Friday, June 20, 2025 0 comments

Sinopsis "Jadi Netizen Harus Beriman - Remaja Islam Online" Bahasa Indonesia

 Jadi Netizen Harus Beriman
by: Remaja Islam Online

Kehidupan saat ini begitu memprihatinkan karena para generasi penerus bangsa diracuni oleh dampak negatif 4.0, hal ini menegaskan pentingnya nilai keagamaan untuk anak zaman sekarang.

Aku salah satu pengguna aplikasi Instagram dengan username unik yang hampir tidak dapat dibaca, dimana kudapati sebuah video buram dengan sebuah komentar kotor yang hampir mencapai lima ribu lebih like comment. Aku pun bertanya dalam hati; “Bagaimana bisa mereka langsung menyimpulkan hal yang belum tentu benar?” Aku pun meninggalkan saran komentar hanya untuk mendapati datangnya pesan-pesan kasar. Sebulan setelah berita itu heboh, sebuah posting-an foto dari sahabatku membuatku langsung menangis.

Aku kesal dengan sikap sahabatku, aku tahu dia itu shalihah, tetapi apa perlu setiap hari ia selalu menceramahiku? Dia melarangku memposting berita-berita viral, juga menyuruhku untuk menghapus foto tanpa hijab-ku yang baru saja diunggah. Setelah memaki-nya, aku merasakan kehilangan, dan postingan sosmed (“Hijab itu wajib; cantik itu relatif”, “Satu langkah anak perempuan keluar rumah tanpa menutup aurat; satu langkah pula ayahnya ke neraka”) menyadarkanku akan kebenaran ucapan sahabatku itu.

Kata Netizen merupakan gabungan dari kata Internet dan Citizen; pengguna internet, dimana iman seseorang memengaruhi perilaku orang tersebut. Dari itu, selayaknya netizen yang beriman tidak memproduksi hoax (berita-berita yang tidak dapat dibuktikan).

Masa kecilku merupakan sebuah kenangan indah, dan perpindahan ke luar negeri mempertemukanku dengan smartphone. “Jempolmu Harimaumu”, begitulah kiranya komentar buruk di akun sosialku, semua bebas mencela; menghakimi tanpa tahu kejadian nyatanya. Menyadari depresiku, mama berbicara pada papa, yang memberikan tanggapan keras sehingga terjadi pertengkaran. Aku pun kabur dan bertemu dengan guru privatku, menyadarkanku bahwa kasih sayang berarti saling berbagi dalam kondisi apa pun. Dari itu, jadilah netizen yang senantiasa menebar kebaikan sesuai dengan aturan-Nya.

Alkisah persahabatan lima pemuda yang hidup merantau, dimana dua di antaranya bermaksud me-repost foto editan salah satu di antara mereka hingga yang lain dengan tegas mengungkapkan bahwa menyebarkan foto dan informasi yang tidak benar akan menyakiti dan melukai perasaan orang lain. Syeikh Abdul Qadir al-Jaelani pernah berkata; “Aku lebih menghargai orang beradab daripada orang berilmu, Iblis pun lebih tinggi ilmunya dari manusia.”

Sebagai mahasiswa, Dara berhubungan baik dengan Lara, dimana ia mulai menggunakan hijab dan menghapus foto lamanya di medsos. Ia pun berhasil memberikan jawaban yang baik pada temannya yang bertanya berkat bantuan Lara, yang juga mengungkapkan pentingnya menjaga perasaan orang lain dalam hubungan sosial.

Disalahkan terus menerus oleh sang kakek, seorang gadis mungil menulis status pribadi yang mengarahkan sang paman memberikan penjelasan. Gadis mungil tersebut pun mulai memperbaiki sikapnya. Berkatalah baik atau diam, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Hujurat: 12.

Seperti biasa aku terbangun pukul lima pagi, namun adanya kawan-kawan yang datang menginap dan bermain game semalaman mengarahkanku ikut-ikutan bangun lewat dari jam sembilan. Apalagi mereka juga suka berkomen negatif kepada orang yang hanya mereka tau di media sosial; Untung saja sekarang sudah ada peraturan perundang-undangan yang mengatur hal tersebut.

Hidup di era digital membuat seseorang terlena akan nikmatnya dunia, tak bersyukur atas kemudahan yang Allah beri; handphone. Kayla dengan enggan menanggapi komentar Dewi perihal postingan di Insta, diikuti dengan QS. al-Hujurat: 12. Saat menghadiri seminar bersama, Dewi kembali menyodorkan postingan perihal keburukan orang, sehingga Kayla dengan tegas memberikan teguran, mengungkapkan kekhawatirannya tidak bisa bertemu di surganya Allahi.

Susiana sangat bersemangat berangkat ke kampus untuk mengikuti seminar dosen idola, Pak Syafi’i, tentang bagaimana menjadi netizen yang beriman dalam menghadapi beberapa informasi-informasi yang menyesatkan alias hoaks. Saat sesi tanya jawab, Lany terlebih dahulu bertanya, sehingga Susiana mengurungkan niatnya. Susiana pun mengunjungi kantor Pak Syafi’i dalam rangka konsultasi dan mendapati Neni juga melakukan hal yang sama.

Di sebuah warung, Rahmad mengomentari sebuah trending topic, yang memicu kemarahan Agus, dan Imam menengahi dengan mengungkapkan bahwa berita itu harus dipahami dahulu baru dikomentari.

Mendapati komentar Aliza yang mengkritik pemerintah, aku dengan tegas memberikan teguran disertai pelafalan QS. an-Nisa’: 59.

Tidak aktif di media sosial, Abidah terkejut mendapati penuturan teman-temannya perihal postingan Vano, membuatnya menjadi gunjingan para murid. Hari-hari berlalu dan rumor mulai menghilang, dimana Vano kemudian mengungkapkan perasaan sukanya pada Abidah, yang mengungkapkan pentingnya bijak dalam bermedia sosial.

Dengan membawa buku, aku berjalan-jalan dalam cuaca yang bersahabat di Seoul, mengingatkanku pada masa dimana aku disukai anak-anak karena informasi hingga aku memberikan informasi palsu.

Getaran ponsel tak kunjung berhenti disebabkan chat room kelas, mengarahkanku pada layar komputer yang berisi berita bunuh diri seorang artis belia; Carys, sahabatku dulu. Ke-iri-an mengarahkanku untuk membuat akun anonim menyebarkan segala keburukanmu yang kukarang sendiri, yang ternyata memicu komunitas pembenci dan mengarah pada cyber bullying.

Mendapati penuturan Razi, Azzahra mengungkapkan bahwa merendahkan orang lain sama saja dengan merendahkan diri sendiri. Razi pun tersadar dan memutuskan untuk meminta maaf, dimana Azzahra juga mengingatkannya untuk berpikir dulu sebelum berkomentar.

Budi gelisah di tempat tidur karena telah melakukan kesalahan. Sementara itu, Mbok Sari (sang ibu) tengah asyik dengan akun Pesbuk Mawar Janda Kembang-nya di Warung Cinta Bersemi Kembali-nya. Setibanya di rumah, Mbok Sari terkejut mendapati dua orang polisi hendak membawa anaknya.

Dua tahun menabung untuk membeli laptop akhirnya tercapai dengan bantuan orangtua, mengarahkanku belajar menjadi hacker dengan tujuan menghapus komentar-komentar jahad. Mengetahui hal itu, Ibu mengingatkanku bahwa kita tidak boleh merasa menjadi yang paling benar dan melakukan apa-apa semaunya.


Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


 
;