Friday, April 18, 2025 0 comments

Sinopsis "Syarah Kitab al-Jami’ - Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam" Bahasa Indonesia

 Syarah Kitab al-Jami’
by: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam

1. Hak seorang muslim yang satu terhadap muslim yang lain ada enam: bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam untuknya; bila dia mengundangmu, maka penuhilah; bila dia meminta nasihat darimu, maka berilah nasihat; bila dia bersin dan mengucapkan 'alhamdulillah', maka bacakan untuknya 'yarhamukallah'; bila dia sakit, jenguklah; dan bila dia meninggal dunia, hantarkanlah (jenazahnya).

2. Lihatlah orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia) dan janganlah melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih patut dan agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian.

3. Kebaikan itu (contohnya) akhlak yang baik, sedangkan dosa ialah sesuatu yang mengganggu di dadamu dan engkau tidak suka bila orang lain mengetahuinya.

4. Apabila kalian bertiga, maka janganlah yang dua orang berbisik tanpa menyertakan yang ketiga, atau sampai kalian bergabung dengan orang lain, karena yang demikian itu bisa membuatnya sakit hati.

5. Janganlah seseorang mengusir orang lain dari tempat duduknya, kemudian dia menduduki tempat tersebut. Tetapi, berikanlah kelonggaran dan keluasan.

6. Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka janganlah dia mencuci tangannya sebelum menjilatinya atau meminta orang lain menjilatinya.

7. Hendaklah yang muda mengucapkan salam kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, rombongan yang berjumlah sedikit kepada yang banyak.

8. Dibolehkan salah seorang dari satu rombongan yang lewat untuk mengucapkan salam mewakili teman-temannya dan boleh juga salah seorang dari satu rombongan yang diberi salam menjawabnya sebagai wakil dari teman-temannya.

9. Janganlah kalian mulai mengucap salam terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dan apabila kalian menjumpai mereka di jalan, desaklah mereka ke bagian jalan yang sempit.

10. Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah mengucapkan: “Alhamdulillah”, dan saudaranya yang mendengar hal itu hendaknya mengucapkan: “Yarhamukallah”, adapun yang bersin menjawabnya dengan ucapan: “Yahdikumullah wa yushlihu baalakum.”

11. Jangan sampai salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri.

12. Apabila salah seorang di antara kalian memakai sandal hendaknya dia mendahulukan kaki kanan dan jika melepaskannya hendaknya dia mendahulukan kaki kiri. Jadikanlah kaki kanan yang lebih dahulu memakainya dan yang belakangan melepasnya.

13. Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan satu sandal, hendaklah dia memakai keduanya atau melepas keduanya.

14. Allah swt tidak akan melihat orang yang melabuhkan pakaiannya karena kesombongan.

15. Apabila salah seorang dari kalian makan hendaklah dia makan dengan tangan kanannya, apabila dia minum hendaklah minum dengan tangan kanannya, karena setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.

16. Makanlah, minumlah, kenakan pakaian, dan berinfaklah tanpa berlebihan dan tanpa perasaan tinggi hati.

17. Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan tetap dikenang baik setelah wafatnya, hendaklah dia menyambung kekerabatan.

18. Tidak akan masuk surga pemutus silaturahmi.

19. Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kalian durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur hidup-hidup anak perempuan, mengabaikan kewajiban dan banyak menuntut haknya. Dan Ia membenci kalian berperilaku: menyukai gosip atau isu, banyak bertanya (sedikit beramal) dan menyia-nyiakan harta.

19. Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orangtua dan murka Allah juga tergantung pada murka kedua orangtua.

20. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak dianggap beriman seorang hamba sampai dia mencintai apa yang dicintai oleh tetangganya seperti dia mencintainya untuk dirinya sendiri.

21. Dosa-dosa terbesar: menjadikan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah, membunuh anak, dan berzina dengan istri tetangga.

22. Termasuk dosa besar adalah seorang yang mencela kedua orangtuanya.

23. Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih tiga hari, keduanya saling bertemu namun yang satu membuang muka ke sini sementara yang lain membuang muka ke situ. Yang lebih baik dari keduanya adalah memulai salam.

24. Setiap kebaikan merupakan sedekah.

25. Janganlah kamu remehkan kebaikan sedikit pun, meski hanya berupa menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.

26. Apabila kamu memasak daging maka perbanyaklah kuahnya, perhatikanlah para tetanggamu.

27. Barangsiapa memudahkan urusan orang lain, niscaya Allah akan memudahkan urusan-urusannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aib-aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.

28. Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya.

29. Siapa saja yang meminta perlindungan dengan nama Allah, maka lindungilah dia. Siapa saja yang meminta sesuatu dengan menyebut nama Allah, maka berilah dia. Siapa saja yang pernah berbuat kebaikan kepada kalian, maka balaslah dia, jika kalian tidak mampu membalasnya; cukuplah dengan mendoakannya.

30. Yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas. Dan diantara keduanya ada perkara-perkara samar, yang tidak diketahui kepastiannya oleh sebagian besar manusia. Maka siapa yang menjaga dirinya dari perkara samar tersebut, dia telah menjaga agama dan kehormatannya. Sebaliknya siapa terjatuh dalam perkara samar, dia akan terjatuh dalam perkara yang haram. Sebagaimana penggembala yang menggembala di area terlarang, sangat mungkin ternaknya akan merumput di area tersebut. Ingatlah, setiap raja mempunyai (hima) area larangan. Ingatlah, area larangan Allah itulah perkara-perkara yang diharamkan oleh-Nya. Ingatlah, di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, jika ia baik, maka seluruh bagian tubuh akan baik. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh badan. Ingatlah, itulah hati.

31. Binasalah hamba dinar, hamba dirham, dan hamba pakaian, (yaitu orang yang) jika diberi dia ridha dan jika tidak diberi dia tidak ridha.

32. Jadilah engkau di dunia ini seperti perantau atau pengembara yang tengah melintas.

33. Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.

34. Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu, dan jika engkau hendak memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah.

35. Zuhudlah terhadap dunia; niscaya Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah terhadap kepunyaan manusia; niscaya manusia akan mencintaimu.

36. Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, kaya, namun menyembunyikan diri.

37. Termasuk tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan sesuatu yang tidak menjadi tujuan hidupnya.

38. Tidak ada wadah milik keturunan Adam yang lebih buruk dari perutnya.

39. Setiap keturunan Adam pernah berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang mau bertaubat.

40. Diam itu hikmah, namun amat jarang yang melakukannya.

41. Berhati-hatilah kalian dari hasad karena hasad itu akan menghabiskan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.

42. Orang kuat itu adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.

43. Kezhaliman itu kegelapan pada Hari Kiamat.

44. Berhati-hatilah kalian dari kekikiran, karena kikirlah yang menghancurkan umat-umat sebelum kalian.

45. Salah satu hal yang dikhawatirkan Nabi atas umatnya adalah syirik kecil; riya’.

46. Tanda-tanda orang munafik; apabila berkata dusta, jika berjanji mengingkari, dan bila dipercaya khianat.

47. Memaki seorang muslim itu perbuatan fasik dan membunuhnya adalah perbuatan kufur.

48. Waspadalah kalian dari prasangka, karena prasangka itu sedusta-dusta perkataan.

49. Diharamkan surga bagi seorang pemimpin yang berlaku curang.

50. Barang siapa mengurus umat dan mempersulit mereka, maka Allah akan mempersulitnya.

51. Apabila salah seorang dari kalian berkelahi, maka hendaklah menghindari bagian wajah.

52. Janganlah engkau marah! Janganlah engkau marah!

53. Neraka bagi mereka yang membelanjakan harta Allah tanpa semestinya.

54. Janganlah kalian saling berlaku zhalim.

55. Ghibah adalah membicarakan saudaramu dalam perkara yang dia benci.

56. Seorang muslim itu saudara muslim lainnya, sehingga terjaga; darah, harta, dan harga dirinya.

57. Rasulullah berdoa; “Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlak, perbuatan, keinginan, dan penyakit, yang buruk.”

58. Janganlah engkau mendebat saudaramu, jangan mempermainkannya, dan jangan pula menjanjikan untuknya suatu janji lantas engkau mengingkarinya.

59. Dua sifat yang tidak akan pernah berkumpul pada diri seorang mukmin, yaitu; bakhil (kikir) dan perangai tercela.

60. Ada dua orang saling mencaci maki, dosa dari apa yang diucapkan keduanya ditimpakan kepada pihak yang memulai, selama pihak yang dizhalimi tidak melampaui batas.

61. Barangsiapa mencelakai seorang muslim, maka Allah pun akan membuatnya celaka. Barangsiapa mempersulit urusan kaum muslimin maka Allah pun akan mempersulitnya.

62. Orang mukmin bukan pencela, pelaknat, pelaku kekejian, dan suka berkata kotor.

63. Janganlah kalian mencela orang-orang yang telah meninggal, karena mereka itu telah mendapat balasan dari perbuatannya.

64. Tidak akan masuk surga pengadu domba.

65. Barangsiapa menahan amarahnya, maka Allah akan menahan adzab-Nya dari dirinya.

66. Tidak akan masuk surga tukang tipu, orang bakhil, dan orang yang berperangai buruk.

67. Barangsiapa mencuri dengar pembicaraan suatu kaum padahal mereka tidak menyukainha, maka akan dituangkan ke dalam telinganya timah panas pada hari Kiamat.

68. Beruntunglah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri daripada aib-aib orang lain.

69. Barangsiapa merasa dirinya hebat dan cara berjalannya angkuh, maka dia akan menjumpai Allah dalam keadaan dimurkai.

70. Ketergesa-gesaan itu dari setan.

71. Kemalangan itu bersumber dari akhlak yang buruk.

72. Para tukang laknat tidak akan diizinkan memberi syafaat dan tidak akan dijadikan sebagai saksi pada hari kiamat.

73. Barangsiapa menjelek-jelekkan saudaranya karena satu dosa yang diperbuatnya, maka dia tidak akan mati sampai melakukan dosa yang sama.

74. Celakalah orang yang berbicara lalu dia bumbui dengan kedustaan untuk membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, kemudian celaka dia.

75. Kaffarah (denda) darimu untuk orang yang telah engkau ghibahi adalah engkau harus memohonkan ampunan baginya.

76. Golongan manusia yang paling dibenci di sisi Allah adalah mereka yang suka mencari musuh.

77. Peliharalah kejujuran, karena ia mengarahkan pada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan menuju surga. Begitu pula sebaliknya.

78. Waspadalah kalian terhadap prasangka, karena prasangka itu sedusta-dusta perkataan.

79. Hindarilah oleh kalian duduk-duduk di tepi jalan.

80. Barangsiapa yang dikehendaki Allah baginya kebaikan, niscaya Ia akan memahamkannya dalam urusan agama.

81. Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam al-mizan (timbangan) selain akhlak mulia.

82. Malu itu sebagian dari iman.

83. Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu.

84. Jika engkau ditimpa sesuatu musibah, maka jangan sampai engkau berkata, “Kalau saja saya melakukan yang demikian, niscaya akan terjadi yang demikian.” Lebih baik engkau katakan, “Allah-lah yang telah menakdirkan musibah ini, karena kata ‘kalau saja’ akan membuka pintu perbuatan setan.

85. Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mewahyukan kepadaku agar kalian saling berlaku tawadhu’.

86. Barangsiapa membela kehormatan saudaranya, maka Allah akan menghindarkan wajahnya dari api neraka pada Hari Kiamat.

87. Sedekah tidak mengurangi harta.

88. Sebarkanlah salam, sambung hubungan kekerabatan, berilah makan orang yang kelaparan, dan shalatlah di tengah malam saat manusia terlelap, niscaya kami akan masuk surga dengan selamat.

89. Agama itu kesetiaan; kesetiaan kepada Allah, kepada kitab-Nya, kepada Rasul-Nya, kepada para pemimpin kaum muslimin, dan kepada masyarakatnya.

90. Perkara yang paling banyak membuat masuk surga adalah takwa dan akhlak yang baik.

91. Sesungguhnya kalian tidak akan mampu membuat manusia merasa lapang dengan harta-harta kalian, namun dengan wajah yang ceria dan perangai yang baik.

92. Orang mukmin itu cermin bagi saudara mukmin yang lainnya.

93. Adalah baik Mukmin yang mau bergaul dengan orang-orang dan tetap bersabar menghadapi gangguan mereka.

94. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan penampilanku, maka baguskanlah akhlakku.

95. Allah Ta’ala berfirman: Aku bersama hamba-Ku selama dia mengingat-Ku dan menggerakkan kedua bibirnya menyebut nama-Ku.

96. Tiada amalan keturunan Adam yang lebih dapat menyelamatkannya dari adzab Allah selain dzikrullah.

97. Tiada satu kaum pun yang bermajelis dan disitu mereka berdzikir kepada Allah, melainkan para malaikat akan mengelilinginya, diliputi oleh rahmat.

98. Tiada satu kaum pun duduk pada sebuah majelis dimana mereka tidak berdzikir kepada Allah dan tidak pula bershalawat atas Nabi saw melainkan keberadaan mereka di majelis itu akan menjadi penyesalan pada Hari Kiamat.

99. Barangsiapa membaca laa ilaaha illallaah wahdahi laa syariika lahu (tidak ada ilah selain Allah yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya) sebanyak sepuluh kali, dia bagaikan membebaskan empat jiwa dari keturunan Ismail.

100. Barangsiapa mengucapkan; Subhanallaah wa bihamdihi (Mahasuci Allah dan segala puji hanya milik-Nha) sebanyak seratus kali, maka dosa-dosanya akan berguguran meskipun banyaknya sepertj buih di lautan.

101. Subhanallaahi wa bi jamdihi ‘adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midada kalimaatihi (Mahasuci Allah dan segala pujian hanya milik-Nya sebanyak jumlaj makjluk-Nya, sesuai dengan keridhaan Dzat-Nha, seberat timbangan ‘Arsy-Nha, dan sebanyak ju lah kalimat-kalimat-Nya) sepadan timbangannya dengan apa yang telah kamu baca seharian.

102. Amal shalih yang abadi adalah bacaan laa ilaaha illallah (tidak ada ilah selain Allah), subhanallah (Mahasuci Allah), Allahu akbar (Allah Mahabaesar), Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), dan laa haula wa laa quwwata illa billah (Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan ziin Allah).

103. Ucapan yang paling dicintai Allah ada empat, tidak masalah dari mana engkau memulainya; subhanallah (Mahasuci Allah), alhamdulillah (segala puji bagi Allah), laa ilaaha illallah (tidak ada ilah selain Allah), Allahu akbar (Allah Mahabesar).

104. La haula wa la quwwata illaa billaah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah) adalah harta karun dari perbendaharaan surga.

105. Sesungguhnya doa itu ibadah.

106. Doa di antara adzan dan iqamah tidak akan tertolak.

107. Sesungguhnya Rabb kalian itu Maha Pemalu lagi Mahamulia, Ia sangat malu terhadap hamba-Nya yang menengadahkan kedua tangan ke arah-Nya kemudian menariknya dengan tangan hampa.

108. Rasulullah itu jika menengadahkan tangannya dalam berdoa, beliau tidak menariknya hingga mengusapkan ke wajah.

109. Orang yang paling dekat denganku pada Hari Kiamat adalah yang paling banyak bershalawat untukku.

110. Inilah penghulu istighfar, hendaknya setiap hamba mengucapkan: Ya Allah, Engkau-lah Rabb -ku, tiada ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, Engkau-lah yang telah menciptakanku. Dan aku ini adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dan ikatan dengan-Mu sekemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui akan nikmat-Mu atasku dan Aku mengakui pula segala dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni seluruh dosa kecuali Engkau.

111. Rasulullah tidak pernah meninggalkan kalimat ini baik pagi maupun petang: Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keselamatan dalam urusan agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. ya Allah, tutupilah aibku dan berilah kepadaku keamanan dari segala yang mengkhawatirkan. Ya Allah, jagalah diriku dari arah depanku, dari arah belakangku, dari arah kananku, dari arah kiriku, serta dari arah atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu dari terbenamkan dari arah bawahku.

112. Rasulullah dahulu biasa berdoa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, dari berubahnya kesehatanku (menajdi sakit), dari kematian mendadak, dan dari seluruh murka-Mu.

113. Dahulu Rasulullah biasa berdoa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utang yang menumpuk, dari tekanan musuh, dan dari musibah yang menggembirakan musuh-musuh.

114. Barangsiapa berdoa dengan; “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan persaksianku bahwa Engkau-lah Allah yang tiada sesembahan yang benar selain Engkau, Yang Maha Esa, tempat bergantung segala makhluk, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tiada satu pun makhluk yang setara dengan-Nya”, niscaya Allah akan mengijabahinya.

115. Dahulu jika telah tiba waktu subuh Rasulullah biasa berdoa: “Ya Allah, hanya dengan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, hanya dengan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, hanya dengan pertolongan-Mu kami hidup, hanya dengan pertolongan-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu-llah kami akan dibangkttkan.” Dan jika memasuki waktu sore beliau juga membaca doa yang sama, tetapi beliau mengatakan pada akhir doa: —dan hanya kepada-Mu-lah kami akan dikembalikan.

116. Doa Rasulullah yang paling sering dipanjatkan adalah: “Ya Rabb kami, berilah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab neraka.”

117. Dahulu Nabi biasa berdoa: “Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahanku, kebodohanku, tindakanku yang melampaui batas, dan apa saja yang Engkau lebih tahu tentangnya dariku. Ya Allah, ampunilah kesalahanku karena aku terlalu bersemangat, banyak bersendau-gurau, yang aku sengaja, maupun yang tidak aku sengaja, karena semua itu memang ada padaku. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu, yang akan datang, yang aku sembunyikan, yang aku tarnpakkan, dan apa saja yang Engkau lebih tahu dariku. Engkau-lah Al'Muqaddim serta Al-Mu'akhkhir, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

118. Rasulullah selalu berdoa: Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku yang menjadi penjaga semua urusanku, perbaikilah untukku duniaku yang di situ ada penghidupanku, perbaikilah untukku akhiratku yang ke sanalah aku akan kembali, jadikanlah kehidupan ini penambah kebaikanku, dan jadikanlah kematian sebagai istirahatku dari semua kejahatan.

119. Dahulu Rasulullah biasa berdoa: Ya Allah, jadikan untukku bermanfaat apa saja yang Engkau ajarkan kepadaku dan ajari aku apa saja yang bermanfaat bagiku, serta karuniakan untukku ilmu yang bermanfaat.

120. Dahulu Rasulullah biasa berdoa: Ya Allah, jadikan untukku bermanfaat apa saja yang Engkau ajarkan kepadaku dan ajari aku apa saja yang bermanfaat bagiku, serta tambahkanlah untukku pengetahuan, segala puji hanya bagi Allah di setiap keadaan dan aku berlindung kepada-Nya dari keadaannya penduduk neraka.

121. Nabi pernah mengajarkan pada Aisyah doa berikut: Ya Allah, aku memohon kepada'Mu semua jenis kebaikan, cepat maupun lambat, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku berlidung kepada-Mu dari semua jenis kejahatan, cepat maupun lambat, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba-Mu dan nabi-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang diminta perlindungan darinya oleh hamba-Mu dan nabi-Mu. Ya Allah, aku mohon dari-Mu surga dan apa saja yang mendekatkan ke arahnya, baik perkataan maupun perbuatan. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari neraka dan apa saja yang mendekatkan ke arahnya, baik perkataan atau perbuatan. Aku mohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan setiap keputusan yang Engkau putuskan untukku merupakan keputusan yang baik.

122. Dua kalimat yang paling disukai oleh ar-Rahman, ringan diucapkan namun berat di timbangan, yaitu: subhanallahi wa bi bamdihi subhanallahil 'azhiim (Mahasuci Allah dan segala puji hanya milik-Nya, Mahasuci Allah yang Mahaagung).

 

Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


 
;