Saturday, February 10, 2018 0 comments

Sinopsis "Dari mana, Dimana, Kemana?" Bahasa Indonesia


Dari mana, Dimana, Kemana?
By: Prof. M. Nasroen S.H.

Manusia dalam menjalani hidupnya sebenarnya tidak memilik kuasa terhadap segala sesuatu. Dan yang mengistimewakan seorang manusia adalah pikiran, perasaan, dan keyakinan yang dimilikinya. Dimana manusia harus memanfaatkan waktu yang dimilikinya sebaik-baiknya sebagai rasa terima kasih kepada Allah yang telah menciptakannya.

Manusia memiliki tenaga, dan ia harus menyeimbangkan tenaganya tersebut tanpa memproritaskan satu diatas yang lain. Diantara tenaga manusia itu, antara lain; pikiran, perasaan, keyakinan, kemauan, nafsu, dll.

Dasar untuk mencapai tujuan hidup manusia yang hakiki adalah dengan kesimbangan, keseimbangan dalam diri sendiri, keseimbangan dengan alam yang nyata, dan juga keseimbangan dengan alam yang ghaib.

Dengan mengenal dirinya sendiri, manusia akan menyadari bahwa dirinya hanyalah sesuatu yang tidak ada yang kemudian ada, dimana ia tidak mampu untuk mengadakan diri. Maka dapat diartikan bahwa manusia itu berasal dari rahmat Allah, dan hendaknya ia menggunakan tenaga yang telah diberikan Allah padanya dengan sebaik-baiknya.

Allah mencipatkan alam ini untuk manusia, agar mereka memanfaatkan alam ini untuk kebutuhan hidupnya di dunia ini, yang seharusnya mereka perlukan untuk mendapatkan rahmat Allah di akhirat. Dimana manusia juga harus menyeimbangkan diri dengan manusia lainnya, dengan cara saling tolong menolong dalam kebaikan (mencari ridha Allah).

Manusia haruslah meyakini adanya yang ghaib dan alam yang ghaib itu sendiri. Sebab jikalau ia tidak meyakininya, maka hidupnya akan hampa. Karna apa yang ia lakukan hanyalah untuk dunia yang ia tinggali hanya sebentar. Dan ia-pun harus yakin bahwa ia sanggup melewati ujian yang mengangkatnya ke derajat yang lebih tinggi.

Untuk mendapatkan keseimbangan dengan yang ghaib, manusia harus memiliki kesatuan dan kebulatan bahwa yang ghaib itu sungguh-sungguh ada sebagai arah penghidupannya. Dan dengan merasai, menginsyafi, dan meyakini adanya akhirat, maka tiap-tiap amalan yang dilakukannya akan menjadi amalan yang diridhai oleh Allah.

Dengan demikian jelaslah, bahwa asal adanya manuusia itu (Dari mana) datangnya dari rahmat Allah. (Dimana), manusia berada dalam rahmat Allah (dunia), dimana apa yang dibutuhkannya telah tersedia. (Kemana), manusia akan menuju ke dalam rahmat Allah (akhirat), tempat tinggal sebenarnya. Namun mereka terlebih dahulu harus melewati mati, dan alam kubur, yang keduanya juga tercipta karna rahmat Allah.

Dengan mendapatkan keseimbangan yang utuh, membuat seorang manusia sepenuhnya berserah diri pada Allah. Hal itu akan membuatnya tenang dalam menjalani kehidupan. Dan ketenangan tersebut tentunya membawa kebahagiaan lahir dan bathin. Sebab itu, hendaknyalah kebahagiaan itu dibagikan kepada manusia lainnya, agar sama-sama bisa mendapatkan ridha Allah, yang maha pengasih, lagi maha penyanyang.




Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat]
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.

Saturday, February 3, 2018 0 comments

Sinopsis "Cleopatra" Bahasa Indonesia


Cleopatra
By: Bernard Shaw

Setelah kalah bermain dadu melawan Orang Persia, Belzanor menyambut kedatangan Bel Affris, yang mengungkapkan bahwa Penguasa Romawi, Julius Caesar, telah datang untuk menaklukkan Mesir. Bel Affris kemudian menceritakan kisah kekalahannya dan memberitaukan bahwa pasukan Romawi tak lama lagi tiba di Istana, dimana Bel Affris menyarankan agar pintu gerbang dibukakan untuk mereka. Orang Persia kemudian menyarankan mereka untuk mengkhianati Ptolemy, dan bekerjasama dengan Caesar agar Cleopatra bisa menjadi Ratu. Belzanor memanggil Ftatateeta, kepala pelayan ratu, dan menanyakan keberadaan Cleopatra. Namun Ftatateeta menjawab tidak tau, membuat Belzanor mengancamnya dan mengobrak-abrik Istana, hingga Ftatateeta mengungkapkan bahwa Cleopatra berada dalam Bayangan Sphnix.

Julius Caesar yang melihat Sphnix, mengucapkan kata-kata yang lantang terhadap Sphnix, membuat Cleopatra terbangun dan segera menyuruh Caesar untuk bersembunyi bersamanya. Menyangka tengah bermimpi, Caesar menanggapi Cleopatra dan terlibat perbincangan dengannya. Namun setelah sadar ini bukanlah mimpi, Caesar beranjak pergi, namun Cleopatra mencegahnya, membuat Caesar mengungkapkan identitasnya sebagai seorang Romawi, yang kemudian memberikan nasehat pada Cleopatra agar ia tidak dimakan Caesar, sang pemimpin Romawi. Mendengar gaung Bucina, Cleopatra membawa Caesar ke ruang Singgasana yang kelak akan didudukinya, dan Ftatateeta datang dengan angkuhnya, membuat Caesar kesal dan memerintahkan Cleopatra untuk bersikap tegas. Dengan gaung Bucina yang semakin keras, Cleopatra segera mengajak Caesar untuk bersembunyi, namun Caesar menyuruhnya untuk bersikap layaknya Ratu, dan memerintahkan Ftatateeta untuk mendandani Cleopatra.

Di Alexandria, Ptolemy yang tiba di ruang pengadilan disambut oleh rakyat, dilanjutkan dengan menyampaikan pidato, yang kemudian diwakili oleh Photinus, Penasehat Raja. Caesar tiba bersama Britannus dan Rufio, duduk di depan patung Dewa Rha dan  mengungkapkan bahwa ia mengingingkan 16.000 talent sebagai pembayaran hutang. Caesar kemudian menawarkan pendapatnya untuk menyelesaikan permasalah Ptolemy dan Cleopatra mengenai tahta kerajaan, dan memanggil Ftateeta yang diikuti Cleopatra dari belakang. Perbincangan politik terhenti ketika para prajurit Romawi memenuhi ruang pengadilan, membuat Photinus memanggil Lucius Septimius. Dengan kepergian Ptolemy dan yang lainnya, Caesar tinggal berdua saja dengan Cleopatra dan terlibat perbincangan mengenai Mark Anthony, pemimpin pasukan Romawi yang telah merebut tahta untuk Ayah Cleopatra. Mendapati Pasukan Romawi dibawah kepemimpinan Achilles telah mengepung, Caesar segera memberikan komando pada Rufio. Setelah mendengarkan keluhan Theodotus atas terbakarnya Perpustakaan Alexandria, Caesar bersiap-siap untuk memimpin pasukannya menduduki Thodus.

Apollodorus tiba di dermaga bersama dengan Ftatateeta, membawakan permadani untuk Cleopatra. Setelah terlibat perselisihan dengan penjaga, Apollodorus mendapati Cleopatra mendatangi Ftatateeta menuju dermaga dan meminta naik sebuah kapal untuk menuju ke menara. Apollodorus dengan hormat mempersilahkan Cleopatra, namun seorang prajurit melarangnya atas perintah Kaisar, membuat pertarungan terjadi antara Apollodorus dan si prajurit. Dengan datangnya prajurit yang lain, perselisihan pun terjadi, sehingga Apollodorus menawarkan dirinya untuk membawakan hadiah bagi Kaisar agar Cleopatra bisa mendapatkan kebebasan.

Caesar yang tengah berbincang-bincang dengan Rufio, mendapati kedatangan Britannus yang membawa tas berisi daftar musuh, disusul oleh Apollodorus yang membawakan hadiah dari Cleopatra. Namun Caesar mendapati hadiah tersebut merupakan Cleopatra sendiri. Mendapati Pasukan Mesir telah mengepung Menara, Caesar mengikuti perbuatan Apollodorus yang melompat ke laut untuk melarikan diri, disusul oleh Rufio, setelah ia melemparkan Cleopatra, sementara Britannus tetap berada di Menara.
Setahun kemudian, Cleopatra yang tengah mendengarkan harpa, bermaksud untuk mempelajarinya, dimana para pelayan menertawakan mengenai sikap Cleopatra pada Kaisar. Cleopatra kemudian menyuruh Ftatateeta memanggil Pothinus untuk diinterogasi.

Rufio bertemu dengan Caesar yang hendak menghadiri jamuan makan malam bersama Cleopatra dan Apollodorus. Atas izin dari Rufio, Photinus menghadap Caesar dan mengungkapkan akan pengkhianatan Cleopatra. Cleopatra tiba dan sangat marah mendengarkan perkataan Photinus, memerintahkan Ftatateeta untuk menghabisinya. Jamuan makan malam pun dimulai dengan datangnnya Apollodorus, mereka terlibat perbincangan mengenai nama yang bagus untuk kota kecil Cleopatra. Namun tiba-tiba terdengar teriakan, membuat Caesar mengungkapkan kekecewaannya terhadap Cleopatra, disusul kedatangan Lucius yang menawarkan pengabdiannya pada Caesar. Caesar kemudian memerintahkan Rufio untuk mengalihkan perhatian Achillas, sementara Caesar bersama sisa pasukan pergi menuju sungai Nil untuk menghadang Mithridates.

Apollodorus yang baru tiba di Istana terlibat perbincangan dengan Belzanor. Kaisar tiba dan mengumumkan Rufio sebagai gubernur Mesir. Setelah berpamitan dengan kenalan-kenalannya, Caesar yang hendak berlayar ke Numidia, menghampiri Cleopatra yang terlihat murung, membuat Caesar menanyakan apa yang terjadi dan kemudian menjanjikan kedatangan Mark Anthony sebagai ganti kepergiannya.




Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat]
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.

Friday, January 19, 2018 0 comments

Sinopsis "Biografi Imam Asy-Syafi'i" Bahasa Indonesia


Biografi Imam Asy-Syafi'i
By: Dr. Muhammad bin A.W. Al-aqil

Muhammad bin Idris bin Al-'Abas bin Utsman bin Syafi'i bin As-Saib, bertemu nasabnya dengan Rasulullah atas Abdi Manaf. Lahir pada tahun 150 H, tahun yang sama dengan wafatnya imam Abu Hanifah. Dilahirkan di kota Ghazzah, Asqalan, ibunya membawanya ke Yaman ketika memasuki umur 2 tahun, dan dibawa ke Mekkah pada usia 10 tahun.

Hafal Al-Qur'an di usia 7 tahun dan hafal kitab Al-Muwattha' pada usia 10 atau 13 tahun. Setelah menghafal Syair-syair suku Huzail, beliau belajar Fiqih pada Muslim bin Khalid az-Zanji, lalu pada Imam Malik di Madinah, yang beliau dampingi hingga akhir hayatnya (179 H).

Beliau akhirnya berangkat ke Yaman untuk menemani seorang pria dengan bekal gadaian rumah yang diberikan ibunya. Beliau bekerja dengan baik di Yaman hingga menjadi buah bibir. Namun karena kerasnya menyampaikan hukum yang menentang pemerintahan, beliau diasingkan ke Irak. Di hadapan Harun Ar-Rasyid, beliau mendapatkan pembelaan dari  Muhammad ibnul Hasan, dan beliau pun menimba ilmu padanya, dimana seringkali perdebatan terjadi diantara mereka.

Beliau kembali ke Makkah untuk mendirikan majelis pengajian di Masjidil Haram dan segeralah mendapatkan banyak murid, dimana salah satunya adalah imam Ahmad bin Hanbal. Hal itu beliau lakukan sekitar 9 tahun.

Beliau kembali ke Irak pada tahun 195 H dan mendapatkan sambutan hangat dari Husain al-Karabisi, dimana beliau juga terkenal di sana. Dan beliau juga seringkali kembali ke Makkah.

Setelah Irak dibawah kepemimpinan Khalifah Al-Ma'mun dikuasai oleh ahli kalam, Imam As-Syafi'I kembali ke Mesir dan mulai mengadakan majelis di Masjid Amr bin Al-Ash, dimana majelis beliau segera diganderungi masyarakat.

Beliau terkena penyakit wasir dan meninggal dunia pada bulan Rajab 204 H.

Diantara murid-murid beliau ialah; Ar-Rabi', Al-Muzani, Abu Abdillah Muhammad, dan Al-Buwaithi. Kitab-kitab beliau diantaranya ialah Al-Umm dan Ar-Risaalatul Jadiidah.




Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat]
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.

 
;