Friday, May 16, 2025 0 comments

Sinopsis "9 Terapi Pengobatan Terdahsyat - Master Wong" Bahasa Indonesia

 9 Terapi Pengobatan Terdahsyat
by: Master Wong

Sekitar tahun 1970-an dikenal medico acupuncture. Akupuntur merupakan bagian dari ilmu pengobatan Cina, yang berkembang sejak zaman batu (2000-3000 SM), sebagai suatu model pengobatan dengan memanfaatkan chi atau bioenergi dari tubuh manusia. Terapi pengobatan tradisional ada sejak 5.000 tahun lalu; pijat, akupuntur, herbal (jamu), juga bioenergi. Ahli pengobatan Cina zaman Can Kuo (5-3 SM) membentuk teori Yin (hitam) Yang (putih), diikuti dengan teori lima unsur (u sing); logam, air, kayu, api, dan tanah.

Tubuh kita ternyata memiliki kemampuan bisa menyembuhkan dirinya sendiri, dengan meridian (cing/membuju & luo/melintang) tersebar di seluruh tubuh. Organ-organ tubuh; paru-paru (mengatur udara), usus besar (mengangkut ampas), lambung (mengolah makanan), limpa (mengangkut sari makanan), jantung (mengedarkan darah), usus kecil (memisahkan sari makanan), kandung kemih (mengatur cairan), ginjal (mengatur sari makanan), perikardium (pelindung jantung), san ciao (organ hipotesis), kandung empedu, dan hati (pengatur darah). Penyakit adalah respon tubuh akibat menurunnya energi. Kulit, paru-paru, perut, dan urine, berfungsi untuk mengeliminasi racun. Penyebab penyakit muncul dari luar (dingin, panas, lembap, kering, api, dan penyakit menular) dan dari dalam (gembira, marah, khawatir, berpikir, sedih, takut, dan terkejut). Kelelahan dan kurangnya rasa-rasa makanan juga dapat mengganggu fungsi hati dan ginjal. Empat cara pemeriksaan; pengamatan/inspeksi (wang), pendengaran dan penciuman (wen), bertanya (anamnesis/wen), dan perabaan/palpasi (cie). Sebelum sakit ada baiknya melakukan pencegahan; daya tahan tubuh (ci) dan mental (sen) yang kuat.

9 terapi; jaripunktur (berfokus pada jari-jari tangan dan kaki), pijat refleksi (memijat tangan, kaki, dan anggota tubuh yang lain dengan mengarah pada titik pusat urat-urat syaraf), totokpunktur dan kop (menekan daerah belakang badan), aurapunktur (menekan titik-titik area sekitar muka), obespunktur (titik-titik akupunktur yang berhubungan dengan pencernaan), sensiopunktur (pijatan lembut untuk menghangatkan pasangan), bioenergi (menggunakan bioenergi [matahari, ozon, bumi, dan pohon] untuk menyembuhkan tubuh), akupunktur (penusukan jarum pada permukaan badan), dan moksibasi (membakar moksa pada tirik-tirik akupuntur).

Daya tahan tubuh yang melemah bisa menyebabkan penyakit akan menggerogoti tubuh kita, dan 9 terapi dapat diaplikasikan untuk mengatasi; stamina, migrain, nyeri dan kaku tangan, insomnia, juga nyeri haid.


Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, April 18, 2025 0 comments

Sinopsis "Syarah Kitab al-Jami’ - Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam" Bahasa Indonesia

 Syarah Kitab al-Jami’
by: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam

1. Hak seorang muslim yang satu terhadap muslim yang lain ada enam: bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam untuknya; bila dia mengundangmu, maka penuhilah; bila dia meminta nasihat darimu, maka berilah nasihat; bila dia bersin dan mengucapkan 'alhamdulillah', maka bacakan untuknya 'yarhamukallah'; bila dia sakit, jenguklah; dan bila dia meninggal dunia, hantarkanlah (jenazahnya).

2. Lihatlah orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia) dan janganlah melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih patut dan agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian.

3. Kebaikan itu (contohnya) akhlak yang baik, sedangkan dosa ialah sesuatu yang mengganggu di dadamu dan engkau tidak suka bila orang lain mengetahuinya.

4. Apabila kalian bertiga, maka janganlah yang dua orang berbisik tanpa menyertakan yang ketiga, atau sampai kalian bergabung dengan orang lain, karena yang demikian itu bisa membuatnya sakit hati.

5. Janganlah seseorang mengusir orang lain dari tempat duduknya, kemudian dia menduduki tempat tersebut. Tetapi, berikanlah kelonggaran dan keluasan.

6. Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka janganlah dia mencuci tangannya sebelum menjilatinya atau meminta orang lain menjilatinya.

7. Hendaklah yang muda mengucapkan salam kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, rombongan yang berjumlah sedikit kepada yang banyak.

8. Dibolehkan salah seorang dari satu rombongan yang lewat untuk mengucapkan salam mewakili teman-temannya dan boleh juga salah seorang dari satu rombongan yang diberi salam menjawabnya sebagai wakil dari teman-temannya.

9. Janganlah kalian mulai mengucap salam terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dan apabila kalian menjumpai mereka di jalan, desaklah mereka ke bagian jalan yang sempit.

10. Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah mengucapkan: “Alhamdulillah”, dan saudaranya yang mendengar hal itu hendaknya mengucapkan: “Yarhamukallah”, adapun yang bersin menjawabnya dengan ucapan: “Yahdikumullah wa yushlihu baalakum.”

11. Jangan sampai salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri.

12. Apabila salah seorang di antara kalian memakai sandal hendaknya dia mendahulukan kaki kanan dan jika melepaskannya hendaknya dia mendahulukan kaki kiri. Jadikanlah kaki kanan yang lebih dahulu memakainya dan yang belakangan melepasnya.

13. Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan satu sandal, hendaklah dia memakai keduanya atau melepas keduanya.

14. Allah swt tidak akan melihat orang yang melabuhkan pakaiannya karena kesombongan.

15. Apabila salah seorang dari kalian makan hendaklah dia makan dengan tangan kanannya, apabila dia minum hendaklah minum dengan tangan kanannya, karena setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.

16. Makanlah, minumlah, kenakan pakaian, dan berinfaklah tanpa berlebihan dan tanpa perasaan tinggi hati.

17. Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan tetap dikenang baik setelah wafatnya, hendaklah dia menyambung kekerabatan.

18. Tidak akan masuk surga pemutus silaturahmi.

19. Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kalian durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur hidup-hidup anak perempuan, mengabaikan kewajiban dan banyak menuntut haknya. Dan Ia membenci kalian berperilaku: menyukai gosip atau isu, banyak bertanya (sedikit beramal) dan menyia-nyiakan harta.

19. Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orangtua dan murka Allah juga tergantung pada murka kedua orangtua.

20. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak dianggap beriman seorang hamba sampai dia mencintai apa yang dicintai oleh tetangganya seperti dia mencintainya untuk dirinya sendiri.

21. Dosa-dosa terbesar: menjadikan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah, membunuh anak, dan berzina dengan istri tetangga.

22. Termasuk dosa besar adalah seorang yang mencela kedua orangtuanya.

23. Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih tiga hari, keduanya saling bertemu namun yang satu membuang muka ke sini sementara yang lain membuang muka ke situ. Yang lebih baik dari keduanya adalah memulai salam.

24. Setiap kebaikan merupakan sedekah.

25. Janganlah kamu remehkan kebaikan sedikit pun, meski hanya berupa menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.

26. Apabila kamu memasak daging maka perbanyaklah kuahnya, perhatikanlah para tetanggamu.

27. Barangsiapa memudahkan urusan orang lain, niscaya Allah akan memudahkan urusan-urusannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aib-aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.

28. Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya.

29. Siapa saja yang meminta perlindungan dengan nama Allah, maka lindungilah dia. Siapa saja yang meminta sesuatu dengan menyebut nama Allah, maka berilah dia. Siapa saja yang pernah berbuat kebaikan kepada kalian, maka balaslah dia, jika kalian tidak mampu membalasnya; cukuplah dengan mendoakannya.

30. Yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas. Dan diantara keduanya ada perkara-perkara samar, yang tidak diketahui kepastiannya oleh sebagian besar manusia. Maka siapa yang menjaga dirinya dari perkara samar tersebut, dia telah menjaga agama dan kehormatannya. Sebaliknya siapa terjatuh dalam perkara samar, dia akan terjatuh dalam perkara yang haram. Sebagaimana penggembala yang menggembala di area terlarang, sangat mungkin ternaknya akan merumput di area tersebut. Ingatlah, setiap raja mempunyai (hima) area larangan. Ingatlah, area larangan Allah itulah perkara-perkara yang diharamkan oleh-Nya. Ingatlah, di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, jika ia baik, maka seluruh bagian tubuh akan baik. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh badan. Ingatlah, itulah hati.

31. Binasalah hamba dinar, hamba dirham, dan hamba pakaian, (yaitu orang yang) jika diberi dia ridha dan jika tidak diberi dia tidak ridha.

32. Jadilah engkau di dunia ini seperti perantau atau pengembara yang tengah melintas.

33. Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.

34. Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu, dan jika engkau hendak memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah.

35. Zuhudlah terhadap dunia; niscaya Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah terhadap kepunyaan manusia; niscaya manusia akan mencintaimu.

36. Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, kaya, namun menyembunyikan diri.

37. Termasuk tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan sesuatu yang tidak menjadi tujuan hidupnya.

38. Tidak ada wadah milik keturunan Adam yang lebih buruk dari perutnya.

39. Setiap keturunan Adam pernah berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang mau bertaubat.

40. Diam itu hikmah, namun amat jarang yang melakukannya.

41. Berhati-hatilah kalian dari hasad karena hasad itu akan menghabiskan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.

42. Orang kuat itu adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.

43. Kezhaliman itu kegelapan pada Hari Kiamat.

44. Berhati-hatilah kalian dari kekikiran, karena kikirlah yang menghancurkan umat-umat sebelum kalian.

45. Salah satu hal yang dikhawatirkan Nabi atas umatnya adalah syirik kecil; riya’.

46. Tanda-tanda orang munafik; apabila berkata dusta, jika berjanji mengingkari, dan bila dipercaya khianat.

47. Memaki seorang muslim itu perbuatan fasik dan membunuhnya adalah perbuatan kufur.

48. Waspadalah kalian dari prasangka, karena prasangka itu sedusta-dusta perkataan.

49. Diharamkan surga bagi seorang pemimpin yang berlaku curang.

50. Barang siapa mengurus umat dan mempersulit mereka, maka Allah akan mempersulitnya.

51. Apabila salah seorang dari kalian berkelahi, maka hendaklah menghindari bagian wajah.

52. Janganlah engkau marah! Janganlah engkau marah!

53. Neraka bagi mereka yang membelanjakan harta Allah tanpa semestinya.

54. Janganlah kalian saling berlaku zhalim.

55. Ghibah adalah membicarakan saudaramu dalam perkara yang dia benci.

56. Seorang muslim itu saudara muslim lainnya, sehingga terjaga; darah, harta, dan harga dirinya.

57. Rasulullah berdoa; “Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlak, perbuatan, keinginan, dan penyakit, yang buruk.”

58. Janganlah engkau mendebat saudaramu, jangan mempermainkannya, dan jangan pula menjanjikan untuknya suatu janji lantas engkau mengingkarinya.

59. Dua sifat yang tidak akan pernah berkumpul pada diri seorang mukmin, yaitu; bakhil (kikir) dan perangai tercela.

60. Ada dua orang saling mencaci maki, dosa dari apa yang diucapkan keduanya ditimpakan kepada pihak yang memulai, selama pihak yang dizhalimi tidak melampaui batas.

61. Barangsiapa mencelakai seorang muslim, maka Allah pun akan membuatnya celaka. Barangsiapa mempersulit urusan kaum muslimin maka Allah pun akan mempersulitnya.

62. Orang mukmin bukan pencela, pelaknat, pelaku kekejian, dan suka berkata kotor.

63. Janganlah kalian mencela orang-orang yang telah meninggal, karena mereka itu telah mendapat balasan dari perbuatannya.

64. Tidak akan masuk surga pengadu domba.

65. Barangsiapa menahan amarahnya, maka Allah akan menahan adzab-Nya dari dirinya.

66. Tidak akan masuk surga tukang tipu, orang bakhil, dan orang yang berperangai buruk.

67. Barangsiapa mencuri dengar pembicaraan suatu kaum padahal mereka tidak menyukainha, maka akan dituangkan ke dalam telinganya timah panas pada hari Kiamat.

68. Beruntunglah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri daripada aib-aib orang lain.

69. Barangsiapa merasa dirinya hebat dan cara berjalannya angkuh, maka dia akan menjumpai Allah dalam keadaan dimurkai.

70. Ketergesa-gesaan itu dari setan.

71. Kemalangan itu bersumber dari akhlak yang buruk.

72. Para tukang laknat tidak akan diizinkan memberi syafaat dan tidak akan dijadikan sebagai saksi pada hari kiamat.

73. Barangsiapa menjelek-jelekkan saudaranya karena satu dosa yang diperbuatnya, maka dia tidak akan mati sampai melakukan dosa yang sama.

74. Celakalah orang yang berbicara lalu dia bumbui dengan kedustaan untuk membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, kemudian celaka dia.

75. Kaffarah (denda) darimu untuk orang yang telah engkau ghibahi adalah engkau harus memohonkan ampunan baginya.

76. Golongan manusia yang paling dibenci di sisi Allah adalah mereka yang suka mencari musuh.

77. Peliharalah kejujuran, karena ia mengarahkan pada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan menuju surga. Begitu pula sebaliknya.

78. Waspadalah kalian terhadap prasangka, karena prasangka itu sedusta-dusta perkataan.

79. Hindarilah oleh kalian duduk-duduk di tepi jalan.

80. Barangsiapa yang dikehendaki Allah baginya kebaikan, niscaya Ia akan memahamkannya dalam urusan agama.

81. Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam al-mizan (timbangan) selain akhlak mulia.

82. Malu itu sebagian dari iman.

83. Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu.

84. Jika engkau ditimpa sesuatu musibah, maka jangan sampai engkau berkata, “Kalau saja saya melakukan yang demikian, niscaya akan terjadi yang demikian.” Lebih baik engkau katakan, “Allah-lah yang telah menakdirkan musibah ini, karena kata ‘kalau saja’ akan membuka pintu perbuatan setan.

85. Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mewahyukan kepadaku agar kalian saling berlaku tawadhu’.

86. Barangsiapa membela kehormatan saudaranya, maka Allah akan menghindarkan wajahnya dari api neraka pada Hari Kiamat.

87. Sedekah tidak mengurangi harta.

88. Sebarkanlah salam, sambung hubungan kekerabatan, berilah makan orang yang kelaparan, dan shalatlah di tengah malam saat manusia terlelap, niscaya kami akan masuk surga dengan selamat.

89. Agama itu kesetiaan; kesetiaan kepada Allah, kepada kitab-Nya, kepada Rasul-Nya, kepada para pemimpin kaum muslimin, dan kepada masyarakatnya.

90. Perkara yang paling banyak membuat masuk surga adalah takwa dan akhlak yang baik.

91. Sesungguhnya kalian tidak akan mampu membuat manusia merasa lapang dengan harta-harta kalian, namun dengan wajah yang ceria dan perangai yang baik.

92. Orang mukmin itu cermin bagi saudara mukmin yang lainnya.

93. Adalah baik Mukmin yang mau bergaul dengan orang-orang dan tetap bersabar menghadapi gangguan mereka.

94. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan penampilanku, maka baguskanlah akhlakku.

95. Allah Ta’ala berfirman: Aku bersama hamba-Ku selama dia mengingat-Ku dan menggerakkan kedua bibirnya menyebut nama-Ku.

96. Tiada amalan keturunan Adam yang lebih dapat menyelamatkannya dari adzab Allah selain dzikrullah.

97. Tiada satu kaum pun yang bermajelis dan disitu mereka berdzikir kepada Allah, melainkan para malaikat akan mengelilinginya, diliputi oleh rahmat.

98. Tiada satu kaum pun duduk pada sebuah majelis dimana mereka tidak berdzikir kepada Allah dan tidak pula bershalawat atas Nabi saw melainkan keberadaan mereka di majelis itu akan menjadi penyesalan pada Hari Kiamat.

99. Barangsiapa membaca laa ilaaha illallaah wahdahi laa syariika lahu (tidak ada ilah selain Allah yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya) sebanyak sepuluh kali, dia bagaikan membebaskan empat jiwa dari keturunan Ismail.

100. Barangsiapa mengucapkan; Subhanallaah wa bihamdihi (Mahasuci Allah dan segala puji hanya milik-Nha) sebanyak seratus kali, maka dosa-dosanya akan berguguran meskipun banyaknya sepertj buih di lautan.

101. Subhanallaahi wa bi jamdihi ‘adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midada kalimaatihi (Mahasuci Allah dan segala pujian hanya milik-Nya sebanyak jumlaj makjluk-Nya, sesuai dengan keridhaan Dzat-Nha, seberat timbangan ‘Arsy-Nha, dan sebanyak ju lah kalimat-kalimat-Nya) sepadan timbangannya dengan apa yang telah kamu baca seharian.

102. Amal shalih yang abadi adalah bacaan laa ilaaha illallah (tidak ada ilah selain Allah), subhanallah (Mahasuci Allah), Allahu akbar (Allah Mahabaesar), Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), dan laa haula wa laa quwwata illa billah (Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan ziin Allah).

103. Ucapan yang paling dicintai Allah ada empat, tidak masalah dari mana engkau memulainya; subhanallah (Mahasuci Allah), alhamdulillah (segala puji bagi Allah), laa ilaaha illallah (tidak ada ilah selain Allah), Allahu akbar (Allah Mahabesar).

104. La haula wa la quwwata illaa billaah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah) adalah harta karun dari perbendaharaan surga.

105. Sesungguhnya doa itu ibadah.

106. Doa di antara adzan dan iqamah tidak akan tertolak.

107. Sesungguhnya Rabb kalian itu Maha Pemalu lagi Mahamulia, Ia sangat malu terhadap hamba-Nya yang menengadahkan kedua tangan ke arah-Nya kemudian menariknya dengan tangan hampa.

108. Rasulullah itu jika menengadahkan tangannya dalam berdoa, beliau tidak menariknya hingga mengusapkan ke wajah.

109. Orang yang paling dekat denganku pada Hari Kiamat adalah yang paling banyak bershalawat untukku.

110. Inilah penghulu istighfar, hendaknya setiap hamba mengucapkan: Ya Allah, Engkau-lah Rabb -ku, tiada ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, Engkau-lah yang telah menciptakanku. Dan aku ini adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dan ikatan dengan-Mu sekemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui akan nikmat-Mu atasku dan Aku mengakui pula segala dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni seluruh dosa kecuali Engkau.

111. Rasulullah tidak pernah meninggalkan kalimat ini baik pagi maupun petang: Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keselamatan dalam urusan agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. ya Allah, tutupilah aibku dan berilah kepadaku keamanan dari segala yang mengkhawatirkan. Ya Allah, jagalah diriku dari arah depanku, dari arah belakangku, dari arah kananku, dari arah kiriku, serta dari arah atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu dari terbenamkan dari arah bawahku.

112. Rasulullah dahulu biasa berdoa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, dari berubahnya kesehatanku (menajdi sakit), dari kematian mendadak, dan dari seluruh murka-Mu.

113. Dahulu Rasulullah biasa berdoa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utang yang menumpuk, dari tekanan musuh, dan dari musibah yang menggembirakan musuh-musuh.

114. Barangsiapa berdoa dengan; “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan persaksianku bahwa Engkau-lah Allah yang tiada sesembahan yang benar selain Engkau, Yang Maha Esa, tempat bergantung segala makhluk, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tiada satu pun makhluk yang setara dengan-Nya”, niscaya Allah akan mengijabahinya.

115. Dahulu jika telah tiba waktu subuh Rasulullah biasa berdoa: “Ya Allah, hanya dengan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, hanya dengan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, hanya dengan pertolongan-Mu kami hidup, hanya dengan pertolongan-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu-llah kami akan dibangkttkan.” Dan jika memasuki waktu sore beliau juga membaca doa yang sama, tetapi beliau mengatakan pada akhir doa: —dan hanya kepada-Mu-lah kami akan dikembalikan.

116. Doa Rasulullah yang paling sering dipanjatkan adalah: “Ya Rabb kami, berilah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab neraka.”

117. Dahulu Nabi biasa berdoa: “Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahanku, kebodohanku, tindakanku yang melampaui batas, dan apa saja yang Engkau lebih tahu tentangnya dariku. Ya Allah, ampunilah kesalahanku karena aku terlalu bersemangat, banyak bersendau-gurau, yang aku sengaja, maupun yang tidak aku sengaja, karena semua itu memang ada padaku. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu, yang akan datang, yang aku sembunyikan, yang aku tarnpakkan, dan apa saja yang Engkau lebih tahu dariku. Engkau-lah Al'Muqaddim serta Al-Mu'akhkhir, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

118. Rasulullah selalu berdoa: Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku yang menjadi penjaga semua urusanku, perbaikilah untukku duniaku yang di situ ada penghidupanku, perbaikilah untukku akhiratku yang ke sanalah aku akan kembali, jadikanlah kehidupan ini penambah kebaikanku, dan jadikanlah kematian sebagai istirahatku dari semua kejahatan.

119. Dahulu Rasulullah biasa berdoa: Ya Allah, jadikan untukku bermanfaat apa saja yang Engkau ajarkan kepadaku dan ajari aku apa saja yang bermanfaat bagiku, serta karuniakan untukku ilmu yang bermanfaat.

120. Dahulu Rasulullah biasa berdoa: Ya Allah, jadikan untukku bermanfaat apa saja yang Engkau ajarkan kepadaku dan ajari aku apa saja yang bermanfaat bagiku, serta tambahkanlah untukku pengetahuan, segala puji hanya bagi Allah di setiap keadaan dan aku berlindung kepada-Nya dari keadaannya penduduk neraka.

121. Nabi pernah mengajarkan pada Aisyah doa berikut: Ya Allah, aku memohon kepada'Mu semua jenis kebaikan, cepat maupun lambat, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku berlidung kepada-Mu dari semua jenis kejahatan, cepat maupun lambat, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba-Mu dan nabi-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang diminta perlindungan darinya oleh hamba-Mu dan nabi-Mu. Ya Allah, aku mohon dari-Mu surga dan apa saja yang mendekatkan ke arahnya, baik perkataan maupun perbuatan. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari neraka dan apa saja yang mendekatkan ke arahnya, baik perkataan atau perbuatan. Aku mohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan setiap keputusan yang Engkau putuskan untukku merupakan keputusan yang baik.

122. Dua kalimat yang paling disukai oleh ar-Rahman, ringan diucapkan namun berat di timbangan, yaitu: subhanallahi wa bi bamdihi subhanallahil 'azhiim (Mahasuci Allah dan segala puji hanya milik-Nya, Mahasuci Allah yang Mahaagung).

 

Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, March 7, 2025 0 comments

Sinopsis "Merawat Luka Batin - dr. Jiemi Ardian" Bahasa Indonesia

 Merawat Luka Batin
by: dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ

Depresi memang tidak logis. Ia bukan hanya gangguan perasaan, tetapi juga otak dan tubuh mengalami respons “sakit” karenanya. Gejala dan tanda depresi; perasaan-pikiran-perilaku yang terganggu, juga hilangnya kemampuan merasakan kesenangan. Pada otak orang yang mengalami depresi, hipokampus berukuran lebih kecil dengan amigdala yang lebih aktif. Pengobatan depresi memiliki 3 fase; fase aku (6-12 minggu), fase lanjutan (4-9 bulan), dan fase pemeliharaan (1-2 tahun). Untuk memahami depresi lebih dalam, kita perlu memahami perbedaan antara kesedihan (reaksi emosional normal), berkabung (kesedihan yang mewarnai keseharian), dan depresi (ketidakberhargaan diri). Depresi selalu kompleks, sekompleks istilah biopsikososial, adapun beberapa pemicunya; genetik, kematian (denial, numbness, sjock, and angry), konflik, perundungan, pengalaman buruk semasa kecil, peristiwa buruk, stres, penyakit, penyalahgunaan obat, isolasi, dan cara merespon situasi (fokuskan energi pada hal-hal yang bisa kita kendalikan). Dari itu; belajarlah menyukai diri sendiri (self-esteem), secara sehat berhubungan dengan orang lain, berpikir logis dan realistis, berhati-hati dalam menerjemahkan sensasi fisik, mengenali dan mengakui masalah, pengasuhan yang baik, juga karakteristik yang baik. Jika Anda mengalami depresi; temuilah psikiater, pelajari tentang depresi, dan kembangkan sikap “mengasihi diri sendiri”.

Salah satu alasan mengapa depresi terasa sangat menyakitkan karena ia menyebabkan kita memercayai pikiran terburuk tentang diri kita dan dunia kita. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) hadir untuk memerangi pola berpikir tidak adaptif tersebut; meneliti pikiran sendiri, menyadari bahwa cara kita berpikir menentukan apa yang kita rasakan (peristiwa pencetus - pikiran otomatis - perasaan dan perilaku), mengenali pikiran otomatis lebih dekat (pikiran bukan realitas), mengenal perasaan lebih dekat (perasaan itu warna, semua emosi memiliki peran tersendiri, manusia tidak mengetahui perasaan orang lain, rasa sakit emosional itu penting, emosi tidak menentukan siapa kita).

Manusia berpikir, merasa, dan bertindak dengan cara yang sangat kompleks. Filter mental (generalisasi, delesi, dan distorsi) sangat mempengaruhi cara kita melihat realitas. Pola pikir orang yang merasa depresi; cara pandang negatif terhadap diri sendiri, pengalaman, dan terhadap masa depan. Pikiran hanyalah sebagian dari diri kita, yang perlu kita telaah dengan jujur dan penuh keterbukaan. Sebuah situasi dan perasaan tidaklah hitam putih; penilaian kita adalah opini semata, bukan fakta. Orang yang rentan terhadap depresi sering memiliki aturan, tujuan, atau harapan, yang tidak fleksibel (kejarlah pertumbuhan bukan kesempurnaan). Jangan tenggelam dalam satu sudut pandang selektif; “Adakah perspektif lain dari peristiwa ini?”. Cara melawan kebiasaan berpikir sinis adalah dengan menjadi realistis. Untuk mengatasi generalisasi yang malah menyakiti semua pihak, spesifikasi menegaskan bahwa tidak semua hal bisa disamaratakan. Untuk mengatasi kebiasaan berpikir malapetaka (asumsi buruk) [worst case scenario], pahamilah bahwa berkah dan musibah datang silih berganti. Untuk mengatasi kebiasaan berpikir personalisasi (menyalahkan diri sendiri), pahamilah bahwa setiap orang memiliki beban dan tanggungjawab untuk kebahagiaannya sendiri. Cara melawan kebiasaan berpikir tenggelam dalam emosi adalah dengan memahami bahwa perasaan bukan realitas. Cara melawan kebiasaan berpikir melompat ke kesimpulan adalah dengan memahami semuanya secara terperinci. Cara melawan kebiasan berpikir ruminasi adalah dengan hidup di saat ini dan berada di sini.

Perasaan sedih, kecewa, kesal, takut, atau ragu, memberitahu bahwa kita perlu melakukan sesuatu. Reaksi kita terhadap ketidakbahagiaan bisa mengubah kesedihan yang seharusnya singkat menjadi ketidakbahagiaan yang menetap. Dari itu, mari kita belajar untuk melihat alternatif dalam memandang masalah yang sama dengan mengganti cara berpikir (adaptif). Pemikiran yang sehat dan realistis berarti kita mampu melihat situasi sebagaimana adanya. Latihan mencatat pikiran terbukti efektif untuk meningkatkan mood; ukur intensitas emosi, renungkan pikiran Anda, dan cek kebenarannya. Ketimbang menilai kebenaran pikiran kita, gantilah pernyataan kata “harus” menjadi “ingin”, dan kata “tidak boleh” menjadi “saya tidak mau”. Menuliskan pemikiran kritis tentang diri kita adalah salah satu cara terbaik untuk memahami sikap menyalahkan diri sendiri. Jadwal tidur tetap, mengonsumsi makanan yang tepat, dan rutin berolahraga, diketahui dapat membantu memperbaiki gejala depresi. begitu juga latihan gerakan mata, relaksasi otot progresif, pernapasan teratur 4-7-8, TUAS (Tunda + Undur + Amati + Sadari).

Ketika pikiran dipenuhi pola pikir depresi, kita tidak sepenuhnya sadar, dan latihan mindfulness dapat mengatasi hal tersebut. Ada masalah nyata yang bisa diselesaikan dengan pikiran doing dan ada masalah perasaan yang hanya perlu ditenangkan (being). Mindfulness merupakan usaha memusatkan perhatian kesadaran dari luar diri ke dalam diri, ia meningkatkan konsentrasi dan perhatian kita serta memampukan kita untuk benar-benar melihat apa yang terjadi dengan perspektif yang lebih besar. Untuk itu, kita perlu bersedia untuk menghadirkan diri kita seutuhnya pada saat ini, di sini. Menyadari tubuh adalah cara yang ampuh untuk menjadi lebih sadar. Akhirnya, mindfulness membebaskan kita dari pikiran otomatis. Mengatasi stres dengan berusaha menghilangkannya atau menghindarinya hanya akan menciptakan stres yang baru; hanya dengan mengamati dan mengenal perasaan kita sebagaimana adanya, maka perasaan tersebut akan perlahan mereda dan tidak lagi mengontrol hidup kita. Latihan mindfulness juga bisa dilakukan dalam bernapas, duduk seimbang, dan berjalan damai.

Pikiran atau niat untuk menyakiti diri sendiri seringkali muncul ketika sedang mengalami depresi; ingatlah bahwa rasa sakit itu bisa berkurang dengan tetap tidak melukai diri sendiri. Tips praktis; distraksi, pikiran tentang harapan, dan bantuan profesional. Dorongan bunuh diri biasanya didorong oleh kebutuhan untuk melarikan diri dari perasaan yang sangat negatif atau keputusasaan untuk sesuatu yang berubah. Untuk itu, kita membutuhkan ruang aman, mengidentifikasi masalah secara spesifik, menemukan solusi alternatif, mengidentifikasi perasaan (latihan; hal baik dalam hidup), mengidentifikasi pikiran (latihan; saat-saat bahagia), juga menyanggah pemikiran dan asumsi negatif (latihan; tantang pikiran bunuh diri).

Pulih dari depresi bukanlah hal yang mustahil, bahkan sangat mungkin apabila kita menjaga kebiasaan baik untuk mencegah kambuhnya depresi. Mempertahankan irama tubuh (sirkadian); Tidur dan olahraga yang cukup, memungkinkan berkurangnya relapse (kambuhnya depresi). Tips lainnya; sertakan orang yang kita sayangi (caregiver), tetapkan tujuan pribadi, hidup bersama keseimbangan (kesehatan, keluarga, sosial, pekerjaan, rohani, juga kreativitas dan waktu luang). Tahapan penerimaan caregiver depresi; pengabaian, rasionalisasi, penyangkalan, ketakutan, rasa bersalah, dan kemarahan. Beberapa cara membantu orang dengan depresi: terima perasaan mereka, terhubunglah dengan orangnya (bukan dengan depresinya), berkomunikasilah dengan sehat (empatik dan jelas), bertanggungjawablah pada perasan diri sendiri, refleksikan perasaan, berikan pesan positif, dan bantu mereka menemukan solusi mereka sendiri. Setiap keluarga adalah sebuah kesatuan. Penting juga bagi caregiver untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangan sendiri. Hal yang harus dilakukan jika kerabat ingin bunuh diri: bicarakan dengan terbuka, terima perasaan mereka, bantu mereka mengidentifikasi ketakutannya, beri penilaian konsekuensi, temani mereka, dan dorong mereka mencari bantuan profesional.


Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


 
;