat dan Pengetahuan, mengarahkan mereka pada sebuah taman tertutup.

Pelajaran-pelajaran hanya semakin bertambah tingkat kesulitannya seiring berjalannya minggu, dan Rin mulai terbiasa menjalankan rutinitas belajar terus menerus. Musim gugur tiba dan Master Jun mengajarkan teknik menggunakan tongkat di luar ruangan, dimana mereka bertemu dengan Master Jiang dan mendengarkan kisah Sunzi mengajari para selir. Di Kelas Pertempuran,  Rin dkk belajar dibawah arahan murid Jun; Kureel dan Jeeha, dimana setelahnya Rin terlibat perselisihan dengan Nezha yang memamerkan seni keluarganya. Mempermalukan Nezha membuat Rin diasingkan oleh teman-temannya kecuali Kitay. Memenuhi panggilan Raban, Rin dkk pergi menyaksikan pertarungan Altan Trengsin (seorang Speer) dengan para penantangnya; Bo Kobin, Kureel, dan Tobi. Hari berikutnya, semua yang dibicarakan siswa tahun pertama hanya Altan, dan Master Yim pun menceritakan tentang kaum Speer. Di kelas Master Jun, Rin harus berhadapan dengan Nezha menggunakan tongkat dan tak bisa berbuat banyak. Mendapati hal itu, Jun menskors Nezha selama satu minggu, dan memerintahkan Rin untuk tidak lagi mengikuti kelasnya.

Rin keluar dari kelas dengan terhuyung, disertai perasaan sedih, diikuti dengan kemarahan. Mala harinya, ia terbangun dengan celana berlumuran darah. Keesokan harinya, Rin hanya berbaring kesakitan, sehingga ia memutuskan untuk meminum ramuan penghancur rahim. Setelah empat hari, Rin kembali ke kelas dan mendapati para master merendahkannya. Rin menenggelamkan diri dalam studinya, menikmati penderitaannya. Sebulan kemudian, Rin mulai menduduki peringkat teratas dalam ujian dan menerima pujian dari para master. Dalam pelajaran strategi, Rin memberikan solusi keras, sehingga ia dipanggil ke ruang guru. Mendapati pujian Master Irjah dan harapannya, Rin mengungkapkan perihal Master Jun, dimana ia sendiri sering ke perpustakaan untuk membaca buku seni beladiri, juga menyaksikan pertandingan.

Di taman pelajaran Adat dan Pengetahuan, Rin dapat mencoba mempraktekkan apa yang ia baca, dimana ia kemudian mendapati Master Jiang memergokinya, dan memutuskan untuk memberikan bantuan. Mengikuti Master Jiang, Rin pergi ke luar akademi dan menjalani latihan dengan menggendong babi (Sunzi) naik gunung. Jiang instruktur tarung yang efektif walau tidak konvensional, mengarahkan Rin membangun memori otot. Di hari terakhir menggendong Sunzi, Jiang melayangkan pukulan keras pada Rin, yang meretakkan pijakan mereka. Dalam kegembiraan, Jiang meminta Rin untuk mengambil jurusan Adat dan Pengetahuan. Rin berusaha meminta maaf pada Jiang, yang terus menerus menghindarinya, dan ujian semester pun tiba. Mendekati Turnamen Akbar, Rin mendapati keberadaan Altan di taman. Dalam ujian lisa, Rin menerima pertanyaan dari Jiang, dimana ia kemudian berhadapan dengan Han di Turnamen Akbar. Setelah mengalahkan Venka, Rin harus berhadapan dengan Nezha di final. Pertandingan berlangsung sengit, dan Nezha yang terluka memberikan serangan-serangan mematikan, membuat Rin ikut terluka dan memberikan serangan yang juga mematikan. Rin terbangun di hadapan Jiang, yang menyesali apa yang terjadi, mengarahkan Rin memilih jurusan Adat dan Pengetahuan.

Liburan Festival Musim Panas, Rin menerima ajakan Kitay untuk menginap di estat keluarganya. Dalam ketakjuban mendapati hidangan makanan, Kitay menceritakan kisah tentang ayahnya, sebagai tangan kanan sang Maharani. Selepas sarapan, Kitay dan Rin berjalan-jalan ke pasar di pusat kota, dimana Rin menerima hadiah dari Kitay dan menonton pertunjukan wayang pada malam harinya. Festival Musim Panas mencapai puncaknya dengan parade di pusat kota Sinegard, dimana setiap Klan hadir, juga sang Maharani.

Sebagai murid magang tahun kedua, Rin belajar dibawah arahan Master Jiang, master Adat dan Pengetahuan, dimana ia juga masih belajar pada master lainnya. Menghadapi pengajaran Jiang, Rin menutup mulut dan mengikuti saja, dimana setiap pertanyaan yang diajukan mengarahkan Rin pada perpustakaan, bahwa tak satu pun pemikirannya tentang bagaimana dunia bekerja adalah benar. Meditasilah yang terburuk. Rin memenuhi ajakan Jiang mendaki ke Gunung Wudang, dimana ia membawa bunga poppy dan membicarakan tentang kebenaran dewa. Setelah berminggu-minggu hanya menyiram tanaman, Rin mempertanyakan sikap Jiang. Setelah kelulusan Altan, Nezha menjadi bintang sekolah sebagai juara ring yang tak terkalahkan, sementara Rin tidak mendapatkan izin untuk ikut serta. Dia akhir tahun kedua, krisis diplomatik terjadi, dimana Han bersitegang dengan Nezha karenanya. Setelah berhasil bermeditasi selama satu jam, lalu lima jam, Rin memenuhi permintaan Jiang untuk bermeditasi ke puncak gunung, dimana ia bermeditasi berhari-hari hingga sosok seorang perempuan muncul, mengarahkannya ke alam para dewa. Ketika membuka mata, Rin mendapati Jiang berada di hadapannya, menanyakan apa yang terjadi.

Kapal Kaisar Ryohai berpatroli di perbatasan Nikan, dimana Tyr bersembunyi dalam bayang-bayang hingga Maharani Su Daji tiba dan menyuruh ya keluar. Di Pegunungan Wudang, Sang Pelihat mengungkapkan apa yang dilihatnya pada Altan, dan Rin merasakan bisikan Phoenix. Di hari ketujuh bulan ketujuh, Federasi Mugen menyatakan perang dengan Kekaisaran Nikan. Akademi pun diubah menjadi perkemahan militer, dimana Rin ikut serta dalam tugas mengungsikan penduduk. Prajurit Sinegard berada dibawah kepemimpinan Jima, Rin mengusulkan untuk menggunakan kekuatan para Dewa.

Pasukan Federasi mendatangi gerbang kota, dan Rin merasakan ketakutan melihatnya. Jebakan tak berarti banyak, dan pasukan Federasi pun membanjiri kota, dimana Rin pun memberikan perlawanan. Mengikuti arahan, Rin pergi ke gerbang timur dan bekerjasama dengan Nezha. Di hadapan Jenderal musuh, Rin dan Nezha diselamatkan oleh Jiang, yang kemudian memanggil Dewa. Dengan runtuhnya gerbang timur, sang jenderal bangkit dan memburu mereka, memaksa Rin menelan biji poppy setelah menyaksikan kematian Nezha. Dengan kekuatan Phoenix, Rin menghabisi sang jenderal, lalu tak sadarkan diri, terbangun di hadapan Maharani.

Ditempatkan di ruang isolasi, Rin yang akhirnya sadarkan diri, mendapati Master Jun sebagai yang berwenang, dimana ia menerima kunjungan dari Niang dan Kitay. Irjah kemudian datang dan mengungkapkan bahwa Rin akan ditempatkan di Cike, dengan Altan sebagai komandannya. Rin kemudian pergi bersama Altan menuju Khurdalain, menemui anggota lainnya yang sudah terlebih dahulu berada di sana. Dalam prosesnya, Rin mendapatkan pelatihan dari Altan, yang mempertanyakan pelatihan Jiang. Mengikuti Qara, Altan dan Rin memasuki Khurdalain, dimana Jun datang untuk mengadukan Ramsa. Rin mendapati dirinya sekamar dengan Qara, yang kemudian membawanya menemui Enki dan mendapatkan jatah biji poppy. Mereka kemudian mengambil jatah makan, dan Rin berkenalan dengan anggota Cike lainnya, dimana Suni tiba dengan keliaran, sehingga Latan pun berusaha menghentikannya.

Rin menemani Ramsa mengubah jalan-jalan Khurdalain menjadi lini pertahanan. Rin mengumpulkan pasukannya dan menjelaskan rencana untuk mengambil alih persedian Federasi yang dikirim melalui sungai. Mengikuti arahan Altan, Ramsa melancarkan roket-roketnya, diikuti dengan panah Qara, dengan Baji dan Suni menyambut pasukan Federasi yang berusaha melarikan diri. Memenuhi perintah Altan, Rin pun maju hanya untuk terjatuh, dan Altan menunjukkan kengeriannya. Dengan terbunuhnya kapten Federasi, Altan memerintahkan pasukannya untuk mundur, dimana ia pergi menemui Panglima perang yang lain sementara yang lain melakukan perayaan. Dalam prosesnya, Qara mengungkapkan kisah kejatuhan Speer dibawah kepemimpinan Tearza.

Para penduduk merayakan kemenangan dan memberikan dukungan mereka pada para panglima, diikuti dengan kedatangan delegasi Federasi dengan bendera putih. Altan diberi wewenang dan menerima kedatangan mereka, menyerahkan hadiah kepada para penduduk sementara ia berbicara dengan para delegasi, dimana ledakan terjadi tak lama kemudian.

Ledakan di pusat kota, diikuti dengan kebakaran selama tiga hari di Zhabei. Kerusuhan pun sering terjadi, dan Altan bermaksud untuk melakukan pembalasan yang mustahil. Hari-hari pun berlalu, dan pasukan pendukung pun tiba; Divisi Tujuh (Panglima Perang Naga).

Rin dan Nezha terlibat perbincangan hingga Enki tiba, mengarahkan Rin pergi menemui Altan yang mengungkapkan kemarahannya. Saat tengah berjaga, kericuhan terjadi dari dalam tembok, yang ternyata disebabkan oleh Chimei, dan Rin pergi untuk menghadapinya bersama Nezha. Setelah melewati tumpukan mayat, Rin dan Nezha mendapati seorang gadis kecil di bawah kereta (Khudali), yang ternyata merupakan chimei. Mendapati Nezha tak berdaya di hadapan chimei, Rin berusaha menyerang wajah chimei, yang kemudian menampakkan wajah kesegi.

Rin memberitahukan pesan Divisi 5 pada Altan, dimana mereka kemudian mendapati suara jeritan Qara, mengarahkan Altan pergi menyelamatkan seseorang (Chaghan) dari kejaran Federasi. Saat makan bersama, Rin menanyakan perihal Chaghan pada Baji dan Unegen, dimana Chaghan menampakkan diri dan memperkenalkan diri dengan angkuh.

Divisi Tujuh bekerjasama dengan Cike menghadapi pasukan Federasi di dermaga, dimana mereka berhasil memukul mundur Federasi hanya untuk mendapati serangan gas beracun, dimana Nezha terperangkap. Sementara para penduduk pergi meninggalkan kota, para petinggi mengadakan rapat, dimana Rin mempertanyakan sikap Altan, yang kemudian memberikan teguran tegas padanya.

Rin menemui Chaghan untuk meminta bantuan, mengarahkan mereka bertemu dengan si wanita, yang kemudian diusir oleh Chaghan. Rin mengikuti Chaghan menuju Ruang Divinasi dan bertemu dengan Talwu, Dewi Penjaga Hensagram. Dengan wajah cemas, Chaghan langsung menemui Altan, yang segera pergi menemui tawanan untuk mendapatkan kepastian.

Dalam perjalanan menuju Golyn Niis, Rin mengkhawatirkan perkataan Talwu, dimana ia mempertanyakan kepatuhan Chaghan pada Altan. Meskipun masih jauh dari kota, perahu kami tak bisa bergerak karena terhadang mayat-mayat. Dengan berlari, kami akhirnya tiba di Golyn Niis, yang telah menjadi kota mayat, dimana mayat-mayat tersebut menunjukkan kekejaman Federasi. Rin mendapati keberadaan divisi dua di sana, sehingga ia pun memanggil-manggil nama Kitay. Di hadapan Altan, Kitay menceritakan apa yang terjadi. Sementara Rin dan yang lainnya berusaha mencari orang-orang yang selamat, Altan pergi membakar mayat, dimana Rin kemudian mengetahui keselamatan Venka di rumah relaksasi. Di hadapan kata-kata Venka, Rin terbungkam dan memutuskan untuk bersumpah membalaskan dendamnya.

Aku mempertanyakan sikap Altan hanya untuk mendapati Ramsa memarahiku. Setelah dua minggu menyaring puing-puing, Rin masih tak mampu untuk makan, dimana ia kemudian mendapati perseteruan antara Chaghan dan Altan. Mengetahui kepergian Chaghan, Rin segera mengejar dan mendapatkan penjelasan yang menyakitkan. Sebelum berangkat, Rin memberitahu Kitay sebagai bentuk peringatan. Dengan mengendarai kuda tua, Rin dan Altan berangkat menuju Chuluu Korikh. Merasakan keberadaan Jiang, Rin segera mengambil langkah dan mendapati Jiang memberikan peringatan keras. Altan kemudian membangunkan Feylin, yang menertawakan kedatangannya dan berusaha pergi. Pasukan Federasi kemudian tiba.

Rin terbangun dalam keadaan terikat dan menyadari dirinya berada di dalam kereta, dimana Altan juga berada di sana. Setelah perlawanan singkat, Rin dan Altan terbangun di fasilitas riset, dimana Dr. Shiro menyapa mereka dengan hangat, meminta Rin untuk mengeluarkan api sementara ia menyiksa Altan. Setelah menceritakan kisah perbudakan Speer oleh Nikan, Shiro menyiksa Rin. Altan yang sadarkan diri meminta Rin untuk mengakhiri penderitaannya, dimana Shiro tiba dengan mengungkapkan tindakan Maharani. Dalam kemarahan, Rin meminta api pada Altan, yang kemudian membawanya pada kekuatan leluhur. Sekembalinya ke dunia nyata, Rin dan Altan membakar kerangkeng mereka, membunuh Shiro dan berusaha melarikan diri dari fasilitas riset. Keduanya berhasil tiba di dermaga, dimana Altan mengarahkan Rin untuk mengikuti rasi bintang phoenix sementara ia menghancurkan fasilitas riset.

Rin berenang dalam lautan, mengarahkannya menuju panteon hingga akhirnya kembali sadar dan diarahkan menuju reruntuhan kuil. Di sana, Rin kembali menerima peringatan dari hantu Mai’rinnen Tearza sebelum berhadapan dengan Dewa Phoenix.

Rin mendapati dirinya terbangun di sebuah kabin, yang ternyata berada di tengah lautan, dengan Ramsa yang menyambut kepulihannya, begitu juga dengan Kitay, yang mengungkapkan apa yang terjadi pada Mugen hanya untuk mendapati Rin hendak berhadapan dengan Maharani. Di kabin, Rin mempertanyakan perbuatannya pada Qara yang memberikan tanggapan keras. Setelah memberikan pemakaman untuk Altan, Rin terlibat perseteruan dengan Chaghan, yang mengungkapkan bahwa Rin merupakan pemimpin Cike saat ini.


Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:

- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].

- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


0 comments:

Post a Comment

 
;