Friday, February 2, 2024 0 comments

Sinopsis "Hatta (Jejak yang Melampaui Zaman) - Tempo" Bahasa Indonesia

 Hatta (Jejak yang Melampaui Zaman)
seri Tempo

JIKA masih hidup, dan diminta melukiskan situasi sekarang, Mohammad Hatta hanya akan perlu mencetak ulang tulisannya 40 tahun lalu: "Di mana- mana orang merasa tidak puas. Pembangunan tak berjalan sebagaimana semestinya. Kemakmuran rakyat masih jauh dari cita-cita, sedangkan nilai uang makin merosot.” Hatta tidak antipartai, tapi mengecam para politisi yang menjadikan "partai sebagai tujuan dan negara sebagai alatnya." Pena adalah senjatanya untuk memerdekakan bangsa, sehingga ia ditahan pada 1927, dan menulis pidato pembelaan Indonesia Vrij (Indonesia Merdeka). Ketika wafat pada 1980, Hatta meninggalkan "30 ribu judul buku" dalam perpustakaan pribadi

Di Desa Aur Kota Bukit Tinggi, Saleha Djamil melahirkan Mohammad Hatta pada 14 Agustus 1902, yang kemudian tinggal di Gedung Tri Arga. Beliau selalu dikisahkan sebagai orang sederhana dan cermat pada waktu. Ia sering jalan kaki sendirian-tanpa pengawal-berkeliling kota setiap usai salat subuh, dan menegur warga yang pekarangan rumahnya penuh sampah. Pelajaran agamanya di masa kanak-kanak dia peroleh dari Syekh Mohammad Djamil Djambek. Masa-masa di MULO juga menjadi periode yang penting saat kesadaran politiknya sebagai anak bangsa. Sebagai anak muda, dia juga menemukan kesenangan hidup di Plein van Rome, lapangan sepak bola yang terletak di alun-alun kota. Di Padang, ada Universitas Bung Hatta yang didirikan oleh masyarakat dan sejumlah tokoh Minangkabau. Sedangkan di Bukit Tinggi, tegaklah Perpustakaan Bung Hatta-yang menyimpan ribuan judul buku.

Sang ayah; Syekh Muhammad Djamil, meninggal tatkala ia masih berusia delapan bulan, dan Mohammad Hatta tumbuh dalam buaian ibu, kakek, nenek, dan paman-pamannya. Setamat sekolah di Padang, pertengahan Juni 1919, Hatta berangkat ke Betawi untuk melanjutkan sekolah, dibawah asuhan Mak Etek Ayub Rais, pemilik Malaya Import Maatschappij, dan berangkat ke Belanda pada 1921. Selama 11 tahun, Hatta bergulat dengan berbagai aktivitas pergerakan di Negeri Belanda, termasuk memimpin organisasi pelajar dari Tanah Air di Eropa, Perhimpunan Indonesia. Pada Juli 1932, setelah sempat mengenyam ruang tahanan di Belanda, Hatta kembali ke Tanah Air. Sekitar bulan Desember 1932, Hatta terlibat dalam polemik dengan Sukarno, mengarahkannya menemani Mak Etek melakukan kunjungan bisnis ke Jepang pada Februari 1933, dimana ia mendapati julukan “Gandhi of Java”. Keduanya kembali ke Indonesia pada awal Mei 1933, dan Mak Etek ditangkap tak lama kemudian.

Bung Hatta, kau bukanlah 100 tahun kesendirian. Percakapan antara kita, sebuah dialog dengan masa silam, adalah percakapan yang tak terhingga. Pada tahun 1933, setelah Bung Karno ditangkap, juga berpuluh-puluh pemimpin lain, kau tak ingin melangkah surut. Kau tetap bersiteguh, juga ketika pemerintah kolonial membuangmu ke Digul. Semua itu agar "di kemudian hari, tanah air kita dapat maju". Dalam rapat Indonesische Vereeniging kau dan teman-temanmu menentukan untuk memberi nama tanah air ini "Indonesia"

September 1921, Mohammad Hatta tiba di Rotterdam Handelshogeschool, dimana ia mendapatkan kebaikan dari pemilik toko buku De Westerboekhandel. Di sana, ia mendapat gelar doctor ekonomi, menjadi Ketua Indonesische Vereeniging dan sempat lima setengah bulan dipenjara karena dituduh menentang pemerintah kolonial. Setelah mula-mula menginap di rumah seorang kenalan--seperti juga pelajar inlander lainnya--ia menetap sementara di Tehuis van Indische Studenten, sebuah asrama khusus bagi mahasiswa Hindia Belanda yang terletak di Jalan Prins Mauritsplein. Kediaman di Jalan Schoone Bergerweg 51 menjadi rumah tinggal Hatta yang terakhir sebelum ia kembali ke Indonesia pada 20 Juli 1932.

5 September 1921, kapal Tambora tiba di Pelabuhan Nieuwe, Waterweg, Roterdam, setelah satu bulan berlayar dari Teluk Bayur, dimana salah satu penumpangnya ialah Mohammad Hatta. Pada 17 Februari 1987, pemeluk Katolik merayakan Karnaval dan sebuah jalan di permukiman Haarlem memperoleh nama Mohammed Hattastraat (Mohammad Hatta), dengan ujung Hattastraat bertemu dengan Sutan Sjahrirstraat (Sutan Sjahrir). Dan pada 12 Agustus 2002 Mohammad Hatta memperingati hari lahirnya yang ke-100.

Menanggapi adanya judul provokatif sebuah karangan: “Is Hatta Marxist?”, Hatta membalasnya dengan risalah berjudul Marxisme of Epigonenwijsheid? ("Marxisme atau Kearifan Sang Epigon?"). Sekitar 10 meter dari pelabuhan, kita dapat melihat baliho besar bergambar Bung Hatta dan Sutan Sjahrir dengan tulisan "Peringatan Satu Abad Bung Hatta", dimana kota tersebut dulu disebut "Klein Europeesch Stad" (Kota Eropa Kecil). Di Banda inilah (11 Februari 1936-25 Maret 1938), keinginan-keinginan Hatta yang bersifat politik disegarkan kembali dengan membaca-baca majalah sambil minum kopi tubruk, sarapan sepotong roti (mereka berlangganan roti kepada warga Arab setempat) dan sebutir telur mata sapi.

Dengan kapal Fommelhaut (1 Februari 1936), Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir tiba di Teluk Neira, Banda, menuju rumah dr. Tjicto Mangunkusumo sebagai orang buangan. Di sana, keduanya menjadikan  Des, Does, Lily, Mimi, dan Ali, sebagai anak angkat. 31 Januari 1942, Hindia belanda memerintahkan Hatta-Sjahrir pulang ke Jakarta.

“Pemimpin berarti suri tauladan dalam segala perbuatannya…,” coretan tangan Hatta bertanggal 2 juli 1949, dua hari sebelum dia meninggalkan rumah yang terletak di Gunung Menumbing, dekat Mentok, Pulau Bangka. Tak jauh dari ruangan itu tergeletak bodi mobil Ford hitam bernomor polisi BN 10. Pada Desember 1948, Belanda menyerbu Yogyakarta (ibu kota Republik Indonesia kala itu) dan menangkap Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Hatta. Selain mengunjungi penduduk, aktivitas favorit Hatta di Gunung Menumbing tidak berbeda dengan di tempat-tempat lain: membaca buku. Aktivitas turun gunung Hatta lebih meningkat ketika Bung Karno dan K.H. Agus Salim turut dipindahkan dari Parapat ke Bangka pada 5 Februari 1949.

Halida Nuriah Hatta, yang masih berusia 14 tahun, menemani sang ayah menengok Digul setelah menghadiri Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di Irian Jaya pada 1969 tahun. Ia juga mengunjungi Banda Neira ketika Bung Hatta sekeluarga memenuhi undangan Des Alwi pada April 1973, dimana dua pulau kecil di sana dinamai Pulau Hatta dan Pulau Sjahrir.

Di Digul atau Tanah Merah, dataran terpencil di udik Papua, Mohammad Hatta menanam sayur dan belajar bertukang, ditemani es jeruk lemon kesukaannya. bukan cuma Van Blankenstein, tapi juga bahkan Hatta, seorang muslim taat yang berpendirian "di atas segala lapangan tanah air, aku hidup, aku gembira" itu, menyebut Digul sebagai "neraka dunia". 10 bulan di sana (hingga Desember 1935), Hatta menyibukkan diri dengan membaca saban sore, mengajarkan ilmu ekonomi dan filsafat dua kali sepekan, serta menulis kolom untuk surat kabar Pemandangan sebulan sekali.

Seorang pemuda belia berpose di sebuah rumah bersama enam orang perempuan berkebaya. Itu merupakan sebuah foto sebelum Sang pemuda-proklamator Mohammad Hatta diasingka ke Buven Digul setelah ditahan di Penjara Glodok. Pada Februari 1927 ia mewakili Indonesia menghadiri konferensi menentang imperialisme dan penjajahan yang diadakan di Brussel, Belgia. Seperti Hatta yang "dalam" dan menyimpan magma, foto-foto Hatta menjadi istimewa saat kita menelusuri sejarah di balik sebuah potret.

Jaap Erkelens ikut terlibat untuk berburu foto dalam rangka pembuatan buku Mohammad Hatta Hati Nurani Bangsa. Jaap adalah direktur perwakilan Indonesia untuk Koniklijk Instituut voor Taal Land en Volkenkunde (KITLV), sebuah lembaga kajian bahasa dan antropologi milik Kerajaan Belanda.

Hatta tampil secara mengesankan dengan sikap seorang sarjana, seorang scholar, yang di samping berjuang dan terlibat aktif secara politik, selalu memberikan perhatian pada perkembangan ilmu pengetahuan dan mengumumkan tulisan-tulisannya menurut tata cara yang jamak dalam dunia akademis. Di antara para bapak bangsa itu barangkali hanya dia seorang (dan Tan Malaka, sampai tingkat tertentu) yang tekun menuliskan buku-buku teks, baik dalam bidang ekonomi (Pengantar ke Jalan Ekonomi Sosiologi), sejarah filsafat (Alam Pikiran Yunani,), maupun filsafat ilmu pengetahuan (Pengantar ke Jalan Ilmu dan Pengetahuan).

Kabar itu menyengat Hatta dan membuatnya marah besar: Sukarno memutuskan menikahi Hartini. Berbeda dengan sahabatnya, yang bak Casanova, Hatta seperti kata Deliar adalah seorang puritein (dikenal tak pernah menunjukkan ketertarikan pada Perempuan). Tak cuma soal wanita, dalam banyak hal perbedaan dua tokoh yang dikenal sebagai Dwitunggal ini memang sejauh bumi dan langit. Perbedaan tersebut mencapai puncaknya ketika Sukarno menolak mengesahkan Maklumat X, dan kemudian mencanangkan Demokrasi Terpimpin pada 1956. Pada 20 Juli 1956, Hatta pun mengirimkan surat pengunduran dirinya ke DPR, diikuti dengan gugatan-gugatan terhadap Sukarno. Meski begitu, hubungan keduanya tetap dekat, sebagaimana Sukarno yang meminta Hatta untuk menjadi wali nikah untuk anak sulugnnya, Guntur. Jumat, 19 Juni 1970, merupakan pertemuan terakhir keduanya; Hatta menjenguk Sukarno, yang tengah diopname di rumahsakit tantara.

Rumah panggung berlantai dua di jantung Kota Bukit Tinggi sebagai replica rumah negarawan Mohammad Hatta dikunjungi sekitar 500 orang tiap bulannya. Dan peringatan satu abad Bung Hatta (12 Agustus) mengambil tema "Santun, Jujur, Hemat", yang amat selaras dengan sifat tokoh tersebut. Acara puncak yang direncanakan membutuhkan dana sekitar Rp 7 miliar. PT Pos Indonesia merayakannya dengan menerbitkan prangko edisi seabad Bung Hatta, sementara Bank Indonesia meluncurkan 2.000 keping uang emas dan perak bertajuk "Peringatan Satu Abad Bung Hatta".

Syahdan Hatta, di suatu saat dalam hidupnya, mengemban ide agama (khususnya Islam) dan kebangsaan. Di zaman Jepang, oleh pihak Nahdlatul Ulama, ia pernah ditawari untuk memimpin organisasi ini. Ia tidak keras membela Islam, tetapi semua tindak-tanduk dan tingkah lakunya, termasuk secara pribadi, dan dalam berjuang dan mengemukakan cita-cita (politik, ekonomi, sosial), ia selaraskan dengan tuntutan Islam. Ia turut serta dalam perumusan Pembukaan UUD 1945 dan mengusulkan kata-kata pengganti: "Ketuhanan Yang Maha Esa". Pada tahun 1973 ia mengingatkan Presiden Soeharto agar Rancangan Undang-Undang Perkawinan yang dimajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat. Di zaman Jepang, oleh pihak Nahdlatul Ulama, ia pernah ditawari untuk memimpin organisasi tersebut.

Des Alwi, anak angkat Hatta, mengungkapkan bahwa di awal masa-masa pembuangan bersama Hatta dan Sjahrir diajak ke Pantai dan ternyata tak bisa berenang, dimana saat menaiki kapal pun Hatta selalu duduk di tengah. Kendati demikian, Hatta dikenang sebagai orang yang berdisiplin, terutama soal waktu, dimana ia saban hari mengelilingi Pulau Banda Melawati kebun pala sekitara pukul 4-5 sore. Di mata Sukarno, anak Bukit Tinggi itu sosok yang serius; tak pernah menari, tertawa, atau menikmati hidup.

Pada tanggal 15 Juli 1945, Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yang bersidang di Pejambon, terlibat dalam debat panas: Haruskah kebebasan-kebebasan demokratis--hak menyatakan pikiran dan pendapat secara lisan dan tertulis, hak berkumpul dan hak berserikat--ditetapkan dalam undang-undang dasar atau tidak? Sukarno (dan Supomo) dengan gigih menolak, sedangkan Hatta (Muhammad Yamin, dan lain-lain) mendukung. Hatta: "Janganlah kita memberikan kekuasaan yang tidak terbatas kepada negara untuk menjadikan di atas negara baru itu suatu negara kekuasaan". Tanggal 4 November Hattalah yang menandatangani maklumat pemerintah yang mengizinkan pembentukan pluralitas partai. Dan pada 1957 Bung Hatta meletakkan jabatannya sebagai wakil presiden karena merasa tidak lagi sanggup menanggung kebijakan politik Presiden Sukarno.


 Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, January 26, 2024 0 comments

Sinopsis "Originals - Adam Grant" Bahasa Indonesia

 Originals
by: Adam Grant

Orang berakal sehat menyesuaikan diri dengan dunia; orang tak berakal sehat gigih berusaha menyesuaikan dunia dengan dirinya. Oleh karena itu, seluruh kemajuan bergantung pada orang tak berakal sehat.” Sebagaimana berdirinya perusahaan kacamata Warby Parker, orisinalitas bermula dari kreativitas: membentuk sebuah konsep yang baru sekaligus bermanfaat. Riset yang mengungkapkan bahwa pengguna Firefox atau Chrome bertahan dalam pekerjaannya 15 persen lebih lama daripada pengguna Internet Explorer atau Safari menegaskan bahwa default (kondisi asal) yang didorong oleh keingintahuan akan memicu vuja de (sudut pandang baru). Kita menganggap anak berbakat itu cerdas dalam hal teori, tetapi tidak demikian di dunia nyata, dan orisinalitas adalah aksi destruksi kreatif, yang seringkali menuntut kita menghancurkan cara lama mengerjakan sesuatu. Sebagaimana pendiri Google, Hasil studi menunjukkan bahwa pengusaha yang tetap mempertahankan pekerjaan kantoran mereka berpeluang gagal 33 persen lebih kecil daripada yang berhenti bekerja. Sebagaimana portofolio risiko (porfotolio saham), survei mengungkapkan bahwa para usahawan secara meyakinkan lebih anti-risiko ketimbang populasi umum.

Kreativitas adalah membiarkan diri kita melakukan kesalahan. Seni adalah mengetahui kesalahan mana yang harus dipertahankan.” Kegagalan Segway dan kesuksesan Seinfeld mengungkapkan bahwa penghalang terbesar orisinalitas bukanlah pembuatan ide—melainkan pemilihan ide. Saat pengembangan ide, biasanya kita terlalu dekat dengan selera sendiri–dan terlalu jauh dari selera pengguna ide kita–sehingga tidak dapat mengevaluasinya secara akurat. Untuk itu, sebagaimana Mozard, Picasso, dan Edison, dalam hal pembuatan ide, kuantitas adalah jalur terbaik menuju kualitas. Sebagaimana Xbox hampir dikubur di Microsoft; dan printer laser hampir dibatalkan di Xerox, alih-alih mencoba menilai orisinalitas kita sendiri atau meminta umpan balik dari para manajer, kita harus lebih sering mengandalkan rekan-rekan kita. Sebuah penelitian mengenai ilmuwan pemenang Nobel pun menegaskan bahwa kombinasi unik dari pengalaman luas dan mendalam sangat penting untuk kreativitas. Kesalahan Steve Jobs atas Segway mengungkapkan bahwa intuisi hanya akurat di bidang yang kita miliki pengalamannya, dan Untuk menjadi orisinal yang sukses, sebuah penemuan bukan hanya harus baru—tetapi juga harus praktis. Studi telah mengungkapkan bahwa semakin intuitif investor semakin besar kemungkinan ia terpengaruh ketertarikan sang usahawan. Pada 2013 saja ada lebih dari tiga ratus ribu paten dibuat di Amerika Serikat, dan peluang salah satu penemuan tersebut akan mengubah dunia sangatlah kecil.

“Semangat besar selalu menghadapi perlawanan dari pikiran rata-rata.” Kisah Medina yang mendukung Intellipedia menunjukkan pentingnya bersuara dengan cara yang menghasilkan kredibilitas. Teknik Griscom dalam menawarkan Babble melalui efek Sarick mengungkapkan bahwa Hukum ketiga Newton juga berlaku dalam dinamika manusia: “Setiap aksi mendapatkan reaksi yang setara dan berlawanan.” Seperti mempresentasikan faktor negatif bisa membuat pendengar kesulitan memikirkan faktor negatif lain, mengungkapkan sesuatu secara efektif bergantung pada cara kita membuat fitur-fitur positif lebih mudah diproses. Berdasarkan sebuah buku klasik karya ekonom Albert Hirschman, ada empat pilihan berbeda dalam menangani situasi yang tak menyenangkan: keluar, bersuara, bertahan, dan mengabaikan. Perempuan harus menghadapi konsekuensi bila menyatakan pendapat, khususnya di organisasi yang di dominasi pria. Kisah Donna Dubinsky mengungkapkan bahwa cara terbaik adalah menyuarakan pendapat dan mengamankan portofolio risiko kita, sambil bersiap keluar jika perlu.

“Jangan pernah tunda sampai besok apa yang bisa kau kerjakan lusa.” Anda tak perlu menjadi orang pertama untuk menjadi orisinal, dan pelaku orisinal paling sukses tidak selalu datang tepat waktu. Sebagaimana Da Vinci, juga pidato monumental King, penundaan terbukti bermanfaat dalam pekerjaan kreatif (menyediakan waktu bagi munculnya ide-ide baru dan improvisasi). Sebagaimana kisah Kozmo (pelopor) dan Netflix (pengikut), Odyssey dan Nintendo, pemilihan waktu yang tepat adalah segalanya, dan bahwa menjadi yang pertama merupakan taktik; bukan tujuan. Studi mengungkapkan bahwa perbedaan fundamental antara inovator konseptual dan eksperimental dapat menjelaskan mengapa ada yang mencapai puncak di usia muda dan ada yang di usia tua.

Kisah Lucy Stone (1866) mengungkapkan pentingnya teori Goldilocks (argument reformasi sosial yang moderat) dalam pembentukan koalisi, juga bahwa perbedaan kecil di antara orang-orang yang serupa menjadi dasar perasaan asing di antara mereka. Sebagaimana kisah Meredith Perry, Peneliti Debra Meyerson dan Maureen Scully menemukan bahwa agar berhasil, orang-orang orisinal harus menjadi radikal lunak (metode kaki-mengganjal-pintu). Penelitian menunjukkan bahwa kita harus memutuskan hubungan ambivalen dan mengubah hubungan negatif. Sebagaimana film The Lion King, memulai dengan model baru adalah kunci orisinalitas, yang juga menciptakan tantangan (pegangan). Kisah Frances Willard mengungkapkan bahwa pemikiran radikal sering diperlukan untuk menempatkan peran orisinal, dengan meluaskan batas-batas. Konflik antara Israel dan Palestina mengungkapkan bahwa konflik antara dua kelompok sering disebabkan dan diperkuat oleh konflik dalam kelompok.

Kita bukanlah penjaga saudara kita... dengan berbagai macam cara kasar dan kecil, kitalah pembentuk saudara kita.” Ratusan studi menunjukkan konklusi yang sama: Anak sulung cenderung mempertahankan status quo (logika kepatuhan); anak bukan sulung lebih cenderung menentangnya (logika konsekuensi). Bukti urutan kelahiran ini menjelaskan pentingnya memberikan kebebasan pada anak agar bisa menjadi orisinal. Dalam sebuah studi, kelompok yang kreatif mendapati bahwa orangtua mereka menerapkan disiplin dengan penjelasan. Sebagaimana peneguhan sifat lebih berefek daripada pujian atas karakter, kita harus lebih bijaksana dalam menggunakan kata benda. Teladan memberikan pengaruh mendasar pada perkembangan anak dalam mengungkapkan orisinalitasnya, dimana tokoh fiktif pun bisa menjadi teladan yang baik.

Sesungguhnya satu-satunya kesalahan yang tak pernah saling kita maafkan adalah perbedaan pendapat.” Sebagaimana kisah Polaroid yang mengungkapkan bahwa groupthink sebagai musuh orisinalitas, begitu juga dengan grup kohesif. Ada tiga model dominan di berbagai industri: profesional, bintang, dan komitmen, dimana model komitmen memiliki Tingkat kegagalan perusahaan nihil. Kisah Polaroid pun menegaskan bahwa pendapat yang berbeda itu berguna--bahkan saat pendapat tersebut salah, dimana efek negative perubahan paling banyak diungkapkan terjadi pada perusahaan model komitmen. Sebagaimana dalam Bridgewater Associates, agar langsung mendapatkan gagasan terbaik, Anda membutuhkan transparansi radikal. Sebagaimana penelitian Peru dan Kenya dalam bias konfirmasi yang menunjukkan pentingnya penentang sejati, dan Ray Dalio pun menerapkan hal itu di Bridgewater (tim “Burung Kenari”), dimana ia tak menginginkan karyawan memberi solusi; ia mengharap mereka membawakan masalah. Saat prinsip-prinsip berbenturan, beetindaklah seperti “musang yang licik”, sebagaimana Trina di Bridgewater, dimana rata-rata kelompok yang membuat keputusan berdasar eksperimen akan lebih baik daripada kelompok yang dipandu oleh hasil debat para ahli.

Pemberani bukanlah yang tak merasa takut, melainkan ia yang menaklukkan rasa takut itu.” Sebagaimana kisah Lewis Pugh, terdapat dua strategi untuk menghadapi tantangan: optimism strategis dan pesimisme defensif (mempersiapkan diri dengan lebih ketat). Penelitian neurosains berpendapat bahwa ketika kita gelisah, ketidaktahuan lebih menakutkan daripada hal negatif: “Berusahalah lebih bergairah” dibanding “Berusahalah tenang.” Sebagaimana kisah Srdja Popovic, Orisinalitas membawa kita ke jalan yang bergelombang, tetapi memberikan lebih banyak kebahagiaan dan perasaan hidup yang berarti. Sebagaimana Skype 4.0, cara paling menggugah untuk menyampaikan visi adalah dengan mengalih dayakannya pada orang yang benar-benar terpengaruh oleh visi tersebut. Cara termudah mendorong sikap non-konformis adalah menampilkan seorang penolak, dimana dalam sebuah lokakaryanya, Popovic mengajarkan pemanfaatan humor sebagai senjata melawan rasa takut. Penelitian mengungkapkan bahwa kita dapat mengubah pilihan secara dramatis hanya dengan mengubah beberapa kata untuk menekankan kerugian dan bukan keuntungan, sebagaimana latihan “mematikan perusahaan” yang dilakukan Merck, dan kemarahan melawan balik apatisme. Penelitian menunjukkan bahwa pelampiasan tidaklah memadamkan api kemarahan: tetapi malah memperbesar, dan ketika kita marah demi orang lain (system korban) - kita akan mencari keadilan dan sistem yang lebih baik (kemarahan empatik). Menjadi orisinal bukanlah jalur ter mudah untuk mengejar kebahagiaan, tetapi cara ini memberikan kebahagiaan dalam rangka pengejaran tersebut.

Tindakan pribadi yang bisa dilakukan dalam membangkitkan dan mengenali gagasan orisinal: pertanyakan keadaan saat ini (default), tiga kali lipatkan jumlah ide yang Anda hasilkan, libatkan diri Anda dalam bidang baru, menunda secara strategis, dan cari lebih banyak umpan balik dari rekan di bidang yang sama. Adapun dalam menyuarakan dan mendukung ide orisinal: seimbangkan portofolio risiko Anda, tekankah alasan-alasan untuk tak mendukung gagasan Anda, jadikan ide Anda lebih familier, bicaralah pada pendengar yang berlainan, dan jadilah radikal lunak. Adapun dalam mengelola emosi: motivasi diri dengan cara berbeda saat Anda berkomitmen vs. ragu-ragu, jangan coba menenangkan diri, fokus pada korban bukan pada pelaku, sadarilah bahwa Anda tak sendiri, dan ingatlah bahwa jika Anda tidak mengambil inisiatil status quo akan tetap bertahan. Tindakan pemimpin dalam memantik ide orisinal: adakan turnamen inovasi, bayangkan diri Anda sebagai musuh, mintalah karyawan dari berbagai bagian dan tingkat untuk menawarkan ide, adakan hari kebalikan, juga jangan menggunakan kata; senang, cinta, dan benci. Adapun dalam membangun budaya orisinalitas: jangan memilih pegawai yang bisa menyesuaikan dengan budaya tapi yang bisa memberikan sumbangan pada budaya, ganti wawancara saat keluar dengan wawancara saat masuk, mintalah masalah bukan solusi, jangan menunjuk orang untuk pura-pura menentang dan mulailah mencari penentang otentik, dan terimalah kritik. Tindakan orangtua dan guru: tanyakan pada anak apa yang akan dilakukan teladan mereka, kaitkan perilaku baik dengan karakter moral, jelaskan bagaimana perilaku buruk akan memberi konsekuensi pada orang lain, tekankan nilai di atas aturan, dan ciptakan ceruk baru bagi anak,

 

Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, December 22, 2023 0 comments

Sinopsis "The Midnight Library - Matt Haig" Bahasa Indonesia

 The Midnight Library
by: Matt Haig

Sembilan belas tahun sebelum ia memutuskan untuk mati, Nora Seed berbicara dengan Mrs. Elm sambil bermain catur.

Dua puluh tujuh jam sebelum ia memutuskan untuk mati, Nora Seed mendapati bel pintunya berbunyi, dan mendapati Ash, mengungkapkan bahwa Voltaire (kccuingnya) telah mati.

Sembilan setengah jam sebelum ia memutuskan untuk mati, Nora datang terlambat untuk sif sorenya di String Theory, dimana Neil mempertanyakan keadaan Nora, mengungkapkan kekhawatirannya, dan memutuskan untuk melepas Nora.

Sembilan jam sebelum ia memutuskan untuk mati, Nora mengeluyur berkeliling Bedford; kota ban-berjalan keputusasaan.

Delapan jam sebelum ia memutuskan untuk mati, Nora memasuki kios koran dan majalah untuk berteduh, dimana ia bertemu dengan Ravi, sahabat kakaknya, yang mengungkapkan bahwa kakaknya, Joe, berada di kota. Ravi mengungkapkan kekecewaan dengan tegas pada Nora, yang juga membalasnya dengan tegas.

Tujuh jam sebelum ia memutuskan untuk mati, Nora mengirimkan pesan pada manta sahabatnya Izzy. Dimana ia melewati bioskop, tempat film Ryan Bailey yang baru tengah diputar.

Lima jam sebelum ia memutuskan untuk mati, Nora menerima telepon dari Doreen yang mengungkapkan perihal kepergian Leo, untuk berhenti dari les piano-nya. Empat jam sebelum ia memutuskan untuk mati, Nora bertemu dengan Mr. Banerjee, yang mengungkapkan bahwa tak lagi membutuhkannya untuk mengambilkan obat. Dua jam sebelum ia memutuskan untuk mati, ia membuka sebotol anggur, meninggalkan pesan suara pada kakaknya, Joe, dan kemudian menulis surat kematian.

Mendapati keberadaan sebuah bangunan, dan jam arloji yang tetap menunjukkan angka 00:00:00, Nora memutuskan untuk memasuki bangunan dan mendapati banyak rak buku di mana-mana.

Saat hendak mengambil sebuah buku, seorang pustakawati memintanya untuk berhati-hati, ia seperti Mrs. Elm.

Mrs. Elm mengungkapkan bahwa ia tengah berada di Perpustakaan Tengah Malam, yang akan menjauhkannya dari kematian.

Rak-rak di kedua sisi Nora mulai bergerak, dan Mrs. Elm memberikan intruksi bahwa setiap buku merupakan sebuah versi hidup Nora dan kemudian menyerahkan sebuah buku padanya.

Nora membaca Buku Penyesalan, yang berisi setiap penyesalan sejak ia lahir, dari penyesalan kecil sehari-hari ke penyesalan mendalam.

Ia bertemu Dan selagi tinggal bersama Izzy di Tooting. Terhanyut dengan antusiasme Dan dan bertunangan. Namun, ia tersadar tidak ingin menikah dengan Dan. ia tidak ingin memfotokopi pernikahan orangtuanya.

Mengikuti arahan Mrs. Elm, aku memutuskan untuk kembali ke kehidupan dimana aku masih bersama dengan Dan, dan Mrs. Elm pun memilihkan sebuah buku bertuliskan Kehidupanku, kemudian menyuruhku untuk membaca baris pertama buku tersebut.

Di sebuah pedesaan, Nora mendapati sebuah pub dengan nama The Three Horseshoes, beberapa orang menyapa saat keluar dan ia pun memasuki pub tersebut, mendapati seekor kucing dengan nama Voltaire, dan Dan yang menatapnya datar. Setelah melihat artikel berjudul Pemilik Pub Mewujudkan Impian dua tahun lalu, Nora menerima pesan dari Izzy disertai foto. Setibanya di kamar tidur, Dan menyapanya dengan sedikit hambar, menanyakan keanehannya, dan menyebut Erin, membuat Nora mempertanyakan kebahagiaannya, juga kebahagiaan Dan.

Status terakhir yang diunngah Nora: Pernahkan kau berpikir bagaimana aku berakhir di sini? seolah-olah kau berada dalam labirin dan sepenuhnya tersesat dan semua itu salahmu karena kaulah yang mengambil setiap belokan?

Nora tengah berada di sisi lain perpustakaan, sementara Mrs. Elm tengah bermain catur. Dan pertanyaan Mrs. Elm tentang Voltaire, membuat Nora ingin mengetahui bagaimana kehidupannya yang baik dalam menjaga Voltaire.

Nora berada di apartement-nya, berusaha mencari keberadaan Voltarie hanya untuk mendapati Voltaire telah mati. Ia pun kembali ke perpustaakan dan Mrs. Elm berusaha memberikan penjelasan; Satu-satunya cara untuk belajar adalah dengan hidup. Dilanda kebosanan, Nora memutuskan untuk melihat kehidupannya di Australia bersama Izzy.

Nora mendapati dirinya tengah berenang di kolam air asin, di Bronte Beach, Sydney. Ia mencari pakaian ganti dengan mengikuti nomor gelang yang menunjuk loker nomor 57. Seorang laki-laki menanyakan keadaannya, dan Nora berusaha menjawab sewajar mungkin, dimana ia kemudian berusaha mencaritahu apa yang terjadi, terutama melalui Instagram; dengan sebuah puisi berjudul API. Akhirnya Nora tiba di apartementnya dan menyadari bahwa ia seorang mahasiswi di usia 35 tahun, dengan seorang teman penganut teori konspirasi yang tinggal bersamanya, Jojo, yang kemudian memberitahunya apa yang terjadi pada Izzy.

Pustakawati tersenyum datar, dan Nora yang menyadari keterjebakannya teringat akan tes ikan zebra. Mempertanyakan apa yang ia sukai, mengarahkan Nora pada masa dimana ia menjadi atlet renang atas keinginan sang ayah, sehingga ia ingin mengetahui bagaimana kehidupan tersebut.

Nora terbangun berkat alarm ponsel pukul 06.30, dimana ia mendapati jadwal Nora Seed OBE, kehidupan yang sukses, dengan tubuh yang bugar, dan Halaman Wikipedia atas namanya. Nora mengetahui bahwa ia telah meraih beberapa medali emas, pensiun di usia 28 tahun, dan sekarang bekerja untuk BBC di London. Ia kemudian menerima telepon dari Nadia, yang ternyata merupakan istri baru ayahnya, dan Nora pun terlibat perbincangan dengan sang ayah. Di Lobi, Joe (sang kakak) menyambut Nora dengan hangat bersama dua orang lainnya.

Bersama dengan Joe, Nora berada di ruangang yang disebut Ruang Tunggu VIP, dimana ia kemudian terlibat perbincangan dengan Joe, mencaritahu apa yang terjadi di kehidupan tersebut, mengarahkannya pada momen di mana sang ibu meninggal.

Nora mengungkapkan kekhawatirannya pada Joe, dan kemudian memikirkan musik. Di hadapan seribu orang, Nora menceritakan tentang pohon kehidupan, nasehat-nasehat mrs. Elm, dan penegasan bahwa kesuksesan merupakan sebuah delusi.

Nora mendapati Mrs. Elm sibuk di depan komputer dan berkata; kesalahan sistem", dimana ia mengarahkan Nora pada kehidupan glasiolog.

Ia terbangun di ranjang kecil di sebuah kabin kecil di atas kapal, dengan Ingrid Skirbekk sebagai teman sekamarnya.

Saat sarapan bersama beberapa ilmuwan peneliti, Nora disapa oleh Hugo Lefevre, yang mengungkapkan menyukai makalah Nora, dan mereka pun terlibat perbincangan.

Nora berada di sebuah lanskap Arktik, di Pulau Beruang, dimana mereka berpencar dengan barang persiapan masing-masing. Ia teringat obrolannya dengan Ash ketika di rumah sakit, tempat ibu Nora dirawat. Dalam kesunyian, Walrus menampakkan diri, diikuti dengan kawanannya, dan sosok yang lebih besar datang dari arah berlawanan.

Nora segera melakukan tindakan yang telah diajarkan yakni berteriak-teriak sambil memukul sendok pengaduk ke panic kecil, dimana ia kemudian meneriakkan perpustaan. Akhirnya, pada momen itu; Ia tidak ingin mati.

Ia syok. Ia syok gara-gara menyadari ia sebetulnya ingin hidup.

Ia mulai merasa kualitas medioker dan kekecewaan merupakan takdirnya, yang tampaknya berulang dalam setiap generasi, sebagaimana apa yang menimpa kakek dari pihak ibunya, juga ibunya, begitu juga dengan Ayah Nora, Geoff, juga Nenek Nora dari ayahnya.

Butuh dua jam untuk kembali ke pelbuhan kecil di Longyearbyen, dimana orang-orang terkesan dengan kisah Nora, begitu juga Ingrid, yang mengajaknya untuk merayakan hal itu dengan makanan enak. Di sana, Hugo mempertanyakan sikap Nora dan kemudian mengungkapkan bahwa ia juga mengunjungi kehidupan-kehidupan.

Nora selalu kesulitan menerima dirinya sendiri. kini, ia membayangkan seperti apa rasanya menerima dirinya sendiri sepenuhnya.

Hugo mengungkapkan kisahnya sebagai seorang slider, dimana ia telah bertemu dengan slider-slider lainnya. Hugo mengungkapkan perihal kehidupan mereka sebagai Kehidupan Schrodinger, dan bahwa ia telah menjalani hampir tiga ratus kehidupan, dengan salah satunya sebagai suami dari Nora.

Di tengah sensasi yang menyenangkan, Nora teringat kata-kata Camus: Aku mungkin tidak yakin dengan apa yang betul-betul menarik bagiku, tapi aku amat sangat yakin dengan apa yang tidak menarik bagiku., diikuti dengan: Kalau sesuatu akan terjadi padku, aku ingin ada di sana?

Nora mempertanyakan identitas Mrs. Elm, yang kemudian mengungkapkan bahwa Nora harus menemukan kehidupan yang tepat untuk dihuni, dimana Nora memikirkan akses terdekatnya pada kebahagiaan adalah musik.

Nora mendapati seorang wanita mengelapi mukanya, dengan Ravi memegang stik drum, tanpa Joe di sana, dan Nora pun berusaha membawakan lagu Bridge Over Troubled Water.

Di hadapan puluhan ribu penggemar, Nora bagaikan Cleopatra yang tengah ketakuran, dimana ia melihat sebuah tato di lengan bawahnya bertuliskan: Semua hal indah liar dan bebas. Ia pun bernyanyi, Ravi memujinya dan memintanya membawakan Howl, yang segera Nora tolak. Di mobil, Joanna memberikan informasi, dimana Nora tetap berhubungan dengan Izzy, dan menerima telpon dari Ryan Bailey.

Ryan Bailey mengungkapkan salam perpisahan, yang menyadarkan Nora bahwa ia di kehidupan ini telah mencampakkan bintang film papan atas. Dan bus akhirnya tiba di hotel terbaik di Brasil.

Nora memenuhi permintaan beberapa fan sebelum akhirnya memasuki hotel, dimana ia diperkenalkan pada Marcelo, seorang podcast music: O Som. Setibanya di kamar suite, Nora menahan diri untuk tidak berujar wow, dimana terhidang nampan perak penuh keik madu Brasil.

Nora menghadapi wawancara dengan baik, bahkan terlalu baik, hingga ia akrhinya mengetahui apa yang terjadi pada kakaknya, Joe.

Nora memutuskan untuk berhenti karena semua itu terlalu menyakitkan, dimana Nora kemudian mendapati perpustakaan bergetar hebat, sehingga ia pun menerima saran Mrs. Elm bahwa pengalaman-pengalaman buruk pun memiliki tujuan.

Di tengah ingatan saat berumur tujuh belas tahun di Sungai, Nora memikirkan kata ekuidistan.

Ingatan itu membuat Nora menyadari bahwa kehidupan-kehidupan yang telah dicobanya merupakan perwujudan dari mimpi orang lain. Dimana Nora kemudian menemani Mrs. Elm bermain catur dan memilih kehidupan dimana ia bekerja dengan hewan-hewan.

Nora menikmati kehidupannya bekerja di tempat penampungan anjing, dengan sambutan hangat dari Pauline, dan seorang pacar bernama Dylan, yang bergaul akrab dengan anjing-anjing.

Bersama Dylan, Nora pergi ke sebuah restoran di Castle Road, di belokan dekat String Theory, yang tidak lagi beroperasi. Dalam prosesnya, Nora juga bertemu dengan Ash, yang menerima sapaannya dengan bingung.

Makan malam bersama Dylan di La Cantina, mengingatkan Nora saat bersama Dan. sembari makan taco kacang hitam, mereka membicarakan anjing dan sekolah, dimana Dylan mengungkapkan bahwa ia bertemu Mrs. Elm tempo hari.

Nora kembali ke rumah Dylan untuk menonton film Ryan Bailey; Last Chance Saloon, dimana ia mendapati rumah tersebut dipenuhi anjing, sehingga Nora menyadari bahwa rasa suka itu ada batasnya.

Dengan bantuan Mrs. Elm, Nora berada di kehidupan dengan nama Nora Martinez, ia menikah dengan pria berdarah Amerika-Meksiko bernama Eduardo, yang memeiliki perkebunan anggur kecil di California.

Nora memahami sesuatu, bahwa yang penting ialah tidak pernah menyerah dengan gagasan akan ada sebuah kehidupan di suatu tempat yang bisa dinikmati. Ia pun mengambil banyak buku di rak-rak dan mencicipi banyak kehidupan berbeda. Masalahnya, semakin banyak kehidupan yang dijalaninya, semakin sulit baginya untuk betah di mana pun, hingga akhirnya Nora mulai kehilangan jati dirinya.

Nora berada di Perpustakaan Tengah Malam yang gelap, dengan Mrs. Elm yang cemas, dimana filsafat mengarahkan Nora mengingat akan kebaikan, dan Ash.

Nora mendapati dirinya berada di sebuah ranjang yang gelap bersama seorang pria, Ash. Ia pun segera beranjak keluar kamar dengan mambawa ponselnya hanya untuk mendapati seorang anak Perempuan berumur sekitar empat tahun memanggilnya Mummy dan mengungkapkan bahwa ia mendapatkan mimpi buruk.

Nora bermain tanya-jawab dengan anak perempuan tersebut. Ia bernama Molly, memberitahu Nora apa yang ia ketahui.

Setelah sapaan pagi dari Ash, yang kemudian pergi jogging, Nora menyadari betapa bagusnya kehidupan ini, terutama setelah ia mengecek email dan barang-barangnya di rumah.

Nora menyadari bahwa ia bisa bahagia di kehidupan ini, dimana ia mendapati Ash sebagai orang yang baik, mengkhawatirkan keadaannya. Nora seringkali khawatir ia mungkin kembali ke Perpustakaan Tengah Malam, dimana ia pun akhirnya bercinta dengan Ash dan menceritakan perihal dunia pararel.

Selama liburan tengah semester, Nora sekeluarga mengunjungi Joe dan Ewan di Hammersmith, dimana Joe terlihat sehat, dan Nora menanyakan perihal kekecewaan Joe tentang band.

Minggu-minggu berlalu, Nora mulai merasa sesuatu yang luar biasa mulai terjadi, ia mulai mengingat hal-hal sebagiamana kepingan puzzle. Ia juga sangat suka menghabiskan waktu bersama Molly, yang tengah gemar menaiki sepeda roda tiga, dan sempat terjatuh, dimana Nora pun menyadari bahwa ini bukanlah kehidupannya.

Di Panti Wreda Oak Leaf, Nora menyadari keberadaan Mr. Banerjee yang tidak mengenalinya, dimana Nora kemudian mendapatkan kabar bahwa Louise Elm telah meninggal dunia beberapa minggu sebelumnya.

Nora melangkah keluar ke Shakespeare Road, dimana ia melewati rumah Mr. Banerjee yang sekarang ternyata ditempati oleh Kerry-Anne. Di jalan utama, Nora mendapati keributan, dan Leo, murid les piano, merupakan pelaku yang tengah ditangkap polisi.

Nora mendapati String Theory juga tutup, dimana ia teringat akan masa remajanya bersama Joe bercanda tentang HMP Bedford. Dalam perjalanan pulang ke Cambridge, Nora memberitahu dirinya sendiri bahwa ini kehidupan terbaik.

Nora segera memasuki rumah dan menemui Ash, juga Molly, yang tengah asyik bermain sepeda roda tiga di belakang rumah. Ia mengungkapkan betapa ia mencitai mereka.

Di Perpustakaan Tengah Malam, Nora meminta Mrs. Elm untuk mengembalikannya ke kehidupan itu, atau variasi terdekatnya, dan langit-langit mulai runtuh, buku-buku terbakar, dan waktu kembali berjalan. Mendapati Nora mengungkapkan Aku tidak inging mati, Mrs. Elm mengarahkannya menuju gang kesebelas disertai sebuah pena plastic warna jingga.

Nora pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh Mrs. Elm, dimana ia harus berusaha sekuat tenaga sebelum akhirnya mendapatkan buku hijau itu, dan akhirnya ia tuliskan: AKU HIDUP.

Pada satu menit dan 27 detik selepas tengah malam, Nora Seed muncul dalam keadaan muntah dan terseret-seret pergi ke luar untuk meminta pertolongan, hingga ia roboh di keset Mr. Banerjee.

Hidup. Sartre pernah menulis, dimulai di sisi lain keputus-asaan. Dan Nora berada di ranjang rumah sakit, menjawab pertanyaan perawat dan memposting dengan judul Satu Hal yang Kupelajari (Ditulis oleh Bukan Siapa-siapa Yang Telah Menjadi Semua Orang).

Masalah sebenarnya bukanlah kehidupan-kehidupan yang kita sesali tidak kita jalani, melainkan rasa sesal itu sendiri. kita hanya perlu menjadi satu orang, satu eksistensi. Hal yang mustahil, kurasa, terjadi lewat menjalani hidup.

Joe datang menjenguk dengan membawa majalah National Geographic, mengungkapkan penyesalannya disertai keterpurukannya. Nora menerima pesan dari Izzy dan membuka laman International Polar Research Institute di Facebook. Ia pun diizinkan pulang, sempat melihat Ash di tempat parkir, dan ikut senang dengan rencana kakaknya untuk menjadi sound engineer dan berkenalan dengan Ewan. Dari balik jendela, Mr. Banerjee melihatnya dengan berseri-seri.

Nora mendapati segala sesuatunya terasa berbeda.. karena ia hidup. Nora sangat bersemangat mendengar kabar dari Doreean dan mengungkapkan betapa Leo sangat berbakat dalam piano.  Nora pun teringat akan paradoks gunung berapi (sumber kehancuran tetapi juga kehidupan).

Mrs. Elm kelihatan jauh lebih tua daripada waktu di Perpustakaan Tengah Malam, dan Nora mengungkapkan bahwa ia memberi les piano dan membantu di penampungan tunawisma, dimana ia bersedia untuk selalu menyediakan waktu satu jam untuk bermain catur.


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


 
;