Friday, September 19, 2025 0 comments

Sinopsis "Book’s Kitchen - Kim Jee-hye" Bahasa Indonesia

 Book’s Kitchen
by: Kim Jee-hye

Hujan es menjelang fajar di ranting pohon bunga plum, Yu-jin menyentuh kertas gambar 3D-nya yang akhirnya berhasil diwujudkan di dunia nyata; Soyang-ri Book’s Kitchen (book cafe & book’s stay).

Da-in debut sebagai penyanyi dengan nama panggung “Diane” dan berhasil mendapatkan status Adik Perempuan Nasional tiga tahun setelahnya. Tiba-tiba, Da-in merasa sosoknya di televisi bagaikan cangkang kosong. Da-in teringat neneknya, yang sangat optimistis dan suka berjalan-jalan menikmati sinar matahari. Ia datang ke Soyang-ri sepeninggal sang nenek dan mendapati hanok tempat tinggal neneknya telah berubah menjadi Soyang-ri Book’s Kitchen, dengan pohon plum yang masih sama. Mendapati keberadaan Da-in, Yu-jin menyapa hangat, dimana Da-in kemudian menceritakan kisahnya. Mendapati pertanyaan Da-in, Yu-jin menceritakan bagaimana ia membeli tanah tersebut. Mengetahui Penulis Seo Jin-ah tidak bisa datang, Yu-jin menawarkan Da-in untuk menginap di sana. Memenuhi keinginan Da-in, Yu-jin menyiapkan kantong tidur untuk melihat bintang. Melihat keberadaan bintang-bintang menyadarkan Yu-jin akan rahasia langit, dan ia mengungkapkan hal itu pada Da-in, mengingatkan Yu-jin akan pemandangan matahari terbit di Gunung Mai. Manajer Da-in tiba sekitar tengah malam dengan membawa berbagai jenis roti kesukaan Da-in, dan mereka membicarakan perihal buku yang hendak dipajang. Da-in meninggalkan Soyang-ri Book’s Kitchen dan menerima hadiah buku terbungkus kertas bermotif polkadot dari Yu-jin.

Setelah empat tahun bekerja, Na-yun mengalami slump. Dan saat ini, ia menerima ajakan kedua temannya menuju Soyang-ri. Si-woo mengungkapkan kedatangan teman-temannya pada Yu-jin, yang menanggapinya dengan resah, dimana mereka menikmati kebersamaan di teras lantai 2. Mereka bangun pagi untuk melihat matahari terbit dengan bersepeda menuju danau, dimana mereka juga merayakan ulangtahun Na-yun. Na-yun memutuskan untuk ikut serta dalam acara mengirim surat bersama buku Tsubaki Stationery Store di Malam Natal.

Choi So-hee sudah tiga tahun menjadi pengacara di sebuah biro hukum kecil di Seocho-dong setelah menjalani tiga tahun sebagai asisten hakim, dimana ia hendak mengajukan diri menjadi hakim. So-hee memutuskan untuk melakukan reservasi ke Soyang-ri Book’s Kitchen, mendengarkan lagu “Over the Rainbow” dalam film The Wizard of Oz di ruang kerja lantai 1. Si-woo bingung mendapati tanggapan So-hee perihal Soyang-ri, sementara Yu-jin dan Hyeong-jun pergi ke Soyang-ri Jazz Music Festival meskipun tengah hujan lebat. Di festival, Yu-jin mendapati keberadaan So-hee, dan menyapanya selesai acara. Sambil menikmati penekuk dan eskrim, ketiganya membicarakan festival tersebut, dimana So-hee bertanya pada Hyeong-jun. Memecah keheningan, So-hee mengungkapkan bahwa ia menderita kanker tiroid dan hendak menjalani operasi. Menanggapi kisah So-hee, Yu-jin mengungkapkan bahwa ia beruntung, sementara Hyeong-jun menceritakan kisahnya di Australia.

Untuk pertama kalinya, di Soyang-ri Book’s Kitchen, Se-rin menyiapkan upacara pernikahan luar ruangan atas permintaan adiknya; Ji-hun. Di acara tersebut, Ji-hun memperkenalkan Ma-ri (sahabat masa kecilnya) pada Se-rin, yang kemudian memberikan keduanya brosur klub membaca malam; “Where the Crawdads Sing”. Dalam acara tersebut, Ji-hun mengajak Ma-ri jalan-jalan menuju tempat yang telah disiapkan oleh Se-rin. Di sana, Ji-hun dengan hati-hati mengungkapkan perasaannya pada Ma-ri, sehingga Mari-pun mengungkapkan bahwa ia menderita Ripley Syndrome.

Min Su-hyeok, 20 tahun, tumbuh besar dengan riang dan berpikir hidup ini indah, meski ada rasa takut pada sang ayah. Berkat dukungan sang ibu, ia belajar musikal di New York. Namun tak pernah berhasil memproduksi satu pun pertunjukan, mengarahkannya bekerja di perusahaan sang ayah. Hal ini memicu kecemasan dalam dirinya, yang diikuti dengan kematian mendadak sang ibu. Berpikir tentang kematian, mengarahkan Su-hyeok pergi mengunjungi Galeri Seni Suhwajin. Mendapati keberadaan Su-hyeok yang menanyakan keberadaan restoran, Si-woo mengajaknya untuk sarapan bersama di penginapan. Su-hyeok menghabiskan dua mangkuk nasi dan memutuskan untuk mencuci piring sebagai bentuk terimakasih. Ia kemudian mengunjungi book cafe, dimana buku Anne of Green Gables mengingatkannya pada sang adik, sehingga ia pun membeli beberapa buku. Sang kurator menyambut kedatangan Su-hyeok dengan hangat, dimana tema pameran kali ini adalah “New York”. Su-hyeok ikut membantu dalam acara mengumpulkan kastanye di pegunungan, mengarahkannya untuk menginap di sana, dan Si-woo pun menawarkan kamarnya. Ketiganya makan malam bersama, dimana Yu-jin dan Si-woo menceritakan kisah masa kecil mereka, mengarahkan Su-hyeok menceritakan keterpurukannya secara tersirat. Su-hyeok yang bangun kesiangan menerima sapaan hangat dari Yu-jin dan Si-woo, dimana ia kemudian pergi berjalan-jalan dengan berkendara. Su-hyeok pun akhirnya kembali ke Seoul.

Yu-jin membuka folder “Soyang-ri Book’s Kitchen_Foto” dalam rangka rapat besok dan melihat video Su-hyeok. Yu-jin terkejut mendapati kedatangan seniornya, teringat kembali masa kelam di perusahaan. Si-woo menyelinap datang dan meletakkan sepiring biskuit coklat di meja, dan keduanya pun saling mengingat kebersamaan mereka, mengarahkan mereka saling meminta maaf satu sama lain. Senior kemudian mengungkapkan kedatangannya untuk meminta bantuan Yu-jin perihal perpustakaan kantor barunya.

Ji-hun mengingat kembali percakapannya dengan Ma-ri, yang datang sepuluh hari setelah peristiwa kunang-kunang untuk memberikan hadiah untuknya. Na-yun menerima paket di depan pintu apartemen studionya pada sore 24 Desember, dimana ia juga menerima undangan malam natal. Se-rin menyambut hangat kedatangan Chan-wook dan Na-yun, yang mempertanyakan hubungannya dengan Si-woo. So-hee melangkah hati-hati memasuki kebun Soyang-ri Book’s Kitchen, dan menerima sambutan hangat dari Yu-jin, dimana ia juga membawa beberapa buku termasuk buku cerita buatannya sendiri. Hyeong-jun datang, diikuti dengan Si-woo yang mengungkapkan bahwa Hyeong-jun telah menulis lirik lagu OST. Si-woo dan Yu-jin menyambut hangat kedatangan Su-hyeok, yang membawa ice wine, selepas bertemu dengan sang ayah di makam sang ibu. Dengan mengangkat cangkir espresso-nya, Yu-jin menceritakan kisah masa kecilnya, dan Su-hyeok pun menceritakan kisahnya.

Malam hari di Hawaii, Da-in  teringat pada langit malam yang dilihatnya di Soyang-ri Book’s Kitchen, dan ia pun mulai menuliskan pesan untuk sang Nenek; sebuah lagu instrumental.

Di Teheran-ro, Seoul, Yu-jin membantu seniornya mendekorasi perpustakaan kantor, yang diberi nama “Jalan Hati”, dan alarm di ponsel memperlihatkan foto-foto hari ini setahun yang lalu.


Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


 
;