Syarah Kitab al-Jami’
by: Syaikh
Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam
1. Hak seorang muslim yang satu terhadap
muslim yang lain ada enam: bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam
untuknya; bila dia mengundangmu, maka penuhilah; bila dia meminta nasihat
darimu, maka berilah nasihat; bila dia bersin dan mengucapkan 'alhamdulillah',
maka bacakan untuknya 'yarhamukallah'; bila dia sakit, jenguklah; dan bila dia
meninggal dunia, hantarkanlah (jenazahnya).
2. Lihatlah orang yang berada di bawah
kalian (dalam urusan dunia) dan janganlah melihat orang yang berada di atas
kalian, karena hal itu lebih patut dan agar kalian tidak meremehkan nikmat
Allah yang telah diberikan kepada kalian.
3. Kebaikan itu (contohnya) akhlak yang
baik, sedangkan dosa ialah sesuatu yang mengganggu di dadamu dan engkau tidak
suka bila orang lain mengetahuinya.
4. Apabila kalian bertiga, maka janganlah
yang dua orang berbisik tanpa menyertakan yang ketiga, atau sampai kalian
bergabung dengan orang lain, karena yang demikian itu bisa membuatnya sakit
hati.
5. Janganlah seseorang mengusir orang lain
dari tempat duduknya, kemudian dia menduduki tempat tersebut. Tetapi,
berikanlah kelonggaran dan keluasan.
6. Apabila salah seorang di antara kalian
makan, maka janganlah dia mencuci tangannya sebelum menjilatinya atau meminta
orang lain menjilatinya.
7. Hendaklah yang muda mengucapkan salam
kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, rombongan yang berjumlah
sedikit kepada yang banyak.
8. Dibolehkan salah seorang dari satu
rombongan yang lewat untuk mengucapkan salam mewakili teman-temannya dan boleh
juga salah seorang dari satu rombongan yang diberi salam menjawabnya sebagai
wakil dari teman-temannya.
9. Janganlah kalian mulai mengucap salam
terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dan apabila kalian menjumpai mereka di
jalan, desaklah mereka ke bagian jalan yang sempit.
10. Apabila salah seorang dari kalian
bersin, hendaklah mengucapkan: “Alhamdulillah”, dan saudaranya yang mendengar
hal itu hendaknya mengucapkan: “Yarhamukallah”, adapun yang bersin menjawabnya
dengan ucapan: “Yahdikumullah wa yushlihu baalakum.”
11. Jangan sampai salah seorang di antara
kalian minum sambil berdiri.
12. Apabila salah seorang di antara kalian
memakai sandal hendaknya dia mendahulukan kaki kanan dan jika melepaskannya
hendaknya dia mendahulukan kaki kiri. Jadikanlah kaki kanan yang lebih dahulu
memakainya dan yang belakangan melepasnya.
13. Janganlah salah seorang di antara
kalian berjalan dengan satu sandal, hendaklah dia memakai keduanya atau melepas
keduanya.
14. Allah swt tidak akan melihat orang yang
melabuhkan pakaiannya karena kesombongan.
15. Apabila salah seorang dari kalian makan
hendaklah dia makan dengan tangan kanannya, apabila dia minum hendaklah minum
dengan tangan kanannya, karena setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.
16. Makanlah, minumlah, kenakan pakaian,
dan berinfaklah tanpa berlebihan dan tanpa perasaan tinggi hati.
17. Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya
dan tetap dikenang baik setelah wafatnya, hendaklah dia menyambung kekerabatan.
18. Tidak akan masuk surga pemutus
silaturahmi.
19. Sesungguhnya Allah telah mengharamkan
kalian durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur hidup-hidup anak perempuan,
mengabaikan kewajiban dan banyak menuntut haknya. Dan Ia membenci kalian
berperilaku: menyukai gosip atau isu, banyak bertanya (sedikit beramal) dan
menyia-nyiakan harta.
19. Ridha Allah tergantung pada ridha kedua
orangtua dan murka Allah juga tergantung pada murka kedua orangtua.
20. Demi Dzat yang jiwaku berada di
tangan-Nya, tidak dianggap beriman seorang hamba sampai dia mencintai apa yang
dicintai oleh tetangganya seperti dia mencintainya untuk dirinya sendiri.
21. Dosa-dosa terbesar: menjadikan sesuatu
sebagai tandingan bagi Allah, membunuh anak, dan berzina dengan istri tetangga.
22. Termasuk dosa besar adalah seorang yang
mencela kedua orangtuanya.
23. Tidak halal bagi seorang muslim
mendiamkan saudaranya lebih tiga hari, keduanya saling bertemu namun yang satu
membuang muka ke sini sementara yang lain membuang muka ke situ. Yang lebih
baik dari keduanya adalah memulai salam.
24. Setiap kebaikan merupakan sedekah.
25. Janganlah kamu remehkan kebaikan
sedikit pun, meski hanya berupa menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.
26. Apabila kamu memasak daging maka
perbanyaklah kuahnya, perhatikanlah para tetanggamu.
27. Barangsiapa memudahkan urusan orang
lain, niscaya Allah akan memudahkan urusan-urusannya di dunia dan di akhirat.
Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aib-aibnya di
dunia dan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba
itu menolong saudaranya.
28. Barangsiapa menunjukkan kepada
kebaikan, maka baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya.
29. Siapa saja yang meminta perlindungan
dengan nama Allah, maka lindungilah dia. Siapa saja yang meminta sesuatu dengan
menyebut nama Allah, maka berilah dia. Siapa saja yang pernah berbuat kebaikan
kepada kalian, maka balaslah dia, jika kalian tidak mampu membalasnya; cukuplah
dengan mendoakannya.
30. Yang halal itu jelas dan yang haram
juga jelas. Dan diantara keduanya ada perkara-perkara samar, yang tidak
diketahui kepastiannya oleh sebagian besar manusia. Maka siapa yang menjaga
dirinya dari perkara samar tersebut, dia telah menjaga agama dan kehormatannya.
Sebaliknya siapa terjatuh dalam perkara samar, dia akan terjatuh dalam perkara
yang haram. Sebagaimana penggembala yang menggembala di area terlarang, sangat
mungkin ternaknya akan merumput di area tersebut. Ingatlah, setiap raja
mempunyai (hima) area larangan. Ingatlah, area larangan Allah itulah
perkara-perkara yang diharamkan oleh-Nya. Ingatlah, di dalam tubuh manusia ada
segumpal darah, jika ia baik, maka seluruh bagian tubuh akan baik. Jika ia
rusak, maka rusaklah seluruh badan. Ingatlah, itulah hati.
31. Binasalah hamba dinar, hamba dirham,
dan hamba pakaian, (yaitu orang yang) jika diberi dia ridha dan jika tidak
diberi dia tidak ridha.
32. Jadilah
engkau di dunia ini seperti perantau atau pengembara yang tengah melintas.
33. Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka
dia termasuk golongan mereka.
34. Jagalah Allah niscaya Allah akan
menjagamu, dan jika engkau hendak memohon pertolongan maka mohonlah kepada
Allah.
35. Zuhudlah terhadap dunia; niscaya Allah
akan mencintaimu, dan zuhudlah terhadap kepunyaan manusia; niscaya manusia akan
mencintaimu.
36. Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang
bertakwa, kaya, namun menyembunyikan diri.
37. Termasuk tanda baiknya keislaman
seseorang adalah dia meninggalkan sesuatu yang tidak menjadi tujuan hidupnya.
38. Tidak ada wadah milik keturunan Adam
yang lebih buruk dari perutnya.
39. Setiap keturunan Adam pernah berbuat
kesalahan, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang mau bertaubat.
40. Diam itu hikmah, namun amat jarang yang
melakukannya.
41. Berhati-hatilah kalian dari hasad
karena hasad itu akan menghabiskan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.
42. Orang kuat itu adalah yang mampu
menguasai dirinya ketika marah.
43. Kezhaliman itu kegelapan pada Hari
Kiamat.
44. Berhati-hatilah kalian dari kekikiran,
karena kikirlah yang menghancurkan umat-umat sebelum kalian.
45. Salah satu hal yang dikhawatirkan Nabi
atas umatnya adalah syirik kecil; riya’.
46. Tanda-tanda orang munafik; apabila
berkata dusta, jika berjanji mengingkari, dan bila dipercaya khianat.
47. Memaki seorang muslim itu perbuatan
fasik dan membunuhnya adalah perbuatan kufur.
48. Waspadalah kalian dari prasangka,
karena prasangka itu sedusta-dusta perkataan.
49. Diharamkan surga bagi seorang pemimpin
yang berlaku curang.
50. Barang siapa mengurus umat dan
mempersulit mereka, maka Allah akan mempersulitnya.
51. Apabila salah seorang dari kalian
berkelahi, maka hendaklah menghindari bagian wajah.
52. Janganlah engkau marah! Janganlah
engkau marah!
53. Neraka bagi mereka yang membelanjakan
harta Allah tanpa semestinya.
54. Janganlah kalian saling berlaku zhalim.
55. Ghibah adalah membicarakan saudaramu
dalam perkara yang dia benci.
56. Seorang muslim itu saudara muslim
lainnya, sehingga terjaga; darah, harta, dan harga dirinya.
57. Rasulullah berdoa; “Ya Allah,
jauhkanlah aku dari akhlak, perbuatan, keinginan, dan penyakit, yang buruk.”
58. Janganlah engkau mendebat saudaramu,
jangan mempermainkannya, dan jangan pula menjanjikan untuknya suatu janji
lantas engkau mengingkarinya.
59. Dua sifat yang tidak akan pernah
berkumpul pada diri seorang mukmin, yaitu; bakhil (kikir) dan perangai tercela.
60. Ada dua orang saling mencaci maki, dosa
dari apa yang diucapkan keduanya ditimpakan kepada pihak yang memulai, selama
pihak yang dizhalimi tidak melampaui batas.
61. Barangsiapa mencelakai seorang muslim,
maka Allah pun akan membuatnya celaka. Barangsiapa mempersulit urusan kaum
muslimin maka Allah pun akan mempersulitnya.
62. Orang mukmin bukan pencela, pelaknat,
pelaku kekejian, dan suka berkata kotor.
63. Janganlah kalian mencela orang-orang
yang telah meninggal, karena mereka itu telah mendapat balasan dari
perbuatannya.
64. Tidak akan masuk surga pengadu domba.
65. Barangsiapa menahan amarahnya, maka
Allah akan menahan adzab-Nya dari dirinya.
66. Tidak akan masuk surga tukang tipu,
orang bakhil, dan orang yang berperangai buruk.
67. Barangsiapa mencuri dengar pembicaraan
suatu kaum padahal mereka tidak menyukainha, maka akan dituangkan ke dalam
telinganya timah panas pada hari Kiamat.
68. Beruntunglah orang yang disibukkan oleh
aibnya sendiri daripada aib-aib orang lain.
69. Barangsiapa merasa dirinya hebat dan
cara berjalannya angkuh, maka dia akan menjumpai Allah dalam keadaan dimurkai.
70. Ketergesa-gesaan itu dari setan.
71. Kemalangan itu bersumber dari akhlak
yang buruk.
72. Para tukang laknat tidak akan diizinkan
memberi syafaat dan tidak akan dijadikan sebagai saksi pada hari kiamat.
73. Barangsiapa menjelek-jelekkan
saudaranya karena satu dosa yang diperbuatnya, maka dia tidak akan mati sampai
melakukan dosa yang sama.
74. Celakalah orang yang berbicara lalu dia
bumbui dengan kedustaan untuk membuat orang-orang tertawa, celakalah dia,
kemudian celaka dia.
75. Kaffarah (denda) darimu untuk orang
yang telah engkau ghibahi adalah engkau harus memohonkan ampunan baginya.
76. Golongan manusia yang paling dibenci di
sisi Allah adalah mereka yang suka mencari musuh.
77. Peliharalah kejujuran, karena ia
mengarahkan pada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan menuju surga. Begitu pula
sebaliknya.
78. Waspadalah kalian terhadap
prasangka, karena prasangka itu sedusta-dusta perkataan.
79. Hindarilah oleh kalian duduk-duduk di
tepi jalan.
80. Barangsiapa yang dikehendaki Allah
baginya kebaikan, niscaya Ia akan memahamkannya dalam urusan agama.
81. Tidak ada sesuatu pun yang lebih
berat dalam al-mizan (timbangan) selain akhlak mulia.
82. Malu itu sebagian dari iman.
83. Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah
sesukamu.
84. Jika engkau ditimpa sesuatu musibah,
maka jangan sampai engkau berkata, “Kalau saja saya melakukan yang demikian,
niscaya akan terjadi yang demikian.” Lebih baik engkau katakan, “Allah-lah yang
telah menakdirkan musibah ini, karena
kata ‘kalau saja’ akan membuka pintu perbuatan setan.
85. Sesungguhnya Allah Ta’ala telah
mewahyukan kepadaku agar kalian saling berlaku tawadhu’.
86. Barangsiapa membela kehormatan
saudaranya, maka Allah akan menghindarkan wajahnya dari api neraka pada Hari
Kiamat.
87. Sedekah tidak mengurangi harta.
88. Sebarkanlah salam, sambung hubungan
kekerabatan, berilah makan orang yang kelaparan, dan shalatlah di tengah malam
saat manusia terlelap, niscaya kami akan masuk surga dengan selamat.
89. Agama itu kesetiaan; kesetiaan kepada
Allah, kepada kitab-Nya, kepada Rasul-Nya, kepada para pemimpin kaum muslimin,
dan kepada masyarakatnya.
90. Perkara yang paling banyak membuat
masuk surga adalah takwa dan akhlak yang baik.
91. Sesungguhnya kalian tidak akan mampu
membuat manusia merasa lapang dengan harta-harta kalian, namun dengan wajah
yang ceria dan perangai yang baik.
92. Orang mukmin itu cermin bagi saudara
mukmin yang lainnya.
93. Adalah baik Mukmin yang mau bergaul
dengan orang-orang dan tetap bersabar menghadapi gangguan mereka.
94. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah
membaguskan penampilanku, maka baguskanlah akhlakku.
95. Allah Ta’ala berfirman: Aku bersama
hamba-Ku selama dia mengingat-Ku dan menggerakkan kedua bibirnya menyebut
nama-Ku.
96. Tiada amalan keturunan Adam yang lebih
dapat menyelamatkannya dari adzab Allah selain dzikrullah.
97. Tiada satu kaum pun yang bermajelis dan
disitu mereka berdzikir kepada Allah, melainkan para malaikat akan
mengelilinginya, diliputi oleh rahmat.
98. Tiada satu kaum pun duduk pada sebuah
majelis dimana mereka tidak berdzikir kepada Allah dan tidak pula bershalawat
atas Nabi saw melainkan keberadaan mereka di majelis itu akan menjadi
penyesalan pada Hari Kiamat.
99. Barangsiapa membaca laa ilaaha
illallaah wahdahi laa syariika lahu (tidak ada ilah selain Allah yang Esa dan
tidak ada sekutu bagi-Nya) sebanyak sepuluh kali, dia bagaikan membebaskan
empat jiwa dari keturunan Ismail.
100. Barangsiapa mengucapkan; Subhanallaah
wa bihamdihi (Mahasuci Allah dan segala puji hanya milik-Nha) sebanyak seratus
kali, maka dosa-dosanya akan berguguran meskipun banyaknya sepertj buih di
lautan.
101. Subhanallaahi wa bi jamdihi ‘adada
khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midada kalimaatihi (Mahasuci
Allah dan segala pujian hanya milik-Nya sebanyak jumlaj makjluk-Nya, sesuai
dengan keridhaan Dzat-Nha, seberat timbangan ‘Arsy-Nha, dan sebanyak ju lah
kalimat-kalimat-Nya) sepadan timbangannya dengan apa yang telah kamu baca
seharian.
102. Amal shalih yang abadi adalah bacaan
laa ilaaha illallah (tidak ada ilah selain Allah), subhanallah (Mahasuci
Allah), Allahu akbar (Allah Mahabaesar), Alhamdulillah (segala puji bagi
Allah), dan laa haula wa laa quwwata illa billah (Tidak ada daya dan upaya
kecuali dengan ziin Allah).
103. Ucapan yang paling dicintai Allah ada
empat, tidak masalah dari mana engkau memulainya; subhanallah (Mahasuci Allah),
alhamdulillah (segala puji bagi Allah), laa ilaaha illallah (tidak ada ilah
selain Allah), Allahu akbar (Allah Mahabesar).
104. La haula wa la quwwata illaa billaah
(tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah) adalah harta karun dari
perbendaharaan surga.
105. Sesungguhnya doa itu ibadah.
106. Doa di antara adzan dan iqamah tidak
akan tertolak.
107. Sesungguhnya Rabb kalian itu Maha
Pemalu lagi Mahamulia, Ia sangat malu terhadap hamba-Nya yang menengadahkan
kedua tangan ke arah-Nya kemudian menariknya dengan tangan hampa.
108. Rasulullah itu jika menengadahkan
tangannya dalam berdoa, beliau tidak menariknya hingga mengusapkan ke wajah.
109. Orang yang paling dekat denganku pada
Hari Kiamat adalah yang paling banyak bershalawat untukku.
110. Inilah penghulu istighfar, hendaknya
setiap hamba mengucapkan: Ya Allah, Engkau-lah Rabb -ku, tiada ilah yang berhak
untuk disembah kecuali Engkau, Engkau-lah yang telah menciptakanku. Dan aku ini
adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dan ikatan dengan-Mu
sekemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat.
Aku mengakui akan nikmat-Mu atasku dan Aku mengakui pula segala dosaku
kepada-Mu, maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni seluruh dosa
kecuali Engkau.
111. Rasulullah tidak pernah meninggalkan
kalimat ini baik pagi maupun petang: Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keselamatan
dalam urusan agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. ya Allah, tutupilah
aibku dan berilah kepadaku keamanan dari segala yang mengkhawatirkan. Ya Allah,
jagalah diriku dari arah depanku, dari arah belakangku, dari arah kananku, dari
arah kiriku, serta dari arah atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu dari
terbenamkan dari arah bawahku.
112. Rasulullah dahulu biasa berdoa: Ya
Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, dari berubahnya
kesehatanku (menajdi sakit), dari kematian mendadak, dan dari seluruh murka-Mu.
113. Dahulu Rasulullah biasa berdoa: Ya
Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utang yang menumpuk, dari tekanan musuh,
dan dari musibah yang menggembirakan musuh-musuh.
114. Barangsiapa berdoa dengan; “Ya Allah,
aku memohon kepada-Mu dengan persaksianku bahwa Engkau-lah Allah yang tiada
sesembahan yang benar selain Engkau, Yang Maha Esa, tempat bergantung segala
makhluk, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tiada satu pun makhluk
yang setara dengan-Nya”, niscaya Allah akan mengijabahinya.
115. Dahulu jika telah tiba waktu subuh
Rasulullah biasa berdoa: “Ya Allah, hanya dengan pertolongan-Mu kami memasuki
waktu pagi, hanya dengan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, hanya dengan
pertolongan-Mu kami hidup, hanya dengan pertolongan-Mu kami mati, dan hanya
kepada-Mu-llah kami akan dibangkttkan.” Dan jika memasuki waktu sore beliau
juga membaca doa yang sama, tetapi beliau mengatakan pada akhir doa: —dan hanya
kepada-Mu-lah kami akan dikembalikan.
116. Doa Rasulullah yang paling sering
dipanjatkan adalah: “Ya Rabb kami, berilah kepada kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab neraka.”
117. Dahulu Nabi biasa berdoa: “Ya Allah,
ampunilah kesalahan-kesalahanku, kebodohanku, tindakanku yang melampaui batas,
dan apa saja yang Engkau lebih tahu tentangnya dariku. Ya Allah, ampunilah
kesalahanku karena aku terlalu bersemangat, banyak bersendau-gurau, yang aku
sengaja, maupun yang tidak aku sengaja, karena semua itu memang ada padaku. Ya
Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu, yang akan datang, yang aku
sembunyikan, yang aku tarnpakkan, dan apa saja yang Engkau lebih tahu dariku.
Engkau-lah Al'Muqaddim serta Al-Mu'akhkhir, dan Engkau Mahakuasa atas segala
sesuatu.”
118. Rasulullah selalu berdoa: Ya Allah,
perbaikilah untukku agamaku yang menjadi penjaga semua urusanku, perbaikilah
untukku duniaku yang di situ ada penghidupanku, perbaikilah untukku akhiratku
yang ke sanalah aku akan kembali, jadikanlah kehidupan ini penambah kebaikanku,
dan jadikanlah kematian sebagai istirahatku dari semua kejahatan.
119. Dahulu Rasulullah biasa berdoa: Ya
Allah, jadikan untukku bermanfaat apa saja yang Engkau ajarkan kepadaku dan
ajari aku apa saja yang bermanfaat bagiku, serta karuniakan untukku ilmu yang
bermanfaat.
120. Dahulu Rasulullah biasa berdoa: Ya
Allah, jadikan untukku bermanfaat apa saja yang Engkau ajarkan kepadaku dan
ajari aku apa saja yang bermanfaat bagiku, serta tambahkanlah untukku
pengetahuan, segala puji hanya bagi Allah di setiap keadaan dan aku berlindung
kepada-Nya dari keadaannya penduduk neraka.
121. Nabi pernah mengajarkan pada Aisyah
doa berikut: Ya Allah, aku memohon kepada'Mu semua jenis kebaikan, cepat maupun
lambat, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku berlidung kepada-Mu
dari semua jenis kejahatan, cepat maupun lambat, yang aku ketahui maupun yang
tidak aku ketahui. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh
hamba-Mu dan nabi-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang diminta
perlindungan darinya oleh hamba-Mu dan nabi-Mu. Ya Allah, aku mohon dari-Mu surga
dan apa saja yang mendekatkan ke arahnya, baik perkataan maupun perbuatan. Aku
mohon perlindungan kepada-Mu dari neraka dan apa saja yang mendekatkan ke
arahnya, baik perkataan atau perbuatan. Aku mohon kepada-Mu agar Engkau
menjadikan setiap keputusan yang Engkau putuskan untukku merupakan keputusan
yang baik.
122. Dua kalimat yang paling disukai oleh
ar-Rahman, ringan diucapkan namun berat di timbangan, yaitu: subhanallahi wa bi
bamdihi subhanallahil 'azhiim (Mahasuci Allah dan segala puji hanya milik-Nya,
Mahasuci Allah yang Mahaagung).
Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!
Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact