Saturday, September 8, 2018 0 comments

Sinopsis "Shahih Shirah an-Nabawiyah" Bahasa Indonesia


Shahih Sirah An-Nabawiyah
By: Akram Diya Al-Umari

Penulisan sejarah kenabian seharusnya mengikuti metode ahli hadist, yakni dengan mengutamakan al-Qur'an dan Hadist-Hadist Shahih.

Nabi Muhammad memiliki kesempurnaan lahirilah dan suka menjaganya dengan akhlak Al-Qur'an, dimana Beliau memiliki nasab yang baik.

Kakek beliau, Abdul Mutthalib merupakan penemu air zam-zam dan pernah bernadzar akan menyembelih salah seorang anak laki-lakinya jika ia dikaruniai 10 orang anak laki-laki. Dimana undian mengarah pada Abdullah, sehingga ditukar dengan 100 ekor unta, dimana Abdullah kemudian menikah dengan Aminah, yang kemudian melahirkan Nabi Muhammad, dimana Abdullah wafat ketika beliau masih berada dalam kandungan.

Beliau lahir pada hari senin, 12 Rabiul Awwal, tahun gajah. Ketika disusui oleh Halimah As-Sa'diyah, beliau mengalami pembelahan dada, sehingga dikembalikan ke Aminah. Beliau tinggal bersama sang ibu kira-kira 2 tahun sebelum ia wafat ketika beliau berusia 6 tahun. Beliau kemudian berada dalam asuhan Abu Thalib setelah diasuh oleh Abdul Mutthalib yang wafat ketika beliau berusia 8 tahun.

Di masa remajanya, beliau menyaksikan perjanjian Halaful Muthayyibin dan Halaful Fudhul. Beliau menikah dengan Khatijah binti Khuwalid dan dikaruniai 2 putra serta 4 putri.

Adalah Allah menjaga Rasulullah dari perbuatan dosa seperti membuka aurat, memakan sembelihan untuk berhala, dan lain sebagainya.

Sesungguhnya kabar kedatangan Rasulullah telah disebutkan di kitab-kitab sebelumnya, seperti dalam Injil Barnabas, hujjah kaum Yahudi sebelum diutusnya beliau, ataupun penyataan Heraclius, pemimpin Romawi.

Wahyu pertama kali turun pada hari Senin di bulan Ramadhan dan Khadijah membawa beliau menemui Waraqah, dimana wahyu tidak lagi turun dalam waktu yang lama. Dan adalah beliau menerima wahyu dalam keadaan sadar selama 23 tahun, 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah.

Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3-4 tahun, dan yang pertama-tama masuk Islam ialah, Khadijah, Zaid bin Haritsah, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Bakar. Ada pula dari golongan Jin, diantaranya ialah Jin Nasbain.

Setelah mendapatkan perintah untuk berdakwah secara terang-terangan, Rasulullah mengumpulkan orang-orang untuk memberikan peringatan dan Abu Lahab langsung memberikan penghinaan. Diantara yang masuk Islam ketika itu adalah Abu Dzar, yang berhasil mengislamkan setengah kaumnya. Begitu juga Dhomad, seorang penjampi yang berniat menyembuhkan Rasulullah.

Kaum muslimin mendapatkan siksaan yang berat, terutama mereka yang lemah, diantaranya ialah bilal, yang kemudian dibebaskan oleh Abu Bakar. Setelah hijrah beliau ke Madinah, beliau mendapatkan perintah mendirikan shalat di setengah malam, dan hal ini beliau kerjakan bersama sahabat-sahabatnya. Menanggapi hal itu, 11 pria dan 5 wanita, hijrah ke Habsyah pada bulan Rajab tahun ke-5 kenabian. Disusul oleh 80 orang lebih. Menanggapi hal itu, Quraisy mengirim utusan dengan membawa hadiah pada Najashi.

Kaum muslimin juga mengalami pembaikotan yang ditujukan khususnya pada Bani Hasyim selama 2- 3 tahun. Tak lama setelah itu, Rasulullah mendapati Abu Thalib meninggal dunia, disusul oleh istri beliau, Khadijah. Rasulullah kemudian pergi ke Thaif untuk berdakwah, namun mendapatkan penolakan yang keras dari mereka. Sekembalinya ke Makkah, beliau mengalami Isra’ Mi’raj, dan diturunkanlah perintah shalat 5 waktu.

Selanjutnya beliau seringkali berdakwah pada kerumunan orang, terutama saat musim haji. Dengan datangnya kaum Anshar menemui beliau, terjadilah Baiat Aqabah yang pertama dan kedua. Maka hijrahlah kaum muslimin menuju ke Madinah, sementara Rasulullah hijrah secara sembunyi-sembunyi dengan ditemani oleh Abu Bakar. Beliau tiba di Madinah disambut denga meriah oleh Kaum Anshar, dan beliau tinggal di rumah Abu Ayyub Al-Anshari selama 7 bulan.

Rasulullah segera mensyariatkan undang-undang persaudaraan, yakni antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar, agar mereka saling tolong menolong satu sama lain, dimana hukum waris kemudian dihilangkan. Disusul oleh perjanjian dengan kaum Yahudi yang dikenal sebagai Piagam Madinah, dan perjanjian antara Muhajirin dan Anshar yang dikenal dengan Piagam Madinah II. Diantara para Muhajirin ada yang menjadi ahli shuffah, +- 70 orang, dimana mereka mendapatkan perhatian khusus dari Rasulullah.

Bani Qainuqa’ mengingkari Piagam Madinah setelah terjadinya perang Badar, dengan menunjukkan permusuhan pada kaum muslimin, sehingga Rasulullah memerangi mereka dengan melakukan pengepungan selama +- 15 hari, membuat akhirnya Bani Qainuqa’ diusir dari Madinah. Bani Nadhir juga melakukan pengkhianatan, sehingga Rasulullah memerangi mereka dengan pengepungan selama 6 hari 6 malam, membuat Bani Nadhir terusir dari Madinah. Mengetahui pengkhianatan Bani Quraidzah, Rasulullah memerangi mereka sekembalinya dari Perang Khandaq, yakni dengan pengepungan selama 25 hari, hingga akhirnya Bani Quraidzah menyerah dan menerima keputusan Saad bin Mu’adz. Yahudi Khaibar mulai menampakkan permusuhan mereka setelah pengusiran Bani Nadhir, dan dengan adanya Perjanjian Hudaibiyah di tahun ke-6 Hijriah, Rasulullah memerangi Khaibar dan menaklukkannya, dimana beliau membiarkan penduduknya tetap tinggal dengan ketentuan.

Rasulullah mengirimkan pasukan kecil untuk menghadang kafilah dagang Quraysi. Rasulullah juga mengubah kiblat dari Baitul Maqdis menuju Ka’bah setelah 16/17 bulan hijrah ke Madinah. Setelah mendengar kabar kafilah dagang Quraysi bergerak dari Syam, Rasulullah mengirim Basbas untuk memata-matai mereka, diikuti lebih  dari 300 personil dibawah kepemimpinan Rasulullah sendiri. Sementara itu, mendengar berita dari Dhamdham, sekitar 1000 pasukan Quraysi pergi membantu. Disaat kaum muslimin tidur, Rasulullah shalat dan memanjatkan doa, memohon pertolongan Allah, dan Allah mengabulkannya dengan mengirimkan malaikat-malaikat untuk membantu mereka dalam peperangan, sehingga para pembesar kaum Quraysi banyak yang menjadi tawanan, dimana Rasulullah memperlakukan para tawanan tersebut dengan baik. Peperangan kecil kemudian terjadi, yakni perang Qarqarah Al-Kudr, Sawiq, Dzi Amar, Bahraan, dan Al-Qaradah.

Perang Uhud terjadi pada Syawal 3 H, dengan 3000 pasukan Quraysi dibawah pimpinan Khalid bin Whalid dan Ikrimah bin Abi Jahal, sedangkan pasukan muslimin sekitar 1000 orang, dimana Ibnu Ubay bin Salul menarik diri bersama 300 munafikin. Rasulullah menempatkan 50 pemanah dibawah pimpinan Abdullah bin Jubair di Gunung ‘Ainain. Pertempuran sengit terjadi, dimana para pemanah yang menyaksikan banyaknya Ghanimah disebabkan mundurnya pasukan Quraysi, meninggalkan pos mereka. Khalid bin Walid mengambil kesempatan itu dan mendesak pasukan muslimin, dimana tersebar kabar bahwa Rasulullah telah meninggal. Peperangan terus berlanjut hingga Rasulullah menarik pasukan menuju celah-celah gunung Uhud, dimana Allah menurunkan rasa kantuk bagi sebagian kaum muslimin. Abu Sufyan menanyakan perihal kaum muslimin, dan Rasulullah memerintahkan untuk tidak memberikan jawaban hingga Umar angkat bicara dan membalas perkataan Abu Sufyan mengikuti perintah Rasulullah. Setelah bersepakat untuk kembali berperang setahun kemudian, Rasulullah mengirim Ali untuk memastikan pergerakan kaum Quraysi. Rasulullah kemudian memakamkan para syuhada’, yakni 70 orang. Setelah kembali ke Madinah, Rasulullah mengirim pasukan ke wilayah Hamraa’ Al-Asad.

Rasulullah mengirim Abu Salamah bin Abdil Asad bersama 50 orang lainnya untuk menumpas Thulaihah Al-Asadi, mengirim Abdullah bin Unais Al-Juhani menumpas Khalid bin Sufyan Al-Hudzali. Bani Hudzail berusaha melakukan pembalasan, bekerjasama dengan Bani Lahyaan, dan terjadilah Tragedi Al-Rajii’. Rasulullah juga mengirim 70 orang Qari’ dibawah kepemimpinan Al-Mundzir bin Amru Al-Khazraji untuk berdakwah di Najed, namun mereka diperdaya dan dibunuh oleh suku Ri’l dan Dzakwan. Rasulullah kemudian memimpin pasukan untuk menumpas Bani Lahyaan.

Dzulqa’dah tahun ke-4 H, Rasulullah bersama 1500 personil, pergi ke Badar hingga 8 hari berkemah di sana, namun tak mendapati kedatangan kaum Quraysi. Pada tahun itu, Rasulullah menikah dengan Zainab binti Jahsy Al-Asadiyah, diharamkan khamer, dan diwajibkan hijab. Atas informasi dari Buraidah bin Al-Husaib, pada Sya’ban tahun ke-5 H, Rasulullah berangkat bersama pasukannya menyerbu perkampungan Bani Musthaliq, dan berhasil menawan sekitar 100 orang.

Sekembalinya ke Madinah, Rasulullah menerima cercaan dari golongan munafikin seputar Aisyah, yang dipelopori Ibnu Ubay bin Salul, yang berusaha mengobarkan api fanatisme kesukuan. Dimana Rasulullah kemudian menikahi Juwairiyah.

Mengetahui terbentuknya persekongkolan (Al-Ahzab) yang dipelopori oleh Bani Nadhir, Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabat, kemudian menggali parit atas saran dari Salman. Perang berlangsung dengan pengepungan sekitar 24 malam, yakni pada Syawal tahun ke-5 H, dengan 3.000 kaum muslimin melawan 10.000 kaum musyrikin, dimana 8 muslimin syahid. Rasulullah kemudian mengirim 300 pasukan dibawah pimpinan Abu Ubaidah ibnul Jarrah untuk mengintai kafilah dagang Quraysi, dimana mereka mengalami kelaparan sehingga dinamakan sebagai Jaisyul Khabth.

Bersama 1.400 orang, Rasulullah berangkat pada Senin Dzulqa’dah tahun ke-6 H untuk melakukan umrah, dimana beliau melaksanakan Shalat Khauf di ‘Usfan. Mendapati pasukan Quraysi telah terlebih dahulu tiba di Hudaibiyah, Rasulullah mengutus Utsman untuk menyampaikan tujuan kaum Muslimin, sehingga terjadilah Bai’atur Ridlwan. Dengan datangnya Suhail bin ‘Amru sebagai utusan Quraysi, maka terjadilah perjanjian Hudaibiyah. 17/18 bulan kemudian, Bani Khuzaah yang diserang oleh Bani Bakr dengan bantuan Quraysi, pergi meminta bantuan Rasulullah, sehingga berakhirlah perjanjian Hudaibiyah.

Rasulullah mengirimkan utusan-utusan untuk menyampaikan surat beliau kepada para penguasa di luar tanah arab, seperti Romawi, Persia, Habasyah, Mesir, dan Yamamah. Terjadi pula perseteruan dengan kaum Badui hingga terjadi perang Dzatilqara’ dan Dzaturriqa’, juga kisah Akal dan Urainah. Dan pada Dzulqa’dah, 7H, Rasulullah melakukan Umra Qadha’, sesuai dengan Perjanjian Hudaibiyah, beserta 2000 orang selain wanita dan anak-anak. Pada Jumadil Ula, Rasulullah mengutus 3.000 pasukan menuju Syam dibawah kepemimpinan Zaid bin Haritsah – Ja’far bin Abi Thalib – Abdullah bin Rawahah. Setibanya di Ma’an, mereka mendapatkan kabar bahwa di Ma’ab terdapat 100.000 pasukan Romawi dan 100.000 lainnya dari Arab Nasrani. Namun mereka tetap melanjutkan perjalanan hingga terjadilah Perang Mut’ah, dimana Khalid bin Walid diangkat sebagai panglima setelah gugurnya 3 panglima, dan ia berhasil menarik mundur Pasukan Muslimin hingga hanya terdapat 13 Syuhada’. Beberapa hari kemudian , Rasulullah mengirim 300 pasukan dibawah pimpinan ‘Amr bin Ash menuju Dzatus-Salasil untuk memberi pelajaran terhadap Bani Qudha’ah.

Dengan 10.000 pasukan muslim, Rasulullah pergi menaklukkan kota Makkah pada 10 Ramadhan tahun ke-8 H. Rasulullah memasuki Makkah dengan membagi pasukan menjadi 3 kelompok, dimana Quraysi memberikan sedikit perlawanan sehingga memakan 24 korban. Rasulullah menghalalkan 6 darah Quraysi dan mengizinkan Bani Khuza’ah melakukan yang mereka kehendaki terhadapan Bani Bakr hingga waktu ashar tiba. Rasulullah kemudian mengampuni penduduk Makkah, membuat penduduknya berbondong-bondong masuk Islam, dimana Rasulullah kemudian seringkali berpidato untuk menyampaikan hukum-hukum Allah.

Pada Syawal 8 H, Rasulullah mengirim 350 pasukan dibawah pimpinan Khalid bin Walid menuju Bani Judzaimah di Yalamlam untuk mengajak mereka masuk Islam. Sementara itu, dibawah komando Malik bin ‘Auf, kabilah Hawazin dan Tsaqif berjumlah 20.000 pasukan. Setelah mengutus Abdullah bin Abi Hardah, Rasulullah beserta 10.000 + 2.000 (Ath-Thulaqaa’) pasukannya pergi menuju Hunain dan tiba di sana pada 10 Syawal. Hawazin tiba lebih dahulu di lembah Hunain, membuat kaum muslimin terdesak, bahkan banyak yang melarikan diri, namun Rasulullah menguatkan tekad kaum muslimin, membuat mereka kembali dan memaksa musuh melarikan diri, dimana 4 orang muslim syahid. Rasulullah kemudian melakukan pengejaran ke Nakhlah dan Autas hingga tiba Tsaqif pada 20 Syawal, dimana orang-orang Tsaqif bersembunyi. Setelah beberapa malam di Ji’ranah, Rasulullah membagi-bagikan ghanimah, kemudian utusan Hawazin datang menyatakan keislaman mereka dan memohon agar para tawanan dikembalikan. Disusul oleh utusan Tsaqif pada Ramadhan 9 H.

Pada Rajab 9 H, Rasulullah memimpin 30.000 pasukan Al-‘Usrah menuju Tabuk. Dalam persiapannya, Rasulullah menekankan akan shadaqah, dimana orang-orang munafik menampakkan sikap mereka, bahkan mendirikan Masjid Dhirar. Setibanya di Tabuk, Rasulullah mendapati para pemimpin kabilah memilih untuk berdamai dengan membayar jizyah, sehingga Beliau kembali ke Madinah setelah 20 malam berada di sana.

Tahun ke-9 H disebut juga sebagai tahun delegasi, dimana lebih dari 60 delegasi datang menyatakan keislaman mereka. Pada bulan Dzulhijjah Abu Bakar memimpin 300 sahabat untuk mengerjakan Haji, yang disusul oleh Ali untuk menyampaikan perintah Rasulullah. Dimana Rasulullah juga mengirimkan juru-juru dakwah ke daerah-daerah terpencil. Setelah mengerjakan Haji Wada’ pada 5 Dzulqa’dah 10 H, Rasulullah menyiapkan pasukan ke Syam dibawah pimpinan Usamah bin Zaid bin Haritsah. Namun 2 hari kemudian Rasulullah jatuh sakit selama 10 hari hingga akhirnya wafat pada Senin, 12 Rabi’ul Awal, dalam usia 63 tahun.

Islam telah menyerahkan ihwal perkara ghaib sebatas ruang lingkup uluhiyah, rububiyah, wahyu, dan nubuwwat. Rasulullah mengarahkan ummatnya untuk memikirkan ciptaan-ciptaan Allah, yang merupakan bukti keberadaan Al-Khaliq. Alqur’an telah menyebukan Nabi-nabi Allah yang harus kita Imani, yakni Adam, Nuh, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, Idris, Yunus, Hud, Syu’aib, Shalih, Luth, Ilyas, Ilyasa’, Dzulkifli, Isa, dan Muhammad. Sesungguhnya para Nabi itu tidaklah menyampaikan risalah melainkan itu merupakan risalah Allah.

Alqur’an itu mukjizat Allah yang kekal untuk Rasul-Nya, Muhammad, yang mengungkapkan kepada manusia hakekat diri mereka. Mukjizat lainnya ialah peristiwa pembelahan dada Rasulullah ketika masih kecil dan sebelum Isra’ Mi’raj, terbelahnya bulan, peristiwa-peristiwa memperbanyak makanan dan air, penyembuhan, berita hal-hal ghaib, percakapan dengan hewan tumbuhan juga benda mati, serta penjagaan Allah.

Di masa mudanya, Rasulullah menikahi Khadijah. Setelah Khadijah wafat, Rasulullah menikahi Saudah binti Zum’ah, lalu Aisyah, lalu Hafsyah, lalu Zainab binti Khuzaimah, lalu Ummu Salamah binti Abu Umayyah, lalu Juwairiyah binti Al-Harits, lalu Zainab binti Jahsy, lalu Ummu Habibah binti Abu Sufyan, lalu Maimunah binti Al-Harits. Sementara sahabat-sahabat utama Beliau ialah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Az-Zubair, Sa’ad bin Malik, Abdurrahman bin ‘Auf, dan Said bin Zaid, dimana mereka mendapatkan jaminan surga.




Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat]
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.

Saturday, September 1, 2018 0 comments

Sinopsis "Tjita-Tjita Saudara Akan Berhasil" Bahasa Indonesia


Tjita-Tjita Saudara Akan Berhasil
By: Sumantri Mertodipuro

Sukses sejati berarti memperkembangkan pribadi sebaik-baiknya. Dasar sukses ialah pikiran yang membangun, bisa dengan membaca buku ataupun mengucapkan kata-kata gembira dan bersemangat sebelum tidur.

Badan adalah semacam mesin yang harus dirawat sebaik-baiknya. Ia memerlukan makanan, cahaya, kerja, udara segar, dan tidur.

Orang tanpa tujuan hidup adalah laksana kapal tanpa pedoman, tanpa kemudi. Tujuanlah yang memberi arti dan isi pada kehidupan manusia. Maka dari itu buatlah tujuan hidup Anda disertai rencana yang jelas dan tegas.

Sukses kita dalam hidup ini sebagian besar ditentukan oleh tenaga kemauan yang kita miliki. Yang terpenting dalam disiplin ialah untuk tunduk pada suatu perintah dan mengerjakan-nya tanpa membantah. Orang yang kuat kemauannya gembira hidupnya. “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” harus menjadi semboyan kerja Anda.

Orang yang pikirannya teratur memilih sendiri pikiran dan perasaan apa yang boleh masuk dalam dunia pikirannya. Cobalah untuk mengistirahatkan tubuh Anda selepas-lepasnya, biarkan pikiran Anda tenang dan pilihlah setiap hari satu hal baru untuk dipikirkan.

Orang yang unggul memiliki kemampuan untuk berkonsentrasi, dimana ia terus-menerus dalam waktu tertentu memusatkan pikiran pada satu tujuan. Kurangnya pengetahuan, adanya gangguan dari luar, daya penarik soal lain, dan lelah merupakan contoh hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi. Cara mengatasinya ialah dengan menghubungkan apa yang tidak Anda ketahui dengan apa yang Anda ketahui.

Siapa yang tak mengatur & menyusun pikirannya, pekerjaannya, dan waktunya, ia akan tinggal terbelakang. Jika menghadapi masalah yang sulit, pecah-pecahlah masalah tersebut dan selesaikan satu persatu. “Tempat yang pasti bagi setiap barang, dan setiap barang ditempatnya masing-masing”, harus menjadi semboyan Anda.

Siapa cepat, dapat, inilah yang disebut inisiatif. Dimana Anda melihat kesempatan, membuat rencana singkat, laksanakan rencana itu. Janganlah ragu-ragu dan ambilllah pelajaran dari sebuah kegagalan. Biasakanlah bertindak cepat dalam perbuatan-perbuatan Anda sehari-hari. Pusatkanlah perhatian pada apa yang Anda inginkan, jangan menunggu, tapi seranglah.

Salah satu syarat untuk maju adalah kecakapan untuk memimpin orang lain. Dimana ia memberi petunjuk dan bukan perintah. “Lebih baik bertanya dari pada langsung memerintah” merupakan nasehat yang tepat bagi pemimpin yang baik, ia juga jujur, rajin, bertindak cepat, dan percaya pada dirinya sendiri.

“Tak ada orang yang dapat menyakiti hati Anda, kecuali Anda sendiri” (Mahatma Gandhi). Penting sekali untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang di sekitar Anda. Dengan bersikap menyesuaikan diri dengan adat istiadat yang berlaku. Memberi teladan adalah lebih cepat kerjanya daripada pidato-pidato yang bagaimanapun bagusnya.

Orang yang percaya pada diri sendirinya akhirnya akan menimbulkan kepercayaan pada orang lain. Maka dari itu bergaullah dengan orang-orang yang mempunyai kepercayaan pada diri-sendiri. Tulislah sifat-sifat dan kemampuan-kemampuan yang Anda miliki secermat-cermatnya, dan pergunakan dengan sebaik-baiknya. Pikirkanlah juga sifat-sifat baik yang ingin Anda miliki. Jika mengerjakan sesuatu, lakukanlah dengan penuh kesadaran dan dengan sikap yang pasti.

Ketenangan adalah sumber kemenangan. Autosugesti, yakni memberi saran pada diri sendiri adalah salah satu cara untuk menanamkan rasa tenang pada diri-sendiri. Pergilah sehari dua kali ke tempat yang sunyi, jangan bergerak sedikitpun dan katakanlah sebanyak 50x secara perlahan dan jelas “saya tenang.”

Jumlah uang yang dimiliki belum boleh dijadikan ukuran, berhasil tidaknya hidup seseorang. Namun, uang adalah alat yang penting dalam kehidupan modern. Maka dari itu bukankah lebih baik jika Anda mengatur keuangan Anda dengan baik, dengan syarat:
a. membuat anggaran belaja,
b. menabung,
c. dan jangan berhutang, jika tak sangat perlu.

Setiap orang adalah arsitek masa depannya sendiri. Maka dari itu putuskanlah “aku harus belajar berdiri-sendiri.”




Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat]
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.

Saturday, August 25, 2018 0 comments

Sinopsis "Matahari" Bahasa Indonesia


Matahari
By: Tere Liye

Aku dan Seli menonton pertandingan tim basket sekolah kami dalam pertandingan semifinal antar SMA di sekolah kami, dimana Ali, sahabat kami yang baru sebulan bergabung dalam tim basket sekolah, tiba-tiba menjadi sangat populer karenanya. Dan aku sungguh tak percaya Ali bisa bermain basket, mahir pula.

Setelah melewati pertempuran hidup-mati di Klan Matahari, Aku, Seli, Ali, Miss Selena, dan Av, menggendong tubuh kaku Ily ke rumah Ilo. Dimana Aku, Seli, dan Ali, bersikeras untuk tidak pulang sebelum menghadiri pemakaman Ily. Setibanya di rumah Seli, Aku dan Ali segera pulang ke rumah masing-masing. Ayah dan Ibu menyambut kedatangannku dengan hangat, begitu juga Si Putih, dimana aku berusaha bersikap riang sambil menyerahkan oleh-oleh.

Hari pertama di kelas XI, Ali menjemputku, memberitahukan tabung logam yang didapatkannya dari Av. Dengan banyaknya informasi dalam tabung logam, Ali mengusulkan untuk pergi ke Klan Bintang menggunakan buku matematika yang kumiliki, namun Aku menolaknya dengan keras. Kehidupan berjalan normal, dimana Aku seringkali melatih kekuatannya, dan Ali tetap berusaha membujukku. Namun Ali akhirnya memutuskan mencari cara lain untuk bisa pergi ke Klan Bintang, hingga ia tiba-tiba diterima di tim basket sekolah.

Pertandingan final dimulai, dimana Ali dengan sekejap berhasil mencetak angka, membuat Tim Lawan memperketat pertahanan mereka dengan kontak fisik yang keras, sehingga Tim Kami banyak mengalami cedera. Mendapati Ali semakin kesal, Seli dan Aku menjadi cemas, sehingga Aku memutuskan untuk membawa Ali pergi dari aula hanya untuk mendapati sesuatu telah membawa Ali terlebih dahulu. Aku pun segera mengikuti cahaya kuning keemasan yang berteleportasi dengan cepat bersama Seli. Namun ketika sudah sangat dekat, kapsul perak melancarkan serangan, membuat Kami kehilangan jejak Ali. Tak lama kemudian, Aku menyadari bahwa kapsul itu menuju ke rumah Ali, sehingga Aku pun segera menuju ke sana bersama Seli.

Setibanya di rumah Ali, Aku dan Seli menelurusi setiap ruangan hingga ke ruang bawah tanah, dan menemukan kapsul perak di ujung ruangan, dengan Ali yang keluar dari sana. Setelah mengambil nafas, Ali menjelaskan mengenai kapsul perak tersebut, memperkenalkannya dengan sebutan Ily, dan mengajak kami untuk menaikinya keliling kota.

Di sekolah, para fans menanyakan alasan Ali menghilang, dan dengan santai Ali menjawab ia ke kamar mandi karna sakit perut. Dengan hanya kami bertiga di kelas, Ali kembali mengusulkan untuk pergi ke Klan Bintang, dengan cara melalui lorong kuno. Setelah 3 hari tidak masuk sekolah, Seli yang mencemaskan Ali, mengajakku pergi menjenguknya hanya untuk mendapati Ali tengah bermain basket di basement rumahnya. Mendapati kedatangan kami, Ali menunjukkan hasil kerjakerasnya menyempurkan Ily dan menunjukkan peta perut bumi hasil pencarian Ily pada kami. Namun tak ditemukan lorong kuno di sana.

Setelah makan malam bersama orangtuaku, Aku yang tengah bermain-main dengan si putih, mendapati kapsul perak di luar jendela kamar, yang kemudian membawaku masuk ke dalamnya, dimana Ali menunjukkan bahwa ia telah menemukan lorong kuno. Kami kemudian pergi ke rumah Seli, dimana Mama Seli menyarankan agar Aku segera memberitahukan orangtuaku.

Kami memutuskan untuk berangkat setelah ujian semester, namun Aku selalu mengurungkan niatku untuk mengungkapkan pada orangtuaku, dimana Ali terus-terusan mendesakku. Saat makan malam di malam sebelum keberangkatan, Aku berusaha keras untuk mengungkapkan pada orangtuaku dengan menunjukkan kemampuanku hanya untuk mendapati Orangtuaku merasa sedih, yang kemudian mengungkapkan kisah 16 tahun yang lalu, saat dimana mereka bertemu denganku. Keesokan harinya, Aku berpamitan pada orangtuaku, dimana Mama memberikanku pin perak, yang ditemukannya di ranjangku ketika aku dilahirkan.

Setelah berpamitan pada Ayah dan Ibu Seli, Kami berangkat menuju lorong kuno, dan tiba saat senja. Aku dan Seli turun dari kapsul perak untuk membuka jalan, dimana Kami harus berhadapan dengan ular besar yang menjaga pintu lorong. Setelah berhasil membuka pintu masuk menuju lorong kuno, Kami pun memulai perjalanan menelurusi lorong tersebut.

Setelah beberapa jam menelusuri lorong kuno, Ali menghentikan perjalanan untuk makan malam sambil menjelaskan lapisan bumi pada Kami. Sementara Ali dan Seli beristirahat, Aku mengemudikan Ily hingga tiba di tempat persimpangan dengan 4 lorong. Kami turun dari kapsul untuk mencari petunjuk lorong yang harus dilewati dengan memeriksa reruntuhan bangunan, dimana ular-ular besar menampakkan diri dan menyerang kami. Setelah berhasil kembali ke kapsul, Ali segera memegang kemudi dan menuju salah satu mulut lorong yang ia yakini sebagai lorong menuju Klan Bintang.

Setelah seharian melintasi lorong landai, kami tiba di ruangan penuh kristal yang meruncing di segala sisi. Aku dan Seli turun dari kapsul untuk membuka jalan menuju lorong yang tertutup oleh kristal. Namun Aku segera menyuruh Seli kembali ke dalam kapsul disebabkan ada sesuatu yang mendekat. Dimana tak lama kemudian, kelelawar-kelelawar besar menyerang kami dan menutup jalan keluar. Sementara Ali mengalihkan perhatian para kelelawar tersebut, Aku berusaha membuka jalan menuju lorong. Namun sebelum Aku selesai menghancurkan kristal-kristal yang menutupi lorong, para kelelawar berdatangan menyerangku.

4 orang keluar dari lorong dan menyelamatkan kami dengan mengusir para kelelawar. Kesempatan ini kami gunakan untuk segera memasuki lorong menggunakan Ily, namun mereka menangkap kami bersama Ily. Setelah memasuki lorong yang tersembunyi dalam lorong kuno, Kami akhirnya tiba di sebuah lembah hutan yang cerah, dimana Kami diperintahkan untuk pergi menuju rumah terbesar di tempat tersebut.

Seorang wanita tua bernama Faar menyambut kami dengan hangat. Dan setelah menanyakan alasan kedatangan kami, ia menceritakan kisah si Tanpa Mahkota, seorang putra raja Klan Bulan yang ditinggal mati ibunya, dimana sang ayah yang menikah lagi, menjadikan adik tirinya sebagai penerus tahta. Faar juga menceritakan asal muasal berdirinya Klan Bintang, yakni usaha para Klan untuk mengendalikan aktivitas gunung meletus.

Aku, Seli, dan Ali beristirahat di kamar yang telah disediakan, dimana teknologi Klan Bintang menakjubkan kami. Pagi harinya, mengenakan pakaian canggih, kami sarapan bersama Faar, dimana sarapan yang disajikan juga merupakan hasil teknologi. Setelah Faar mengajak kami berkeliling, ia menunjukkan peta Klan Bintang melalui proyeksi 3 dimensi, dengan Zaramaraz sebagai ibukota. Faar kemudian meninggalkan kami di garasi, yang merupakan perpustakaan tak kasat mata.

Sebuah pasukan armada dibawah kepemimpinan Marsekal Laar tiba di lembah, dimana Laar meminta diri untuk berbicara dengan Faar sebagai teman. Menyadari maksud kedatangan Laar, Faar menunjukkan sikap ketidakbersahabatan pada Laar. Sekertaris Dewan Kota kemudian datang bersama beberapa pasukan, memaksa Faar untuk segera menyerahkan Kami. Faar dengan tegas menolak dan bersiap memberikan perlawanan, dan Laar mencoba untuk menenangkannya. Mendapati Faar bersikeras, Aku yang tak ingin membahayakan lembah, berusaha menenangkan Faar sekaligus menyerahkan diri.

Kami ditempatkan di sel karantina dalam kapal induk menuju kota Zaramaraz, dimana Laar menyerahkan sesuatu pada Ali disertai arahan-arahan pada kami sebelum kapal induk berangkat. Mengikuti aba-aba Ali, Aku bersiap-siap menggunakan kekuatanku untuk melarikan diri.

Setelah cukup jauh dari pusat kota, Kami membaur dengan masyarakat dan pergi menuju Restoran Lezazel, yang dengan mudah dicapai berkat kecerdasan Ali. Mengikuti arahan Ali, Aku dan Seli masuk ke Restoran Lezazel, menikmati hidangan pembuka sambil mencari-cari sosok Sang Hantu. Namun karna tidak memiliki petunjuk jelas, Ali akhirnya memutuskan untuk bertanya pada seorang pelayan.

Pelayan tersebut membawa kami menuju dapur bawahtanah di mana Sang Hantu berada. Tak lama kemudian Kaareteraak, yakni Sang Hantu, tiba dan memperkenalkan dirinya, menanyakan maksud kedatangan kami. Kaar mengarahkan kami menuju Lembah Hijau Faar menggunakan serbuk api Klan Matahari. Faar menyambut hangat kedatangan kami yang sudah diduganya, namun Faar tidak mendapatkan cara yang aman untuk mengembalikan kami ke permukaan. Ali menyarankan untuk menggunakan Buku Kehidupan, namun kudapati buku itu tak ada di tasku.

Atas saran Faar, Kami pergi tidur setelah makan. Namun Aku yang tak bisa tidur, memutuskan untuk jalan-jalan mengelilingi rumah Faar, mendengarkan Faar dan Kaar yang masih berdiskusi. Setibanya di kamar, kuceritakan pada Ali apa yang kudengar mengenai Dekrit Darurat yang akan dikeluarkan Dewan Kota. Pagi harinya saat sarapan, Faar mengusulkan untuk menyusup ke markas Dewan Kota, untuk mengambil kembali Buku Kehidupan.

Setelah melakukan persiapan, Faar memerintahkan Kaar untuk kembali terlebih dahulu, sementara Faar membawa kami menemui Meeraxareem, yang hendak menyajikan makan malam dengan rusa yang didapatkannya. Setelah makan malam, Meer menunjukkan cara untuk menyusup ke markas Dewan Kota, dimana Meer juga menyerahkan kacamata dan gumpalan karet pada Ali.

Setibanya di ruang bawahtanah Restoran Lezazel, Faar segera membuka jalan menuju salutan air dan memerintahkan kami untuk mengambil Buku Kehidupan, sementara Faar berusaha mengalihkan perhatian. Aku, Seli, dan Ali, berselancar dalam saluran pipa menuju markas Dewan Kota, namun terhadang oleh jeruji tebal. Mengikuti saran Ali, kami akhirnya tiba di markas Dewan Kota. Setelah sempat tertahan di aula utama, Kami akhirnya tiba di ruangan Sekertaris Dewan Kota dan segera mencari Buku Kehidupan hanya untuk mendapati pasukan Bintang membanjiri ruangan.

Aku, Seli, dan Ali memberikan serangan perlawanan untuk melarikan diri dari ruangan tersebut. Namun di aula utama, portal besar telah terbuka, mengirim ratusan pasukan dibawah kepemimpinan Sekertaris Dewan Kota. Mendapati provokasi Sekertaris Dewan Kota untuk menyerah setelah ditangkapnya Faar dan Kaar, Aku memutuskan untuk tetap memberikan perlawanan. Kami berhasil meloloskan diri dengan menghancurkan atap aula. Mendapati kapsul tempur dikerahkan, Kami hanya bisa melarikan diri sambil sesekali membalas serangan, namun tak berdampak banyak, hingga Seli mengerahkan seluruh kekuatannya dengan membuat angin tornado menggunakan reruntuhan bangunan setelah mendapati Ali terpojok, dimana hal itu juga tak berdampak banyak. Dalam keadaan terdesak, Ali maju seorang diri dan berhasil melumpuhkan seluruh kapsul tempur menggunakan granat EMP. Dipenuhi kemarahan, Sekertaris Dewan Kota memerintahkan untuk menurunkan Robot Z.

Menghadapi 12 Robot, kami kewalahan dan tertangkap, namun Seli kembali mengerahkan kekuatannya dan menggunakan pedang menyala untuk mengalahkan para Robot. Disebabkan kelelahan, Seli tak lagi mampu memberikan perlawanan, dimana Ali yang mendapati kami telah terpojok, merubah dirinya menjadi beruang raksasa.

Dengan kemampuan barunya, Ali dengan mudah mengalahkan para robot, membuat Sekertaris Dewan Kota memerintahkan kapal induk untuk memberikan serangan udara, membuat Ali terkapar tak sadarkan diri.

Aku terbangun di ruangan penjara dan mendengar suara Ali di ruangan sebelah, yang mengungkapkan bahwa telah 4 hari kami dikurung, sementara Seli dikurung di tempat yang berbeda. Dalam kesedihan, Ali mengingatkanku untuk selalu berpikir positif, dimana Ali kemudian mengungkapkan 2 rahasia kecil yang dimilikinya padaku.

Mendapati Buku Kehidupan di tas, Aku menanyakan pada Ali bagaimana bisa hal itu terjadi, dan petugas pemeriksaan kemudian datang untuk memeriksa keadaan kami sekaligus memberikan nutrisi. Sementara Ali beranjak tidur setelah menyuruhku berjaga, Aku kembali membuka Buku Kehidupan.

Dengan dimasukkannya pin, Buku Kehidupan menampakkan dirinya dan memperkenalkan diri, namun tak memberiku solusi bagaimana cara menyelamatkan Seli. Buku Kehidupan hanya mengungkapkan tujuan dari keberadannya.

Setelah membaca beberapa kisah yang tertulis dalam Buku Kehidupan, kubangunkan Ali karna jadwal pemeriksaan telah tiba, sekaligus kutanyakan padanya cara memaksimalkan kekuatanku.

Dengan meningkatkan kekuatan menghilangku, Aku berhasil keluar dari sel penjara, sekaligus membawa Ali menuju ke ruang isolasi untuk menyelamatkan Seli. Setelah berhadapan dengan ratusan pasukan Bintang yang dengan mudah dikalahkan oleh Seli, kami berhasil membebaskan Faar dan Kaar. Namun saat hendak membuka portal menggunakan Buku Kehidupan, tiba-tiba sebuah cincin portal besar terbuka.

Mendapati keadaan Pasukan Bintang, pilot pesawat memutuskan untuk membatalkan pendaratan, namun Kami telah terlebih dahulu masuk ke pesawat melalui pintu yang sempat terbuka. Di ruangannya, Sekertaris Dewan Kota menunjukkan keterkejutannya saat melihat Kami. Sementara Faar dan Kaar mengambil alih kemudi dan mengubah tujuan portal, Aku, Ali, dan Seli berhadapan dengan Sekertaris Dewan Kota, yang menertawakan Kami setelah mengetahui bahwa Kami bermaksud untuk pulang.



Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat]
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.

 
;