Book’s Kitchen
by: Kim Jee-hye
Hujan es menjelang fajar di ranting pohon
bunga plum, Yu-jin menyentuh kertas gambar 3D-nya yang akhirnya berhasil
diwujudkan di dunia nyata; Soyang-ri Book’s Kitchen (book cafe & book’s
stay).
Da-in debut sebagai penyanyi dengan nama
panggung “Diane” dan berhasil mendapatkan status Adik Perempuan Nasional tiga
tahun setelahnya. Tiba-tiba, Da-in merasa sosoknya di televisi bagaikan
cangkang kosong. Da-in teringat neneknya, yang sangat optimistis dan suka
berjalan-jalan menikmati sinar matahari. Ia datang ke Soyang-ri sepeninggal
sang nenek dan mendapati hanok tempat
tinggal neneknya telah berubah menjadi Soyang-ri Book’s Kitchen, dengan pohon
plum yang masih sama. Mendapati keberadaan Da-in, Yu-jin menyapa hangat, dimana
Da-in kemudian menceritakan kisahnya. Mendapati pertanyaan Da-in, Yu-jin
menceritakan bagaimana ia membeli tanah tersebut. Mengetahui Penulis Seo Jin-ah
tidak bisa datang, Yu-jin menawarkan Da-in untuk menginap di sana. Memenuhi keinginan
Da-in, Yu-jin menyiapkan kantong tidur untuk melihat bintang. Melihat
keberadaan bintang-bintang menyadarkan Yu-jin akan rahasia langit, dan ia
mengungkapkan hal itu pada Da-in, mengingatkan Yu-jin akan pemandangan matahari
terbit di Gunung Mai. Manajer Da-in tiba sekitar tengah malam dengan membawa
berbagai jenis roti kesukaan Da-in, dan mereka membicarakan perihal buku yang
hendak dipajang. Da-in meninggalkan Soyang-ri Book’s Kitchen dan menerima
hadiah buku terbungkus kertas bermotif polkadot dari Yu-jin.
Setelah empat tahun bekerja, Na-yun
mengalami slump. Dan saat ini, ia
menerima ajakan kedua temannya menuju Soyang-ri. Si-woo mengungkapkan
kedatangan teman-temannya pada Yu-jin, yang menanggapinya dengan resah, dimana
mereka menikmati kebersamaan di teras lantai 2. Mereka bangun pagi untuk
melihat matahari terbit dengan bersepeda menuju danau, dimana mereka juga
merayakan ulangtahun Na-yun. Na-yun memutuskan untuk ikut serta dalam acara
mengirim surat bersama buku Tsubaki Stationery Store di Malam Natal.
Choi So-hee sudah tiga tahun menjadi
pengacara di sebuah biro hukum kecil di Seocho-dong setelah menjalani tiga
tahun sebagai asisten hakim, dimana ia hendak mengajukan diri menjadi hakim.
So-hee memutuskan untuk melakukan reservasi ke Soyang-ri Book’s Kitchen,
mendengarkan lagu “Over the Rainbow” dalam film The Wizard of Oz di ruang kerja
lantai 1. Si-woo bingung mendapati tanggapan So-hee perihal Soyang-ri,
sementara Yu-jin dan Hyeong-jun pergi ke Soyang-ri Jazz Music Festival meskipun
tengah hujan lebat. Di festival, Yu-jin mendapati keberadaan So-hee, dan
menyapanya selesai acara. Sambil menikmati penekuk dan eskrim, ketiganya
membicarakan festival tersebut, dimana So-hee bertanya pada Hyeong-jun. Memecah
keheningan, So-hee mengungkapkan bahwa ia menderita kanker tiroid dan hendak
menjalani operasi. Menanggapi kisah So-hee, Yu-jin mengungkapkan bahwa ia
beruntung, sementara Hyeong-jun menceritakan kisahnya di Australia.
Untuk pertama kalinya, di Soyang-ri
Book’s Kitchen, Se-rin menyiapkan upacara pernikahan luar ruangan atas
permintaan adiknya; Ji-hun. Di acara tersebut, Ji-hun memperkenalkan Ma-ri
(sahabat masa kecilnya) pada Se-rin, yang kemudian memberikan keduanya brosur
klub membaca malam; “Where the Crawdads Sing”. Dalam acara tersebut, Ji-hun
mengajak Ma-ri jalan-jalan menuju tempat yang telah disiapkan oleh Se-rin. Di
sana, Ji-hun dengan hati-hati mengungkapkan perasaannya pada Ma-ri, sehingga
Mari-pun mengungkapkan bahwa ia menderita Ripley Syndrome.
Min Su-hyeok, 20 tahun, tumbuh besar
dengan riang dan berpikir hidup ini indah, meski ada rasa takut pada sang ayah.
Berkat dukungan sang ibu, ia belajar musikal di New York. Namun tak pernah
berhasil memproduksi satu pun pertunjukan, mengarahkannya bekerja di perusahaan
sang ayah. Hal ini memicu kecemasan dalam dirinya, yang diikuti dengan kematian
mendadak sang ibu. Berpikir tentang kematian, mengarahkan Su-hyeok pergi
mengunjungi Galeri Seni Suhwajin. Mendapati keberadaan Su-hyeok yang menanyakan
keberadaan restoran, Si-woo mengajaknya untuk sarapan bersama di penginapan.
Su-hyeok menghabiskan dua mangkuk nasi dan memutuskan untuk mencuci piring
sebagai bentuk terimakasih. Ia kemudian mengunjungi book cafe, dimana buku Anne
of Green Gables mengingatkannya pada sang adik, sehingga ia pun membeli
beberapa buku. Sang kurator menyambut kedatangan Su-hyeok dengan hangat, dimana
tema pameran kali ini adalah “New York”. Su-hyeok ikut membantu dalam acara
mengumpulkan kastanye di pegunungan, mengarahkannya untuk menginap di sana, dan
Si-woo pun menawarkan kamarnya. Ketiganya makan malam bersama, dimana Yu-jin
dan Si-woo menceritakan kisah masa kecil mereka, mengarahkan Su-hyeok
menceritakan keterpurukannya secara tersirat. Su-hyeok yang bangun kesiangan
menerima sapaan hangat dari Yu-jin dan Si-woo, dimana ia kemudian pergi
berjalan-jalan dengan berkendara. Su-hyeok pun akhirnya kembali ke Seoul.
Yu-jin membuka folder “Soyang-ri Book’s
Kitchen_Foto” dalam rangka rapat besok dan melihat video Su-hyeok. Yu-jin
terkejut mendapati kedatangan seniornya, teringat kembali masa kelam di
perusahaan. Si-woo menyelinap datang dan meletakkan sepiring biskuit coklat di
meja, dan keduanya pun saling mengingat kebersamaan mereka, mengarahkan mereka
saling meminta maaf satu sama lain. Senior kemudian mengungkapkan kedatangannya
untuk meminta bantuan Yu-jin perihal perpustakaan kantor barunya.
Ji-hun mengingat kembali percakapannya
dengan Ma-ri, yang datang sepuluh hari setelah peristiwa kunang-kunang untuk
memberikan hadiah untuknya. Na-yun menerima paket di depan pintu apartemen
studionya pada sore 24 Desember, dimana ia juga menerima undangan malam natal.
Se-rin menyambut hangat kedatangan Chan-wook dan Na-yun, yang mempertanyakan
hubungannya dengan Si-woo. So-hee melangkah hati-hati memasuki kebun Soyang-ri
Book’s Kitchen, dan menerima sambutan hangat dari Yu-jin, dimana ia juga
membawa beberapa buku termasuk buku cerita buatannya sendiri. Hyeong-jun
datang, diikuti dengan Si-woo yang mengungkapkan bahwa Hyeong-jun telah menulis
lirik lagu OST. Si-woo dan Yu-jin menyambut hangat kedatangan Su-hyeok, yang
membawa ice wine, selepas bertemu dengan sang ayah di makam sang ibu. Dengan
mengangkat cangkir espresso-nya, Yu-jin menceritakan kisah masa kecilnya, dan
Su-hyeok pun menceritakan kisahnya.
Malam hari di Hawaii, Da-in teringat pada langit malam yang dilihatnya di
Soyang-ri Book’s Kitchen, dan ia pun mulai menuliskan pesan untuk sang Nenek;
sebuah lagu instrumental.
Di Teheran-ro, Seoul, Yu-jin membantu seniornya mendekorasi perpustakaan kantor, yang diberi nama “Jalan Hati”, dan alarm di ponsel memperlihatkan foto-foto hari ini setahun yang lalu.
Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!
Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact