Showing posts with label Non Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Non Fiksi. Show all posts
Monday, August 3, 2026 0 comments

The Things You Can See Only When You Slow Down (Haemin Sunim)

 The Things You Can See Only When You Slow Down

Oleh: Haemin Sunim

 

1. Istirahat  (Rest)

“Pernahkah kamu merasa dunia bergerak begitu cepat hingga kamu kewalahan? Ketahuilah, dunia ini sebenarnya tidak sibuk; pikiranmu lah yang sedang riuh. Ketika kamu memilih untuk berhenti sejenak dan bernapas lega, kamu akan menyadari bahwa dunia ikut melambat bersamamu—karena sejatinya, duniaku adalah refleksi dari apa yang ada di dalam batinku.”

 

2. Kesadaran Penuh  (Mindfulness)

“Saat rasa cemas atau amarah datang mengetuk pintu hatimu, jangan terburu-buru mengusirnya atau berpura-pura ia tidak ada. Cukup duduk dengannya, tatap emosi itu seperti seorang ibu yang memandang anaknya yang sedang menangis, dan katakan dengan lembut: "Aku melihatmu, dan tidak apa-apa kamu merasa begitu."”

 

3. Gairah Hidup  (Passion)

“Niat baik yang dipaksakan tanpa jeda sering kali berubah menjadi racun yang melelahkan jiwa. Kerjakanlah impianmu dengan tekun, namun jangan lupa untuk membiarkan hatimu beristirahat; karena api yang membakar terlalu besar hanya akan menghanguskan kayu bakarnya sendiri dalam sekejap.”

 

4. Hubungan Antarmanusia  (Relationships)

“Jagalah jarak dalam setiap hubunganmu, seperti saat kamu duduk memanaskan diri di depan perapian di musim dingin. Jika kamu melangkah terlalu dekat, kamu akan terbakar oleh ekspektasimu sendiri; namun jika kamu berdiri terlalu jauh, kamu tidak akan pernah merasakan kehangatan cinta yang sesungguhnya.”

 

5. Cinta  (Love)

“Mencintai bukan berarti mengubah seseorang agar menjadi versi yang kamu inginkan di dalam kepala. Cinta sejati adalah keberanian untuk membukakan pintu, membiarkan orang lain masuk dengan segala ketidaksempurnaannya, sembari merangkul dirimu sendiri dengan kehangatan yang sama.”

 

6. Penyembuhan  (Healing)

“Jangan terburu-buru menyembuhkan luka batinmu seolah-olah itu adalah sebuah kesalahan yang harus segera diperbaiki. Biarkan air matamu mengalir dan berikan dirimu waktu; karena di dalam ruang sunyi tempat kamu menerima rasa sakit itulah, benih kebijaksanaan baru sedang tumbuh secara perlahan.”

 

7. Masa Depan  (Future)

“Kamu tidak perlu tahu ke mana seluruh jalan di hadapanmu akan bermuara untuk bisa melangkah hari ini. Cukup nyalakan lentera kecil di tanganmu, lakukan satu hal baik yang ada di depan mata, dan biarkan masa depan merangkai dirinya sendiri dari kebaikan-kebaikan kecil yang kamu tabur sekarang.”

 

8. Spiritualitas  (Spirituality)

“Pujian dari orang lain bagaikan angin segar yang lewat, dan kritikan hanyalah debu yang menempel sebentar di bajumu. Jangan biarkan egomu melayang karena yang pertama, atau jatuh terpuruk karena yang kedua; kedamaian sejati ada di dalam hatimu yang tetap tenang di tengah segala riak dunia.”


Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:

- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].

- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, November 7, 2025 0 comments

Sinopsis "Buku Ajar Ilmu Pangan" Bahasa Indonesia

 Buku Ajar Ilmu Pangan
by: Sholichin, Ismanilda, Jufri Sineke, Mia Srimiati, Sastri

Manusia membutuhkan makanan dan minuman untuk bertahan hidup, dimana di dalamnya terdapat bermacam zat gizi. Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati, adapun pangan diperuntukan untuk hewan. Gizi berasal dari bahasa arab “ghidza” yang berarti makanan yang menyehatkan, Adapun zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya; karbodhidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Istilah “nutrisi” lebih sering digunakan dalam konteks hewan dan tanaman. Pangan dapat berasal dari sumber hewani, nabati, dan air, dengan klarifikasi zat gizi; karbohidrat, protein, vitamin, mineral, lemak, dan air. Pangan memiliki fungsi biologic (memenuhi rasa lapar dan haus), sementara zat gizi berfungsi menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan. Terdapat pangan hewani dan pangan nabati, makanan segar dan makanan olahan, program 4 sehat 5 sempurna, dan kelasifikasi lainnya. Pangan memiliki sifat fisik, kimia, dan biologi. Kerusakan bahan pangan dibedakan menjadi kerusakan biologi, mikrobiologi, fisik, mekanis, dan kimia. Pemilihan pangan dipengaruhi; agama, nilai gizi, kualitas, selera, juga daya beli.

Serelia (sereal) adalah tanaman yang diambil bijinya untuk dikonsumsi. Biji-bijian yang tergolong dalam serelia; gandum, jagung, padi, barley (jelai), oats (havermut), rye (secale cereale), sorgum, jali, biji soba (buckwheat), dan miliet (jewawut). Pada umumnya bentuk serealia, seperti padi dan gandum agak bulat. Komponen kimia utama serealia; karbohidrat 80% (terutama pati), protein 15 %, lemak 5%, dan meniral 2%. Teknik penyimpanan serelia; gudang, silo silindris, tempat terpadu, dan bahan pengawet. Pengolahan serelia menjadi produk setengah jadi bertujuan untuk meningkatkan daya simpan, kualitas, dan fungsionalitas produk tersebut.

Lemak dan minyak berfungsi sebagai sumber energi, dimana lemak berbentuk padat (jenuh) sementara minyak bentuknya cair (tak jenuh). Lemak dan minyak merupakan trigliserida, terdiri dari satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak. Selain sebagai sumber energi, lemak dan minyak juga berfungsi sebagai; penopang dan pelindung organ, isolasi termal, pembentukan sel dan membran sel, menyimoan vitamin, produksi hormon, mengatur fungsi otak, juga mengurangi peradangan. Selain lemak jenuh dan lemah tak jenuh, terdapat pula lemak tak jenuh ganda dan lemak trans. Kelebihan lemak, terutama lemak jenuh dan trans, dapat menyebabkan stroke, namun kekurangan lemak dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh dan masalah kulit.

Daging dan unggas adalah bahan pangan hewani yang memiliki nilai gizi tinggi; meliputi air (75%), protein (19%), lemak (2.5 %), karbohidrat (1.2 %), vitamin, mineral, dan sejumlah kecil senyawa bioaktif lainnya. Struktur daging dan ungags menjadi factor utama yang memengaruhi tekstur, keempukan, dan kualitas sensorisnya, yang terdiri dari tiga komponen; serat otot, jaringan ikat, dan jaringan lemak. Factor yang memengaruhi kualitas daging dan ungags; jenis dan usia ternak, pakan, dan penanganan pascapanen. Pengolahan daging dan unggas bertujuan untuk meningkatkan keamanan pangan, memperpanjang umur simpan, dan menambah nilah produk; pemasakan, marinasi, dan pengawetan. Pencegahan risiko kontaminasi bakteri pada daging dan unggas memerlukan langkah-langkah menyeluruh dari penyembelihan hingga konsumsi. Daging dan unggas berfungsi sebagai; sumber protein, pertumbuhan dan perbaikan jaringan, fungsi imun, penyedia energi, sumber vitamin dan mineral, dan berperan dalam diet khusus.

Susu disebut juga sebagai makanan yang sempurna, memiliki nilai gizi yang tinggi dan lengkap. Pemerahan susu pertama dalam sejarah terjadi sekitar 8.000 SM di Mesopotamia. Susu mengandung kalori 66 kkal, protein 3,2 gr, lemak 3,7 gr, laktosa 4,6 gr, zat besi 0,1 mg, kalsium 120 mg, dan vitamin A 100 IU. Manfaat susu; menetralisir racun, meningkatkan efisiensi otak, mempercepat penyembuhan luka, memperkuat tulang, menyehatkan jantung, menajamkan penglihatan, juga baik untuk kecantikan. Ada beberapa macam susu; susu segar, susu pasteurisasi, susu bubuk, susu UHT, susu lemak nabati, susu evaporasi, dll. Beberapa produk olahan susu; susu segar, susu skim dan susu krim, susu kental manis dan susu yang diuapkan, susu fermentasi, eskrim, mentega, dll. Kerusakan susu dapat disebabkan oleh; pertumbuhan dan aktifitas bakteri atau enzim, pemanasan dan pendinginan, parasite, serangga, tikus, sinar, udara, dan lama penyimpanan.


Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, October 24, 2025 0 comments

Sinopsis "The 5 AM Club - Robin Sharma" Bahasa Indonesia

 The 5 AM Club
by: Robin Sharma

Kejatuhan seorang pengusaha sukses, mengarahkannya pergi menghadiri seminar–dan mengalami terobosan baru yang akan menyelamatkan dirinya–atau menemukan kedamaian, lewat kematian.

Sang pembicara mengungkapkan bahwa “Hidup terlalu singkat untuk menjalani peran kecil dengan bakat besar Anda,” bahwa banyak di antara kita mati pada usia tiga puluh tahun dan dikubur pada usia delapan puluh tahun. Sang pemikat mengingatkan agar tidak membiarkan kepedihan masa lalu menghambat kejayaan masa depan, bahwa “Ide tidak akan berharga sama sekali kecuali didukung oleh penerapan (Kelas dunia dimulai ketika zona nyaman Anda berakhir : Sulit itu pertanda bagus).

Pengusaha, seniman, dan tunawisma, membicarakan perihal sang pemikat dan kematiannya. Si seniman menyukai semua ucapan sang pemikat dan mengungkapkan frasa; “Ketika kekuatan cinta mengalahkan cinta kekuatan, dunia akan mengenal kedamaian.” Sementaraitu, si tunawisma mengungkapkan bahwa ia menyadari kebenaran kata-kata sang pemikat, dan si pengusaha mulai menemukan tekad dalam diri bahwa petualangan sangat istimewa sebentar lagi akan dimulai.

Kepada si seniman, pria tunawisma mengungkapkan pentingnya untuk selalu berada di seputar kualitas terbaik. Si seniman mengungkapkan bahwa ia menyukai perkataan sang Pemikat soal keyakinan prajurit Sparta; “orang yang lebih banyak berkeringat saat latihan lebih sedikit berdarah dalam peperangan,” juga tentang pentingnya menerapkan rutinitas pagi kelas dunia. Mendapati kegagalan si pengusaha, si tunawisma mengungkapkan bahwa kegagalan sebenarnya adalah perkembangan yang tersamar, semenatara si pelukis mengungakapkan bahwa ia lebih suka menjalani hidup yang lebih berisiko (penuh makna). Pria tunawisma mengungkapkan bahwa kita salah meyakini materi dari luar akan mengisi kekosongan dalam diri. The 5AM CLUB; Bagaimana Anda bisa memiliki kualitas kelas dunia jika tidak meluangkan waktu setiap pagi untuk menjadikan diri Anda berkualitas kelas dunia?! (Bangun pukul 5 pagi adalah Ibu dari Semua Rutinitas).

Pria tunawisma menawarkan keduanya untuk menjalani The 5AM CLUB bersamanya, dengan menekankan nilai-nilai; komitmen, disiplin, kesabaran, dan usaha. Si seniman dan si pengusaha berbicara satu sama lain dan akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran si tunawisma. Si tunawisma tengah membayangkan diri idaman (salah satu POS harian) ketika si seniman dan si pengusaha hendak menyatakan kesediaan mereka.

Si pengusaha dan si pelukis berada di tempat yang dijanjikan dengan sikap sedikit skeptis hingga sebuah Rolls-Royce datang menjemput mereka, dimana si sopir menceritakan sedikit tentang tuannya; Tuan Riley. Setibanya di hangar pribadi, keduanya mengetahui bahwa mereka akan pergi ke Mauritius. Setibanya di sana, sebuah mobil SUV membawa kami menuju perumahan tepi pantai, dimana dalam prosesnya kami menerima plat aturan. Keduanya akhirnya tiba di hadapan Tuan Riley yang ternyata adalah sosok sang Pemikat.

Mendapati penuturan si pengusaha, sang Pemikat mengucapkan selamat datang dan mengungkit bagaimana ulat menjadi kupu-kupu. Sang Pemikat mengungkapkan bahwa kekuatan (kekayaan) sejati tidak pernah datang dari luar, sebagaimana Gandhi dan Teresa, yang menyadari satu tujuan utama dari kehidupan yang terukir indah adalah kontribusi. Sang Pemikat mengungkapkan identitasnya sebagai penasihat Tuan Riley, menekankan Pola Pikir 2x3x dan pentingnya istirahat.

Stone Riley menyapa kedua tamunya, mengungkapkan bahwa ketepatan (waktu) adalah sifat keluarga raja, mengenakan kaos bertuliskan “Ide tidak bekerja sampai Anda mengerjakannya.” sambil menikmati sinar matahari, ia mengungkapkan bahwa Jika tidak bangun pagi, Anda tidak akan memperoleh kemajuan dalam hal apa pun, bahwa hal itu meningkatkan “The Flow State”. Si pengusaha terbangun dari mimpi buruk dan menceritakan kisahnya sebagai Raksasa dan Bajak Laut pada si seniman.

Pukul 5 pagi di tepi pantai, tiga anggota The 5AM Club mendapati sebuah botol berisikan surat, mengarahkan Tuan Riley mengungkapkan bahwa awal dari transformasi adalah peningkatan persepsi, bahwa orang-orang terbaik memberikan perhatian obsesif sampai ke detail paling kecil. Hal yang paling penting: Anda harus bekerja optimal setiap hari (evolusi peningkatan bertahap).

Berpikir tentang kematian membuat Anda menjalani hidup dengan cara yang Anda rasa benar serta memperhatikan keajaiban kecil yang muncul setiap harinya. Si miliuner kemudian mengungkapkan perihal empat fokus pembuat sejarah; penggunaan modal IQ dengan membuat ulang naskah cerita pribadi, bebas dari pengalih perhatian dengan berfokus hanya pada hal terpenting, latihan keahlian pribadi; setiap hari dari dalam diri (melalui Pola Pikir, Pola Hati, Pola Kesehatan, dan Pola Jiwa), dan fondasi penumpukan hari dengan 1% waktu sebagai koreksi dan perbaikan.

Pengusaha wanita berjanji pada diri untuk menjalani sisa hidupnya dengan meniru keunggulan, ketahanan, dan kebaikan maksimal. Sementara si seniman mengungkapkan bahwa ia kembali merasa percaya diri dan menyatakan perasaannya sepenuh hati. Si miliuner membawa si seniman dan si pengusaha menuju Agra, India.

Sambil menyaksikan keindahan Taj Mahal, si miliuner menerima kain sulaman bertuliskan The 5-3-1 Creed of Willpower Warrior; “Secara teratur melakukan hal yang sulit tetapi penting dan terasa tidak nyaman adalah cara prajurit dilahirkan.” Taj Mahal menjadi suatu perumpamaan untuk tetap berkomitmen pada kebiasaan baru melalui kesulitan apa pun (waktu, komitmen, pengorbanan, dan kesabaran). Perbaikan kecil, setiap hari, yang tampaknya tidak signifikan, ketika dilakukan secara konsisten sepanjang waktu, akan membuahkan hasil yang mengejutkan. Tindakan pemicu → ritual → imbalan → pengulangan → kebiasaan seumur hidup. Protokol penerapan kebiasaan berlangsung 66 hari; 22 hari penghancuran, 22 hari penerapan, dan 22 hari integrasi.

Perjalanan menuju Roma mengingatkan si miliuner pada mendiang istrinya, Vanessa. Ia pergi ke sana untuk mengajarkan formula 20/20/20 pada kedua muridnya, dengan diawali wishbone. Penundaan adalah tindakan membenci diri sendiri, jadi terapkanlah formula 20/20/20: bergerak (bernapas dalam-dalam), merenung (jurnal meditasi), dan bertumbuh (belajar secara daring). Tips 5AM: setel alarm pada 05.30. Si miliuner menerima sebuah jual dan menjilatinya, mengungkapkan bahwa mereka akan pergi ke kebun anggur di Afrika Selatan. Si miliuner kemudian mengungkapkan pentingnya jurnal (buku harian), diikuti dengan Pola Pikir 2x3x. Menggunakan skuter, si miliuner membawa keduanya ke makam bangsa Roma, dan mendapati Sang Pemikat juga berada di sana, mengungkapkan bahwa kekurangan atau kelebihan tidur terbukti mempersingkat masa hidup (7,5 jam). Sang pemikat kemudian menyerahkan gulungan berisi rincian ritual sebelum tidur. Pesawat nirawak tiba dengan rincian bagian harian, mengingatkan si miliuner bahwa harta terbaik dalam kehidupan terletak pada momen paling sederhana. Di tengah perjalanan, dua pria bersenjata menyerang mereka, memberikan peringatan keras pada si pengusaha, namun pasukan si miliuner tiba untuk menghentikan mereka. Mendapati tidak adanya si seniman, si pengusaha segera melakukan pencarian dan berhadapan dengan salah satu pria bersenjata. Keesokan harinya, si miliuner mengungkapkan kabar baik pada si pengusaha dan si seniman, diikuti penyerahan karya seni dengan diagram: Sepuluh Taktik Kegeniusan Abadi; aturan gelembung ketat fokus total, aturan 90/90/1, metode 60/10, lima konsep harian, latihan fisik kedua, dua protokol pemijatan, universitas lalu lintas, teknik tim impian, sistem desain mingguan, dan murid 60 menit. Mendapati hadiah si miliuner, si seniman pun membacakan puisinya untuk si pengusaha.

Di perkebunan anggur di Franschhoek, Afrika Selatan, Stone Riley menunjukkan model pembelajaran siklus kembar kinerja elite: fokus mental, energi fisik, kekuatan tekad pribadi, talenta asli, dan waktu sehari-hari. Si miliuner mengungkapkan bahwa pertumbuhan terjadi saat Anda beristirahat; tekanan x pengisian = pertumbuhan + ketahanan. Dengan model pembelajaran kegembiraan sebagai gps, hati Anda tahu tempat Anda harusnya berada: untuk menciptakan keajaiban di dunia, miliki keajaiban dalam diri anda sendiri; kumpulkan pengalaman ajaib, bukan hal-hal bersifat materi; kegagalan memperbesar rasa ketakutan; penggunaan kekuatan utama yang tepat menciptakan utopia pribadi anda; hindari orang jahat; uang adalah buah dari kedermawanan; kesehatan yang optimal memaksimalkan kekuatan anda untuk menciptakan keajaiban; terus tingkatkan standar kehidupan Anda menuju kelas dunia; cinta yang dalam menghasilkan kegembiraan yang tak terkalahkan; surga di atas bumi adalah sebuah keadaan, bukan tempat; hari esok itu sebuah bonus, bukan hak.

Setibanya di Cape Town, Afrika, mereka dibawa ke Pulau Robben untuk melihat sel penjara tempat Nelson Mandela dikurung. Di sana, mereka disambut seorang pemandu wisata, yang merupakan penggemar berat sang pemikat, dan memiliki pengalaman pribadi dengan sang legenda. Si pemandu wisata mengungkapkan bahwa Mandela merupakan seorang pemimpin sejati, seorang pemaaf yang tulus. Sang pemikat pun mengungkapkan perihal Siklus Manusia Pahlawan; 7 kebajikan pengubah dunia (keberanian, pemberian maaf, integritas, pemahaman, ketulusan, kesopanan, dan kerendahan hati).

Beberapa bulan setelah kunjungannya ke Pulau Robben, Stone Riley meninggal dunia.


Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, August 22, 2025 0 comments

Sinopsis "Koleksi Puisi - Martin Lings" Bahasa Indonesia

 Koleksi Puisi
by: Martin Lings

Manakala mendekat, kehadiran-Nya yang abadi membuatku terjaga. Selagi kubernapas, panggillah aku, tuntunlah daku ke taman di mana para Musai menyanyi dan menari.

Sais Sang Raja berada di tengah samudra. Berdoa: ‘Oh Halkyon, mungkin istriku ‘kan tahu aku telah kehilangan hidupku. Oh engkau, Ratu Surga, berdoalah bagi jiwaku dan doamu ‘kan berarti. Tidur abadi; hening yang teramat sangat. Perempuan itu menemukan jasad Sais di tepi air dan ia dekap lekas-lekas, dimana Ratus Surga telah mengutus awas untuk menjemput mereka.

Seembus napas: dan di ketinggian langit tenang berarak awak di atas awan. Bernapaslah, dan biarkan limpahan gelagat hangatmu menyapu pastura dan belantara.

Kami bersenandung tentang musim panas, dan Kamilah yang semayam di rimba-rimba remang, bertukar pikir di puncak pepohonan, bertukar pikir.

Oh manusia, apa yang akan kalian miliki, satu sama lain? Tubuh fana ini tiada layak menerima kemurahan hati atas gubahanmu; memberi segala, menerima segala, menghimpun segala selamanya.

Dengan Kebajikan di balik baik dan buruk, para Malaikat memandang kita terempas kesana kemari. Namun dalam diri kita pula Dia nyatakan benih-Nya.

Kita, jiwa-jiwa yang timpang, membanggakan penjelajahan ke ujung bentala. Kita buta, kecuali jika kita tahankan pandangan dalam ketertawanan pada puncak masa lalu, dimana Bintang-bintang kebijaksanaan bersinar.

Sebuah taman menghijau dengan tanaman rambat. Air mengalir, yang madah jernihnya enerbitkan tenteram di hati. Malam fasih, kesunyian nan lapang di bumi terbentang. Yang Maha Pengasih dari yang Pengasih, kasihanilah kami!

Tangan Sang Pencipta telah memurnikan bumi, tanda keabadian yang telah lama disimpan untuk saat ini. Tiada habis serta abadi; surga mengarahkan pandang ke bumi. Wahai musim semi – musim panas, kami menjarah rahasiamu seperti lebah menjarah bunga-bunga.

Titik balik matahari ialah musim panas tanpa musim semi, tanpa musim gugur. Warisan manusia dari leluhur yang mulia: bumi miliki kita tetapi kita orang asing di sana, bahkan ketika ruang dan waktu bersekutu demi sukacita kita, kita berada separuh di rumah, separuh di penjara, teramat lega, namun tersisih oleh gelisah yang indah. Dan kita, dunia-dunia kecil yang melebur menjelma satu dunia, ialah pusat dari segala, dan segalanya adalah satu. Tengah musim panas jiwa kita, cermin kedamaian kita.

Duhai musim perpisahan, musim yang menjanjikan kedatangan kembali, dimana ujuang usia adalah ujung masa muda. Masing-masingnya Adalah kepompong bagi kedatangan musim semi. Tak hanya masa depan dan masa lalu, tetapi juga masa kini yang kau renungkan. Engkaulah, melampaui segalanya, omega yang Adalah gapura di mana alfa terbingkai, telah tiba yang pertama yang Adalah yang terakhir, sebab engkau jualah musim benih, oh musim buah.

Dunia dan kita Adalah para penjaga yang melewati sepanjang malam dengan siaga antara tidur dan jaga. Janganlah siapa pun merasa angkuh dengan keindahan yang disaksikannya. Namun demikian para pemimpi tetap terjaga. Bayang dari bayang dari bayang wajah-Nya, gema dari gema sabda-Nya. Bayangannya berlalu, hakikatnya tetap ada. Di hari itu, sang penantun Mazmur tak memiliki bayang bagi cinta; dalam diri Yusuf, selamanya Yakub bersukacita. Wahai Kebenaran, Penguasa Hari Mutlak, tuntunlah kami melintasi gelombang laut bayang-bayang ini.

Malaikat agung serta Nirmala, di tanganmu surga berada; kita adalah dua gelombang dari Samudra belas kasih. Wahai kebenaran, wahai Cahaya, wahai misteri, janganlah surut dari wajahku.

Jangan, jangan pernah ucapkan selamat tinggal kepada keindahan; milikmulah sukacita itu. Temukanlah keindahan itu di dalam dirimu: hakikat berkata surga ada dalam diri kita; ia ‘kan menemukan siapa yang mencarinya. Jangan pernah ucapkan selamat tinggal kepada keindahan, tetapi temuilah ia; telah ditetapkan pada saat ini, di hari ini, di waktu ini.

Takdir manusialah siang dan malam, gerak dan diam. Dan ruh Adalah kedamaian: yang paling baik ialah berdiam di antara kedua tangannya, dibuai dan dibelai. Oh jadilah engkau sang penari! Aku hanya ‘kan mengikuti kuasa-mu atas ruang dan waktu bagiku. Tubuh sang penari Adalah kuil, diberkati banyak pintu, untuk datang, pergi, seturut kehendakmu. Untuk-Mu, sang penari adalah cawan-Mu: adalah anggur: mengingat-Mu, wahai Kebenaran. Petuahnya: ‘Janganlah mencari ‘tuk menjadi, tetapi jadilah, dengan sungguh jadilah dirimu sendiri’. Demikian pula semestinya tarian itu ‘kan mengalir dari-Mu, kembali kepada-Mu, dimulai dan diakhiri di dalam Yang Tak Terbatas.

Umat Hindu tidak melepas kekasih mereka saat para kekasih itu wafat, mereka sangga kekasih mereka dengan sesaji bagi Api Suci yang dinyalakan di atas altar. Dan mereka memanjatkan doa: dari belenggu kelahiran dan kematian kembali, bebaskanlah mereka denga tiada pengetahuan kecuali pengetahuan tentang-Mu. Umat Yahudi mengaji kitab-kitab suci mereka, mempersembahkan telaah itu kepada kerabat yang telah wafat, setiap hati---agar Ia senantiasa memberkati serta melindungi Ibrahim, Ishak, Yakub, selamanya di bawah naungan sayap-Nya. Umat Buddha melakukan langkah-langkah makbul dalam memalingkan kematian; mereka ambil dua bejana. Gereja-gereja memahat batu-batu peringatan agar berdoa bagi mereka yang telah tiada. Umat Muslim menyebut mereka yang telah wafat dengan Rahmat, tiada nama-nama mereka diujarkan tanpa mengujarkan doa; dan melantukan al-Qur’an, serta bersedekah. Mohonlah belas kasih bagi yang telah mati: belas kasih bagi yang mati!

Buanglah apa pun yang ada tetapi tiada; hanya akui apa yang telah dan yang tengah dan yang akan terjadi; tetapi, demi mengejawantahkan diri yang lama, jadilah dirimu yang baru, dengan menjadi dirimu sendiri.

Orfeus dengan mesiknya membuat gunung-gunung bergetar; tetapi aku geming. Tiada kuberdiri dekat sumur suci itu bersama Ibrahim dan Ismail, tak kusaksikan Yusuf dalam kemuliannya. Tetapi kini tak lagi kukatakan: seandainya saja terjadi!

Mengapa kita mendamba? Sebab sifat manusia menghendaku tak kurang dari segalanya. Penawarnya: Surga, yang terbuka bagi yang tak terbatas.

Denganmu kami mesti menyelaraskan diri, bukan kau menyelaraskan diri dengan kami. Sebab engkau teramat purba, melampaui purbakala. Namun dalam diri Kamilah, bukan dalam diri mereka, rahasiamu tersimpan utuh. Sebab hakikat pertama manusia ialah tempat perjumpaan di mana dua dunia bersua.


Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, August 8, 2025 0 comments

Sinopsis "Kitab Writerpreneur - Sofie Beatrix" Bahasa Indonesia

 Kitab Writerpreneur (Jangan Takut Jadi Penulis)
by: Sofie Beatrix

Kesulitan menulis ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, dengan empat tingkatan: Tahu-Bisa-Terampil-Mahir (TBTM). Pertanyaannya adalah di tahap mana Anda tengah berada?

Dibutuhkan motivasi yang kuat untuk bisa mempertahankan semangat Anda agar terus menulis hingga akhir: mengurangi stres; membantu menemukan jalan hidup; meningkatkan kepercayaan diri; mencari dan memperkaya inspirasi; mendatangkan passive income; meningkatkan kreativitas; dan menyimpan memori. Tuliskanlah motivasi Anda menulis dan tempelkan di dinding kamar!

Sebelum Anda mulai membuat tulisan Anda, tulislah berapa lama waktu yang Anda perlukan untuk menyelesaikan tulisan Anda dan membawanya kepada penerbit dalam agenda perencaan.

Mengasah diri dengan latihan akan membuat kita lebih tahu kecocokan kita dalam menulis: dear diary, sebuah puisi, resensi buku, juga membuat tips. Setelah itu mintalah lima teman Anda, plus Anda sendiri, untuk memberikan penilaian terhadap empat tulisan Anda.

Langkah-langkah untuk membuat sebuah buku: menemukan ide tulisan (ilmu yang telah diterapkan, internet, buku, curhat atau pengalaman hidup, ngobrol dengan orang lain, khayalan, juga televisi dan radio) disertai dengan alat bantu mengembangkan ide tersebut (mind mapping 5W + 1H, kerangka pikiran sebuah buku; sinopsis).

Pecah-pecahlah synopsis menjadi bab-bab dalam buku sebagai jalan tercepat untuk membuat isinya. Di awal cerita biasanya penulis mengenalkan para tokohnya kepada pembaca, dimana setting tempat haruslah detail. Ada pun masalah dalam cerita bisa menggunakan pola bertubi-tebi atau anak tangga. Ada pun penyelesaian bisa happy ending, sad ending, atau pun ending yang mengundang pertanyaan.

Berdiskusi atau bercerita kepada teman tentang synopsis yang kita tulis bisa membantu kita menemukan alur yang lebih sistematis, bahkan bisa menambah ide cerita kita. Hal ini ditegaskan oleh tulisan berjudul: “Melibatkan Tuhan di Dalam Setiap Kata”.

Berbagai bahan yang dipergunakan untuk mengisi bab demi bab bis akita dapatkan dari berbegai sumber: merenung, referensi, wawancara, diskusi, juga gambar dan foto. Dimana buku yang bagus ditentukan oleh alur yang sistematis dan gaya bahasa yang sesuai dengan segmen pembacanya. Dalam www.trainerlaris.com, kita diajak untuk menulis minimal 1 artikel setiap harinya.

Sebuah tulisan menjadi seru ketika orang yang membacanya bisa terhanyut, membayangkan, dan memahami isinya dengan gamblang. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan revisi terakhir dengan cara; membaca keras-keras, mendetailkan dengan contoh, membuat jembatan penghubung, dan gaya bahasa yang sesuai.

Setelah karangan kita selesai, pilihan judul baru dapat ditentukan dengan baik dan menarik, begitu juga dengan subjudul dan subbab.

Langkah selanjutnya adalah pergi mencari penerbit agar buku tersebut ada di rak toko-toko buku se-Indonesia. Adapun beberapa tipsnya: buatlah buku dengan topik-topik yang disukai oleh penerbit, sertakan perlengkapan yang menyertai naskah, juga berhubungan dengan “koneksi positif”.

Cover buku adalah bagian terpenting yang dapat menentukan kecepatan pembeli untuk mengambil buku atau tidak, termasuk testimoni dan sinopsis. Hal penting lainnya adalah keaktifan penulis untuk bertemu dengan penggemar melalui promosi buku di berbagai event, social media, media elektronik, dan mengirimkan resensi buku ke media cetak.

 

Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, July 18, 2025 0 comments

Sinopsis "The 48 Laws of Power - Robert Greene & Joost Elfers" Bahasa Indonesia

 The 48 Laws of Power
by: Robert Greene & Joost Elfers

Hukum 1: Jangan Pernah Mengalahkan Master! Selalu buat mereka yang di atas Anda merasa superior dengan nyaman, tapi jangan bertindak terlalu jauh. Hal ini ditegaskan oleh kisah Nicolas Fouquet (menteri keuangan Louis XIV), kisah Galileo dan Keluarga Medici, kisah Cesare Borgia dan pangeran Faenza, kisah Hideyoshi dan Sen no Rikyu, dimana hanya ada satu matahari di satu waktu.

Hukum 2: Jangan Pernah Terlalu Percaya Pada Teman, Pelajari Cara Menggunakan Musuh! Berhati-hatilah terhadap teman—tetapi pekerjakan mantan musuh. Hal ini ditegaskan oleh kisah Michael III (penguasa Bizantium) dan sahabatnya; Basilius, kisah Tiongkok setelah kejatuhan Dinasti Han (Kaisar Sung), kisah Talleyrand dan Fouche melawan Napoleon (Kidnap Kissinger), juga kisah Mao dalam menanggapi invasi Jepang.

Hukum 3: Sembunyikan Niat Anda; Jauhkan orang dari keseimbangan (dalam kegelapan) dengan tidak pernah mengungkapkan tujuan di balik tindakan Anda. Hal ini ditegaskan oleh kisah Ninon dan Marquis, pidato Otto von Bismarck (wakil parlemen Prusia), kisah Duke of Marlborough dalam merebut Benteng Prancis, kisah Joseph Weil dan Sam Geezil (1910), kisah Haile Selassie dan Dejazmach Balcha (Ethiopia, 1920), kisah Jay Gould merampok Western Union, juga kisah PT Barnum. Otoritas: Pernahkah Anda mendengar tentang seorang jenderal yang terampil, yang bermaksud mengejutkan benteng, mengumumkan rencananya kepada musuh?

Hukum 4: Selalu Katakan Kurang Dari Perlu; Saat Anda mencoba membuat orang terkesan dengan kata-kata, semakin banyak Anda berkata, semakin besar kemungkinan Anda mengatakan sesuatu yang bodoh. Hal ini ditegaskan oleh kisah Gnaeus Marcius (Coriolanus) dan pidatonya (454SM), kisah istana Louis XIV, kisah Nicholas I atas pemberontakan.

Hukum 5: Begitu Tergantung Pada Reputasi—Jagalah Dengan Hidup Anda; Reputasi adalah landasan kekuasaan, jadikan reputasi Anda tidak dapat disangkal, dan belajarlah untuk menghancurkan musuh dengan membuka lubang di reputasi mereka sendiri. Hal ini ditegaskan oleh kisah Chuko Liang menghadapi serbuan Sima Yi, kisah PT Barnum menghadapi Peale, juga kisah Edison dan Tesla.

Hukum 6: Perhatian Pengadilan Di Semua Biaya; Semuanya dinilai dari penampilannya, jadikan diri Anda magnet perhatian dengan tampil lebih besar, lebih berwarna, dan lebih misterius daripada massa yang hambar dan pemalu. Hal ini ditegaskan oleh kisah PT Barnum (seorang asisten sirkus) yang kemudian diundang oleh Ratu Victoria. Di dunia yang semakin dangkal dan akrab, apa yang tampak misterius langsung menarik perhatian; gunakan misteri untuk memperdaya, merayu, bahkan menakut-nakuti. Hal ini ditegaskan oleh kisah penari Paris; Mata Hari, sosok Mao Tse-tung, kisah Jenderal Kartago Hannibal di hadapan pasukan Romawi, juga kisah Lola Montez.

Hukum 7: Dapatkan Orang Lain Untuk Melakukan Pekerjaan Untuk Anda, Tetapi Selalu Dapatkan Kredit; Gunakan kebijaksanaan, pengetahuan, dan kerja keras orang lain untuk memajukan tujuan Anda sendiri, jangan pernah melakukan apa yang orang lain bisa lakukan untuk Anda. Hal ini ditegaskan oleh kisah Nikola Tesla, kisah kura-kura; gajah; dan kuda nil, kisah penjelajah Vasco Núñez de Balboa, juga kisah seniman Peter Paul Rubens.

Hukum 8: Buat Orang Lain Datang Kepada Anda—Gunakan Umpan Jika Perlu; Saat Anda memaksa orang lain untuk bertindak, Andalah yang memegang kendali. Hal ini ditegaskan oleh kisah Kongres Wina 1814 (Talleyrand dan Napoleon), perang Jepang dan Rusia, juga kisah beruang dan madu.

Hukum 9: Menang Melalui Tindakan Anda, Tidak Pernah Melalui Argumen; Jauh lebih kuat untuk membuat orang lain setuju dengan Anda melalui tindakan Anda, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tunjukkan, jangan jelaskan. Hal ini ditegaskan oleh kisah Sultan dan Wazir (juga anjing pencabik), kisah Insinyur Militer Athena (131SM), kisah Michelangelo dan Soderini (1502), kisah karya Amasis, kisah Gelatik merancang balai kota (1688), kisah Abraham di akhir hayatnya, juga kisah Lustig dan Sheriff Richards.

Hukum 10: Infeksi: Hindari Yang Tidak Bahagia Dan Tidak Beruntung; Anda bisa mati karena kesengsaraan orang lain—kondisi emosional sama menularnya dengan penyakit. Hal ini ditegaskan oleh kisah Lola Montez, kisah kacang dan kampanil, kisah Cassius dan Caesar, juga kisah Talleyrand.

Hukum 11: Belajar Untuk Menjaga Orang Bergantung Pada Anda; Jangan pernah cukup mengajari mereka sehingga mereka bisa melakukannya tanpa Anda. Hal ini ditegaskan oleh kisah condottieri Italia Renaisans (santo pelindung Siena) dan Pangeran Carmagnola, kisah dua kuda, kisah Otto von Bismarck (wakil di parlemen Prusia, 1847), peramal Louis XI, kisah Michelangelo dan Paus Julius II, juga kisah Henry Kissinger dan Nixon.

Hukum 12: Gunakan Kejujuran Dan Kebaikan Selektif Untuk Melucuti Korban Anda; Satu langkah yang tulus dan jujur akan mencakup lusinan langkah yang tidak jujur. Hal ini ditegaskan oleh kisah Count Victor Luatif dan Al Capone, kisah Francesco Borri, kisah Gordon-Gordon, kisah Adipati Wu menaklukkan kerajaan Hu, kisah Kuda Troya, juga kisah pengepungan kota Faliscan.

Hukum 13: Ketika Meminta Bantuan, Bantu Untuk Kepentingan Diri Orang, Jangan Pernah Kepada Masyarakat; Orang akan merespons dengan antusias ketika dia melihat sesuatu yang bisa diperoleh untuk dirinya sendiri. Hal ini ditegaskan oleh kisah pangeran Castruccio dan keluarga Poggio, kisah Petani dan Pohon Apel, kisah Perang Peloponnesia (433 SM), kisah misionaris portugis di Jepang, kisah Yelu Ch'u-Ts'ai (penasihat Jenghis Khan).

Hukum 14: Berpandang Sebagai Teman, Bekerja Sebagai Mata-Mata; dalam pertemuan sosial yang sopan, belajarlah untuk menyelidiki. Hal ini ditegaskan oleh kisah Deveen dan Mellon, kisah politisi Prancis Talleyrand, kisah Chosroes II (Raja Persia abad ke-7), juga kisah bom roket Nazi di london (1944).

Hukum 15: Hancurkan Musuhmu Sepenuhnya; jika satu bara api dibiarkan menyala, tidak peduli seberapa redupnya api itu, api pada akhirnya akan muncul. Hal ini ditegaskan oleh kisah Hsiang Yu dan Liu Pang, kisah Cesare (Borgia), kisah Permaisuri Wu Chao (625), juga kisah Mao vs. Chiang.

Hukum 16: Gunakan Absensi Untuk Meningkatkan Kehormatan Dan Harga Diri; Terlalu banyak sirkulasi membuat harga turun, maka ciptakan nilai melalui kelangkaan. Hal ini ditegaskan oleh kisah Sir Guillaume de Balaun, kisah Adipati Ai dari Lu, kisah Deioces (abad ke-8 SM), kisah kaisar Hapsburg (1557),

Hukum 17: Tetapkan Orang Lain Dalam Teror Terhenti: Buat Udara Yang Tidak Dapat Diprediksi; Balik meja: Jadilah sengaja tidak dapat diprediksi. Hal ini ditegaskan oleh kisah Fischer dan Spassky (1972), Filippo Maria (adipati Visconti Milan), kisah Jenderal Stonewall Jackson (1862), Muhammad Ali dan George Foreman (1974).

Hukum 18: Jangan Membangun Benteng Untuk Melindungi Diri Anda—Isolasi Itu Berbahaya; Lebih baik beredar di antara orang-orang, sehingga Anda terlindung oleh kerumunan. Hal ini ditegaskan oleh kisah Ch'in Shih Huang Ti (kaisar pertama Tiongkok, 221–210 SM), kisah Masker Kematian Merah, kisah istana Versailles Louis XIV (1660-an), juga kisah pelukis Jacopo da Pontormo.

Hukum 19: Tahu Dengan Siapa Anda Berhadapan—Jangan Menyinggung Orang Yang Salah; Anda tidak pernah dapat berasumsi bahwa setiap orang akan bereaksi terhadap strategi Anda dengan cara yang sama. Hal ini ditegaskan oleh kisah Aguirre dan seorang hakim (1548), kisah Syah Khwarezm dan Jenghis Khan, kisah Joe Furey dan Frank Norfleet (1920), kisah pangeran Ch’uang-erh dan penguasa Cheng (abad ke-5 SM), juga kisah Joseph Duveen dan Henry Ford.

Hukum 20: Jangan Berkomitmen Pada Siapa Pun; Jangan berkomitmen pada pihak atau penyebab apa pun kecuali diri Anda sendiri. Hal ini ditegaskan oleh kisah Ratu Perawan; Elizabeth I (1558), kisah Prajurit Yunani sekaligus negarawan Alcibiades, kisah Henry Kissinger (1968), kisah Isabella d'Este dari Mantua, kisah kerajaan Chin menginvasi Hsing (Tiongkok Kuno), juga kisah Castruccio Castracani di kota Pistoia (abad ke-14).

Hukum 21: Mainkan Sucker Untuk Menangkap Sucker—Terlihatlah Lebih Bodoh Dari Tanda Anda; Buatlah korban Anda merasa lebih pintar dari Anda. Hal ini ditegaskan oleh kisah pemodal AS Asbury Harpending perihal tambang berlian di Amarika Barat, kisah Bismarck dan negosiator Austria (1865), kisah pemburu Harimau, kisah Claudius dan Louis XIII, juga kisah Duveen dan lukisan Dürer-nya.

Hukum 22: Gunakan Taktik Menyerah: Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan; Menyerah memberi Anda waktu untuk pulih, waktu untuk menyiksa dan mengganggu penakluk Anda, waktu untuk menunggu kekuatannya menyusut (Jadikan menyerah sebagai alat kekuasaan. Hal ini ditegaskan oleh kisah Pulau Melos, kisah Voltaire di London, kisah Brecht di Hollywood 19 (1920), kisah Raja Goujian dari Yue (473SM), juga memorandum Hotta Masayoshi (1857), kisah Fra Filippo di Barbary,

Hukum 23: Konsentrasikan Kekuatan Anda: Hemat kekuatan dan energi Anda dengan menjaganya tetap terkonsentrasi pada titik terkuatnya—intensitas selalu mengalahkan ekstensi. Hal ini ditegaskan oleh kisah Angsa dan Kuda, kisah Kerajaan Wu (abad ke-6 SM), kisah Athena menaklukkan Sisilia, kisah Keluarga perbankan Rothschild, kisah Aretino dengan Charles V, kisah Michelangelo dengan Paus Julius II, kisah Galileo dengan Medici, kisah Richelieu dengan Raja Louis XIII, juga kisah Cesare putra Puas Alexander VI.

Hukum 24: Bermain Courtier Yang Sempurna: Punggawa yang sempurna (penguasa seni tipuan) tumbuh subur di dunia di mana segala sesuatu berputar di sekitar kekuasaan dan ketangkasan politik. Hal ini ditegaskan oleh kisah Alexander Agung dan Callisthenes (mantan murid Aristoteles), kisah 21 Sejarah Dinasti Han, kisah abdi dalem Tionghoa, kisah arsitek Perancis Jules Mansart dengan Raja Louis XIV, kisah Jean-Baptiste Isabey di Kongres Wina (1814), kisah Brummell dan Pangeran Wales, kisah Domba Churchill, juga kisah Napoleon mengunjungi kediaman Talleyrand.

Hukum 25: Buat Kembali Diri Anda; Jangan menerima peran yang diberikan masyarakat kepada Anda, ciptakan kembali diri Anda dengan menempa identitas baru, yang menarik perhatian dan tidak pernah membuat penonton bosan. Hal ini ditegaskan oleh kisah Julius Caesar (65 SM), kisah Dudevant di Paris (1831), juga lukisan Velázquez Las Meninas (1656).

Hukum 26: Jaga Kebersihan Tangan Anda; Anda harus terlihat sebagai teladan kesopanan dan efisiensi: Tangan Anda tidak pernah kotor oleh kesalahan dan perbuatan buruk. Hal ini ditegaskan oleh kisah Tsao Tsao di Kekaisaran Han, kisah Cesare Borgia dan Remirro de Orco, kisah Mao Tse-tung dan Ch'en Po-ta, Franklin D. Roosevelt dan Louis Howe, kisah Kardinal Richelieu (Hari Para Penipu), juga kisah “Kejatuhan Favorit” (kambing hitam). Hal ini juga ditegaskan oleh kisah Cleopatra dan Caesar (47SM), kisah sepasang gagak - cobra - dan raja, kisah perang saudara partai Nasionalis dan Komunis di Tiongkok (1920-an), kisah Omar ibn Khattab dan Jamil ibn Ma’mar, kisah Daizen dan Soemon (1620-an), kisah burung India, kisah 10.000 anak panah Chuko Liang, juga kisah Pembantaian Malam St. Bartholomew.

Hukum 27: Bermain Pada Kebutuhan Orang Untuk Percaya Untuk Menciptakan Pengikut; Orang-orang memiliki keinginan yang luar biasa untuk percaya pada sesuatu. Menjadi titik fokus dari keinginan tersebut dengan menawarkan mereka alasan, keyakinan baru untuk diikuti. Langkah-langkahnya: tetap samar-samar; tetap sederhana, tekankan visual dan sensual di atas intelektual, Pinjam Bentuk-Bentuk Agama Terorganisir untuk Menyusun Kelompok, Samarkan Sumber Penghasilan Anda, Siapkan Dinamis Kita-Versus-Mereka. Hal ini ditegaskan oleh kisah Francesco Giuseppe Borri (1653), kisah Michael Schüppach (1700-an), juga kisah dokter dan ilmuwan Franz Mesmer (1788).

Hukum 28: Masukkan Tindakan Dengan Keberanian; Jika Anda tidak yakin dengan suatu tindakan, jangan mencobanya. Hal ini ditegaskan oleh kisah Monsieur Lustig yang menjual Menara Eiffel (1925), kisah Ivan IV (1533), juga kisah Pietro Aretino (1514).

Hukum 29: Rencanakan Semua Jalan Sampai Akhir; Akhir adalah segalanya. Hal ini ditegaskan oleh kisah Vasco Núñez de Balboa (1510), kisah menteri Prusia Otto von Bismarck membentuk negara Jerman, kisah Athena kuno menyerang Sisilia (415SM), juga kisah Thiers dan Louis Bonaparte (1848).

Hukum 30: Buat Pencapaian Anda Terlihat Mudah; Tindakan Anda harus tampak alami dan dilakukan dengan muda, semua kerja keras dan trik cerdik harus disembunyikan. Hal ini ditegaskan oleh kisah Upacara minum teh Jepang (Cha-no-yu) dan Sen no Rikyu, kisah Harry Houdini (1900-an), juga teknik sprezzatura dari Castiglione (1528).

Hukum 31: Kontrol Opsi: Agar Orang Lain Bermain Dengan Kartu Yang Anda Deal; Penipuan terbaik adalah yang tampaknya memberi orang lain pilihan: Korban Anda merasa mereka memegang kendali, tetapi sebenarnya adalah boneka Anda. Hal ini ditegaskan oleh kisah Ivan IV (1565) dan kisah Ninon de Lenclos (1643). Beberapa bentuk umum dari “mengontrol opsi”; warnai pilihannya, paksa resistor, mengubah lapangan bermain, opsi penyusutan, pria lemah di jurang, saudara dalam kejahatan, dan tanduk dilema.

Hukum 32: Bermain Dengan Fantasi Orang; Jangan pernah menarik kebenaran dan kenyataan kecuali Anda siap menghadapi kemarahan yang berasal dari kekecewaan. Hal ini ditegaskan oleh kisah Il Bragadino di Venesia (1589), kisah George Psalmanazar (1700-an), kisah Oscar Hartzell (1920-an), juga kisah seni Vermeers (1930-an). Ingat: Kunci fantasi adalah jarak.

Hukum 33: Temukan Thumbscrew Setiap Pria; Setiap orang memiliki kelemahan, berupa ketidakamanan, emosi, atau kebutuhan yang tidak terkendali. Dari itu; perhatikan gerakan dan sinyal bawah sadar, temukan anak yang tak berdaya, cari kontras, temukan tautan lemah, isi kekosongan emosional, dan makanlah emosi yang tak terkendali. Hal ini ditegaskan oleh kisah Kardinal Richelieu (1615) dan Raja Louis (1623), kisah Lustig dan Loller (1925), kisah Catherine de 'Médicis (1559), kisah Julius Caesar dan Pompey di Pharsalia, kisah Arabella Huntington dan Joseph Duveen, juga kisah Bismarck dan Raja William (1862).

Hukum 34: Jadilah Royal Dalam Fashion Anda Sendiri: Bertindak Seperti Raja Untuk Diperlakukan Seperti Raja; Cara Anda membawa diri sering menentukan bagaimana Anda diperlakukan. Hal ini ditegaskan oleh kisah Louis-Philippe (1848), Kisah Columbus dan Ratu Isabella (1487), kisah Hippocleides di Sicyon (500 SM), kisah Heile Selassie (1930), juga kisah Pietro Aretino dan Duke of Mantua. Selain Strategi Mahkota, ada pula Strategi Columbus (selalu buat permintaan yang berani), Strategi David dan Goliath (memilih lawan yang hebat membuat Anda tampak hebat), juga dengan pemberian hadiah. Kisah Charle I (1640-an) mengungkapkan perbedaan kepercayaan diri dan kesombongan.

Hukum 35: Kuasai Seni Waktu; Seperti tidak pernah terburu-buru—ia menunjukkan kurangnya kendali atas diri sendiri. Hal ini ditegaskan oleh kisah Fouché (1780-an). Waktu adalah konsep artifisial; waktu lama, waktu paksa, dan ahkir waktu. Hal ini ditegaskan oleh kisah Chou Yung (1700-an) dan kisah Tokugawa Ieyasu, juga kisah Turki Mehmed dan Hongaria (1473).

Hukum 36: Hal-Hal Yang Tidak Dapat Dimiliki: Mengabaikannya Adalah Balas Dendam Terbaik; Semakin sedikit minat yang Anda ungkapkan, semakin Anda terlihat superior. Hal ini ditegaskan oleh kisah Pancho Villa dan Jenderal Pershing (1916), kisah Raja Henry VIII (1527) dan istrinya; Catherine dari Aragon, kisah invasi Presiden Kennedy di Teluk Babi (1961), juga kisah Daigon dan mangkuk teh Kaisar Jepang.

Hukum 37: Ciptakan Kacamata Yang Menakjubkan; Terpesona oleh penampilan, tidak ada yang akan memperhatikan apa yang sebenarnya Anda lakukan. Hal ini ditegaskan oleh kisah Dr. Weisleder (1780-an) dan kisah Diane de Poitiers (1536). Gunakan kekuatan simbol sebagai cara untuk menggalang, menghidupkan, dan menyatukan pasukan atau tim Anda. Sebagaimana kisah “Buletin Surat Merah”, kisah Jenderal Charles dan pasukan Amerika di Paris, juga kisah pemberontakan Prancis (1648).

Hukum 38: Berpikirlah Seperti Yang Kamu Suka Tapi Berperilaku Seperti Orang Lain; Jika Anda berpura-pura melawan waktu, memamerkan ide-ide Anda yang tidak konvensional dan cara-cara yang tidak ortodoks, orang akan berpikir bahwa Anda hanya menginginkan perhatian dan Anda memandang rendah mereka. Hal ini ditegaskan oleh kisah Sparta Pausanias (478SM), kisah Tommaso Campanella dan bukunya; Ateisme Ditaklukkan (akhir abad ke-16), kisah penganiayaan Yahudi di Spanyol (akhir abad ke-14), juga kisah Kaisar Romawi Caligula.

Hukum 39: Masukkan Air Untuk Menangkap Ikan; Jika Anda dapat membuat musuh Anda marah sambil tetap tenang, Anda mendapatkan keuntungan yang pasti. Hal ini ditegaskan oleh kisah Talleyrand di hadapan hinaan Napoleon (1809), kisah Hakim Itakura, kisah Haile Selassie (1920-an), kisah penasihat komandan Ts'ao Ts'ao, kisah Sun Pin melawan pasukan Wei, juga kisah Alexander Agung dan Kota Tirus.

Hukum 40: Bencilah Makan Siang Gratis; Apa yang berharga layak untuk dibayar, dimana kemurahan hati adalah tanda dan magnet kekuasaan. Di ranah kekuasaan, segala sesuatu ada harganya. Hal ini ditegaskan oleh kisah ekspedisi Gonzalo mencari El Dorado (1541) setelah penaklukan Peru (1532), kisah Duke dan Duchess of Marlborough (1702), kisah Pietro Aretino (1528), kisah Baron James Rothschild (1820-an), kisah Syloson dan Darius (Abad ke-5 SM), kisah Cosimo de’ Medici (1470-an), kisah Louis XIV, juga kisah cangkir teh Fushimiya (abad ke-17).

Hukum 41: Hindari Masuk Ke Sepatu Pria Hebat; Apa yang terjadi pertama kali selalu tampak lebih baik dan lebih orisinal daripada yang terjadi setelahnya. Hal ini ditegaskan oleh kisah Louis XIV (1715), kisah Alexander Agung dan ayahnya; Raja Philip dari Makedonia, kisah Kaisar Romawi Augustus; penerus Julius Caesar, kisah Pericles dari Athena, kisah pelukis Diego de Velázquez, kisah Joseph II; putra permaisuri Austria Maria Theresa, juga kisah arsitek Barok; Pietro Bernini.

Hukum 42: Pukul Gembala Dan Domba Akan Menyebar; Serang sumber masalah dan domba akan tercerai-berai. Hal ini ditegaskan oleh kisah ostraka dalam demokrasi Athena (abad ke-6 SM), kisah penaklukan Peru, kisah Kardinal Gaetani (1296) dalam menaklukkan Florence, kisah Dr. Milton H. Erickson, kisah Perdana menteri Ratu Elizabeth; Robert Cecil, kisah Biarawan Rasputin, juga kisah kejatuhan kekaisaran Aztec dan Inca.

Hukum 43: Bekerja Pada Hati Dan Pikiran Orang Lain; Anda harus merayu orang lain menginginkan untuk bergerak ke arah Anda. Hal ini ditegaskan oleh kisah Marie-Antoinette; istri Louis XVI, kisah Cyrus Persia (abad ke-5 SM), juga kisah Chuko Liang dan Menghuo.

Hukum 44: Lepaskan Gangguan Dengan Efek Cermin; Ketika Anda mencerminkan musuh Anda, Anda mengolok-olok dan mempermalukan mereka, membuat mereka bereaksi berlebihan. Ada empat Efek Cermin utama di ranah kekuasaan: efek penetralisir (sebagaimana kisah Medusa), efek narcissus (sebagaimana kisah Narcissus), efek moral, dan efek halusinasi. Hal ini ditegaskan oleh kisah Napoleon dan Fouche (1815), kisah Alcibiades dari Athena (450–404 SM), kisah Marie Mancini dan Raja Louis XIV, kisah tsar Ivan IV dan Simeon (1564), kisah Dr. Milton H. Erickson; pelopor dalam psikoterapi strategis, kisah Sen no Rikyu; ahli teh Jepang, kisah Yellow Kid Weil, juga kisah Wagner dan Ludwig II (1864).

Hukum 45: Kabarkan Perubahan, Tetapi Jangan Pernah Berubah Terlalu Banyak Sekaligus; Terlalu banyak inovasi bersifat traumatis, dan akan menyebabkan pemberontakan, maka buatlah perubahan terasa seperti perbaikan yang lembut di masa lalu. Hal ditegaskan oleh kisah Thomas Cromwell (1534), kisah Mao menghadapi Lin Piao (1960-an), kisah Kaisar Tiongkok Wang, juga kisah Cosimo de 'Medici.

Hukum 46: Jangan Pernah Terlihat Terlalu Sempurna; Adalah cerdas untuk sesekali menampilkan kekurangan, dan mengakui sifat buruk yang tidak berbahaya, untuk menangkis rasa iri dan terlihat lebih manusiawi dan mudah didekati. Hal ini ditegaskan oleh kisah Joe Orto dan Kenneth Halliwell (1967), kisah Cosimo Medici (1434), kisah Sir Walter Raleigh, kisah Uskup Agung de Retz (1651), kisah Boris Godunov, kisah George Washington, kisah Cimon dari Athena, kisah pelukis JMW Turner, juga kisah Michelangelo dan Paus Julius (serta Bramante).

Hukum 47: Jangan Melewati Tanda Yang Anda Tuju; Dalam Kemenangan, Belajar Kapan Harus Berhenti; Di tengah panasnya kemenangan, arogansi dan terlalu percaya diri dapat mendorong Anda bertindak terlalu jauh, sehingga Anda membuat lebih banyak musuh. Hal ini ditegaskan oleh kisah Cyrus menyerang Massagetai (529SM), kisah Madame de Pompadour (1744), kisah Pericles dari Athena (436SM), kisah Hideyoshi menghadapi Yoshimoto, kisah Philip dari Makedonia, juga kisah Icarus.

Hukum 48: Asumsi Tanpa Bentuk; Alih-alih mengambil bentuk untuk dipahami musuh Anda, pertahankan diri Anda untuk beradaptasi dan bergerak. Hal ini ditegaskan oleh kisah Sparta dan Athena (431SM), kisah Nasionalis China (Chiang) di Manchuria, kisah Baron James Rothschild, kisah Ratu Elizabeth dari Inggris, kisah Permaisuri Catherine dari Rusia, kisah pendeta Portugis (João Rodriguez) di Jepang (1577), juga kisah Raja Xerxes dari Persia menginvasi Yunani (483SM).


Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


 
;