Friday, September 13, 2024 0 comments

Sinopsis "Hujan - Tere Liye" Bahasa Indonesia

 Hujan
by: Tere Liye

Di ruangan 4x4 m2, Elijah memperkenalkan dirinya di hadapan Lail sebelum memberikan bando pemindai diikuti dengan arahan bahwa Lail harus bercerita secara detail agar memori (ingatan)nya dapat dihapus. Setelah hanya membisu, Lail mulai menangis dan berkata: “Aku ingin melupakan hujan.”

Di hari lahirnya bayi penduduk bumi kesepuluh miliar, ditemani gerimis, Lail yang berusia 13 tahun, dalam perjalanan hari pertama ke sekolah bersama ibunya, salah satu gunung purba meletus.

Elijah menanggapi memori Lail yang aktif: 21 Mei 2042. Delapan tahun telah berlalu, kapsul berhenti secara mendadak disebabkan gempa berkekuatan 10 skala Richter, dimana petugas membawa para penumpang menuju tangga darurat. Dalam prosesnya, gempa susulan terjadi, menewaskan banyak penumpang, juga Ibu Lail.

Lail menjadi yatim-piatu sejak hari yang tidak akan pernah dilupakan seluruh dunia, dimana Esok (anak laki-laki yang menyelamatkan Lail) membawa Lail menuju taman kota dan berteduh di bawah rumah-rumahan plastik. Keduanya kemudian berjalan menuju rumah mereka, dimana kompleks rumah Lail rata dengan tanah, sehingga Lail pun menerima ajakan Esok menuju ke rumahnya.

Malam pertama, Lail dan Esok menginap di rumahsakit, tempat Ibu Esok dirawat. Keesokan harinya, hujan abu tiba, dan Esok mengajak Lail ke tempat pengungsian terdekat; stadion, dimana di sana Lail menerima kabar buruk mengenai sang ayah.

Lail hanya berdiam diri di tenda, dengan suhu bumi yang terus menurun disebabkan hujan abu, sementara Esok menjenguk ibunya. Setelah memaksa Lail sarapan dan menjenguk sang ibu, Esok mendapati Lail tidak ada di tenda, dan hujan akan segera turun, sehingga Esok pun segera pergi mencari Lail, dengan sepeda yang dipinjamkan seorang petugas padanya. Esok menemukan Lail di depan lubang tangga kereta bawah tanah, kembali memaksa Lail untuk ikut bersamanya sementara hujan mulai turun, hujan asam.

Setelah hujan reda, Esok membawa Lail kembali ke tempat pengungsian, dimana ia terlebih dahulu menjenguk ibunya yang sudah siuman. Mendapati keadaan Ibu Esok, Lail tersadarkan dan berterimakasih pada Esok. Mengikuti Esok, Lail berusaha membantu di tempat pengungsian. Hari ke-7, air bersih cukup untuk mandi; hari ke-21, Ibu Esok keluar dari rumah sakit; hari ke-30, sekolah darurat didirikan; dan hari ke-90, Esok mengajak Lail menyaksikan evakuasi korban yang tertimbun di kereta bawah tanah.

Satu tahun telah berlalu, dan Lail naik ke kelas 8 sementara Esok loncat ke kelas 12, dimana Esok mengungkapkan bahwa ia mendapat adopsi. Lail yang pindah ke panti sosial, berkenalan dengan Maryam, yang menjadi teman sekamarnya.

Di panti sosial, Lail mendapati jadwal yang ketat, dan berhasil bangun pagi (05) berkat bantuan Maryam, dimana ia mengikuti kursus memasak di sore hari. Hari minggu merupakan hari bebas, dan kali ini Lail pergi seorang diri ke Taman Kota, dimana ia kemudian bertemu Esok. Dengan bersepeda, keduanya pergi ke tangga darurat kereta bawah tanah, rumah Lail, lalu ke toko Ibu Esok, dimana keduanya berbagi kisah satu sama lain.

Setibanya di panti, Lail dimarahi oleh Ibu Suri, yang memberikannya hukuman, dan Maryam menyapanya setiba di kamar. Lail dan Esok mulai memiliki jadwal tetap, bertemu sebulan sekali, dan akhirnya tibalah saatnya Esok mengungkapkan bahwa ia akan berkuliah di Ibukota, 3 tahun. Dalam prosesnya, Lail mengetahui bahwa Esok diadopsi oleh Walikota.

Sebulan kemudian, Lail meminta izin pada Ibu Suri untuk mengantar keberangkatan Esok. Di peron, Lail agak ragu mendapati Istri Walikota dan Putri-nya, namun Istri Walikota yang menyadari keberadaannya, segera menyapa, begitu juga Esok. Pulangnya, Lail diantar oleh Istri Walikota dan Putri-nya (Claudia). Mengikuti usulan Maryam, Lail ikut serta dalam pendaftaran anggota di markas Organisasi Relawan. Mereka berhasil lulus dan mengikuti pelatihan dalam setahun sebelum akhirnya menerima pin keanggotaan. Di hari pelantikan, Lail mendapati Esok datang, membawanya bersepeda.

Esok dan Lail bercerita satu sama lain, dimana mereka mengunjungi tangga darurat kereta dan toko kue Ibu Esok yang telah kembali beroperasi. Keesokan harinya, Lail mengantar Esok di stasiun kereta cepat, dengan membawa tas besar sebagai perbekalan menuju lokasi penugasan sebagai relawan di waktu libur panjang.

Penugasan berjalan dengan baik, Lail dan Maryam kembali ke panti dan mulai memikirkan apa yang hendak mereka lakukan setelah kelulusan. Setelah mengikuti pelatihan, Lail dan Maryam menyaksikan berita intervensi atas lapisan stratosfer.

Di libur semester, Lail dan Maryam dikirim ke Sektor 2, dimana hujan lebat turun merusak bendungan. Bersama dengan Maryam, Lail pergi memperingatkan kota di hilir sungai, berlari sejauh lima puluh kilometer dalam badai.

Lail dan Maryam kembali sibuk belajar, dan hujan salju turun beberapa bulan kemudian, mengarahkan KTT Perubahan Iklim Dunia mengadakan pertemuan. Keduanya berhasil lulus ujian dengan nail baik, dimana keduanya diterima di sekolah keperawatan. Tidak mendapatkan tugas dari Organisasi Relawan, Lail mengajak Maryam ke toko Kue Ibu Esok dalam rangka mengetahui kabar Esok. Esoknya, Lail dan Maryam menerima kabar bahwa mereka diundang ke Ibukota dalam rangka menerima penghargaan.

Ibu Suri ikut sibuk mempersiapkan keberangkatan Lail dan Maryam, dimana dalam perjalanan Lail menceritakan kisahnya bersama Esok. Disambut oleh relawan di Ibu Kota, Lail dan Maryam menerima anting logam sebagai pemandu, dimana Lail mengalami kesulitan untuk menghubungi Esok. Lail dan Maryam mengikuti Acara Peringatan lima tahun Organisasi Relawan dengan baik, dimana mereka menerima penghargaan dari Gubernur, dan Esok juga datang untuk memberikan selamat.

Nama Soke Bahtera ikut mengejutkan Elijah, dan Lail melanjutkan kisahnya, dimana ia berbincang-bincang dengan Esok sekitar satu jam.

Setelah mengikuti rangkaian acata Organisasi Relawan di Ibukota, Lail dan Maryam mendapati Istri Walikota dan Claudia datang menjemput, mengajak mereka untuk makan siang bersama. Seminggu kemudian, Lail dan Maryam meninggalkan panti sosial.

Lail dan Maryam menyesuaikan diri dengan sekolah baru, dimana mereka tetap sekamar. Dalam prosesnya, mereka juga belajar tentang saraf, tentang kemungkinan menghapus ingatan dalam pengobatan jiwa. Kuliah tersebut mengingatkan Maryam tentang kisah seorang raksasa yang patah hati, sementara Lail tidak menyukai pembicaraan tersebut.

Tanpa terasa hampir setahun mereka tinggal di asrama sekolah keperawatan, dengan situasi dunia yang kacau balau; setiap negara hanya memikirkan kondisi penduduknya. Seperti biasanya, Lail pergi ke toko kue Ibu Esok ditemani oleh Maryam, dimana Ibu Esok kemudian mengungkapkan bahwa tokonya akan tutup sebagai imbas dari krisis pangan. Beberapa hari kemudian, Lail dan Maryam menerima panggilan tugas menuju Sektor 1, dimana Lail mengalami kesedihan disebabkan seorang anak yang mati dalam perawatannya. Dalam prosesnya, Lail menerima telepon dari Esok, yang meminta maaf karena tidak bisa pulang.

Penugasan telah berakhir, Lail dan Maryam kembali ke kota, dimana paceklik bahan pangan semakin serius, memicu kerusuhan, yang mengarahkan pemimpin negeri memutuskan untuk ikut mengorbitkan pesawat ulang-alik.

Besok paginya, matahari bersinar cerah dan para pekerja pun kembali bekerja, dengan pasokan pangan yang berangsur-angsur kembali normal, mengarahkan Lail dan Maryam kembali mengunjungi Toko Kue Ibu Esok. Hari demi hari dilalui Lail dengan memikirkan Esok yang tidak mengabarinya perihal wisuda-nya, dimana Lail sendiri harus berhadapan dengan ujian akhir semester. Dengan tibanya liburan, Lail masih memikirkan Esok, yang akhirnya menelpon dan memintanya untuk hadir dalam acara wisudanya.

Bersama dengan Maryam, yang berjanji untuk diam, Lail berangkat ke Ibukota. Setibanya di Ibukota, Lail dan Maryam berkeliling kota, dimana Maryam bersedia meminjamkan Lail uang untuk sebuah gaun. Hari wisuda pun tiba. Elijah terkejut mendapati cerita yang berhenti disertai keterangan bahwa kenangan tersebut merupakan kenangan yang sangat menyakitkan.

Ditemani oleh Maryam, Lail menghadiri acara wisuda Esok, dimana di sana ia bertemu dengan keluarga Esok. Selepas acara, Lail ikut serta dalam acara makan siang keluarga Esok dan dihinggapi rasa cemburu, memaksanya pergi lebih awal. Menyadari apa yang terjadi, Maryam mempertanyakan sikap Lail dalam perjalanan kembali ke hotel. Keesokan harinya, Lail dan Maryam bersiap-siap untuk pulang, dimana Esok telah menanti mereka di peron.

Tahun terakhir di sekolah keperawatan, Lail dan Maryam disibukkan dengan belajar, disertai dengan pelatihan dalam Organisasi Relawan. Setibanya di asrama, Lail dan Maryam mendapati kedatangan Ibu Suri, mengantarkan undangan makan malam panti untuk donatur. Keesokan harinya, Lail dan Maryam mengunjungi toko kue Ibu Esok, diikuti dengan breaking news; hilangnya awan dari muka bumi (setelah enam bulan intervensi).

Di acara panti, Lail dan Maryam bertemu dengan Walikota dan keluarganya, dimana dipentaskan juga drama perjuangan Lail dan Maryam menerjang hujan badai. Enam bulan kembali berlalu, Lail dan Maryam pun mengikuti ujian akhir kelulusan, sementara suhu udara terus menerus bertambah panas.

Lail memutuskan untuk tidak memberitahu siapa pun tentang wisuda-nya, namun ia mendapati Esok datang, dengan sepeda merah-nya. Kembali mengunjunginya tempat-tempat kenangan, Esok kemudian mengeluarkan bola logam yang memuat hologram, menceritakan proyek kapal raksasq yang tengah dikerjakannya untuk menghindari kepunahan umat manusia.

Setibanya di asrama, Maryam menyambutnya dengan kesal meminta penjelasan, dan Lail pun menceritakan apa yang terjadi. Tiga minggu sebelum keberangkatan kapal, Lail dan Maryam menerima tugas menuju Sektor 3, dimana Walikota datang menemui Lail seminggu sebelum keberangkatan kapal tersebut. Elijah terkejut mengetahui bahwa musim panas ekstrem benar-benar akan datang.

Lail pun segera kembali ke kota bersama Maryam, dan pergi menemui Ibu Esok keesokan harinya. Mendapati penuturan Ibu Esok, Lail yang tetap tak mendapatkan jawaban, menjalani hari-harinya dalam keputus-asaan, dengan Maryam yang berusaha menghibur.

24 sebelum keberangkatan, Lail mendapati Walikota dan istrinya datang untuk berterimakasih, mengarahkannya pergi ke Pusat Terapi Saraf.

Elijah bersimpati terhadap Lail, meskipun sebagai fasilitator, diikuti dengan pertanyaan kepastian dengan sebuah nasehat: bahwa sesungguhnya bukan melupakan yang jadi masalahnya, tapi menerima. Tak bisa berbuat apa-apa, Maryam memutuskan untuk menelpon Esok, yang ternyata baru saja turun dari kereta untuk menemui Lail. Dengan menggunakan otoritasnya, Esok berhasil tiba secepat mungkin di tempat Lail, yang telah menjalankan konfirmasi terakhir.

Terimakasih atas Pembelian Buku Original-nya!!

Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, August 16, 2024 0 comments

Sinopsis "Thinking, Fast and Slow - Daniel Kahneman" Bahasa Indonesia

 Thinking, Fast and Slow
by: Daniel Kahneman

 

Bagian I: Dua Sistem

Gambar perempuan marah membuat kita secara otomatis berpikir intuitif (berpikir cepat), sementara soal perkalian (17×24) membutuhkan keteraturan usaha untuk mendapatkan jawabannya (berpikir lambat). Sistem 1 & 2 tersebut ditegaskan dalam buku The Invisible Gorilla, yang menggambarkan dua fakta penting: kita bisa buta terhadap hal-hal yang sangat jelas dan kita bisa buta terhadap kebutaan kita. Sebagian besar yang Anda pikirkan dan lakukan berasal dari Sistem 1, tapi Sistem 2 mengambil alih kalau keadaan jadi sulit. Konflik antara reaksi otomatis dan niat mengendalikannya itu biasa terjadi dalam kehidupan kita. Ilusi Müller-Lyer (ilusi visual) menunjukkan adanya ilusi pemikiran (ilusi kognitif) sebagaimana halnya pasien psikopat, yang mengungkapkam bahwa melihat kesalahan orang lain itu lebih gampang daripada melihat kesalahan diri sendiri. Sistem 1 dan 2 dalam buku ini adalah tokoh fiktif, lebih mudah daripada kalimat “aritmetika mental” dan akal budi.

Add-1 dan Add-3 (setelah meningat empat angka) dan Eksperimen Edward Hess mengungkapkan bahwa pupil adalah penanda fisik yang menyertai usaha mental dan dapat digunakan untuk memahami cara kerja budi. Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi telah mempelajari keadaan bekerja tanpa usaha dan menamainya flow (alir): pemisahan antara konsentrasi pada tugas dan kendali perhatian yang disengaja.

Contoh kue coklat dan salad buah menunjukkan bahwa Sistem 1 punya pengaruh lebih besar pada perilaku kalau Sistem 2 sibuk (“ego terkuras”). Soal tongkat pemukul-bola, silogisme bunga, dan Michigan-Detroit, mengungkapkan bahwa mereka yang menghindari dosa kemalasan intelektual dapat disebut “tekun” (lebih rasional). Percobaan Walter Mischel terhadapan anak usia 4 tahun mengungkapkan bahwa mereka yang lebih baik dalam pengendalian diri memiliki inteligensi yang lebih baik, sementara Stanovich mengungkapkan bahwa rasionalitas sebaiknya dibedakan dari inteligensi.

Kata “Pisang” dan “Muntah” memunculkan gagasan yang mengaktifkan banyak gagasan secara otomatis, sebagaimana telah ditegaskan para ahli kognisi; Anda berpikir dengan tubuh Anda (tak hanya otak). Gagasan EAT menyiapakan gagasan SOUP serta WASH menyiapkan SOAP, juga percobaan Bargh dan percobaan Jerman, menunjukkan bahwa gagasan memengaruhi tindakan, yang dikenal sebahai efek ideomotor.

Efek penyiapan dalam percobaan Vohs mengungkapkan bahwa gagasan uang menyiapkan individualisme, dimana gambar memiliki efek yang cukup besar sebagaimana ditunjukkan oleh poster kotak kejujuran dan buku Strangers to Ourselves. Bermacam-macam penyebab kemudahan atau kesusahan memiliki efek yang saling timbal balik. Pandangan bukan satu-satunya tempat ilusi berada; ingatan juga rentan menagalami ilusi, sebagaimana ilusi keakraban. Dalam menulis pesan; gunakan kertas bermutu tinggi, warna-warna terang, serta bahasa yang putisi dan sederhana, sebagai bentuk pengurangan kesusahan kognitif. Artikel “Mind at Ease Puts a Smile on the Face” mengungkapkan bahwa kemudahan kognitif dikaitkan dengan perasaan nyaman, dan dikenal sebagai efek paparan belaka.

Tes RAT Mednick mengungkapkan bahwa ketika kita tak nyaman dan tak bahagia; kita kehilangan hubungan dengan intuisi kita (kita menjadi lebih intuitif dan kreatif namun kurang waspada dan rawan mengalami kesalahan logika). Sistem 1, yang mengerti bahasa, punya akses ke norma-norma kategori, yang menentukan kisaran nilai yang masuk akal beserta kasus-kasus umum.

Percobaan segitiga Heider menunjukkan tentang kebutuhan kita akan koherensi, dan Psikolog Michotte mengungkapkan bahwa kita melihat sebab akibat; selangsung kita melihat warna. Keseluruhan konteks membantu menentukan penafsiran tiap unsur, dan keraguan sadar tidak berada dalam daftar kemampuan Sistem 1.

Psikolog Gilbert mengungkapkan bahwa suatu pemahaman atau pertanyaan mesti dimulai dengan usaha memercayai pernyataan tersebut, bahwa ketidakpercayaan merupakan operasi Sistem 2. Kecenderungan suka (atau tidak suka) segala mengenai seseorang–termasuk hal-hal yang tidak Anda amati–dikenal sebagai efek halo, sebagai penggambaran Sistem 1 dan ambiguitas yang diredam. Masukan Sistem 1 tidak pernah berhenti; melompat ke kesimpulan, yang menunjukkan WYSIATI (what you see is all there is : apa yang Anda lihat itulah yang ada). Dalam menanggapi pertanyaan, Sistem 2 membuka ingatan untuk mencari jawaban, sementara Sistem 1 terus menerus memunculkan penilaian atas berbagai aspek tanpa niat khusus dan tanpa perlu usaha. Eksperimen Todorov mengungkapkan bahwa kita secara biologis cenderung menolak orang yang tak punya ciri-ciri yang kita sukai (Heuristik Pertimbangan).

Perhitungan berlebihan disebut sebagai senapan tabur metal, dimana niat melakukan satu perhitungan menimbulkan niat melakukan perhitungan lain. Dinyatakan atau tidak, Anda sering punya jawaban bagi pertanyaan yang tak sepenuhnya Anda pahami, mengandalkan bukti yang tak bisa Anda jelaskan atau pertahankan. Heuristik Pólya menunjukkan bagaimana Sistem 1  menemukan pertanyaan yang lebih sederhana sebagai pengganti. Bagi kebanyakan kita, kesan ukuran 3-D sangat kuat, sehingga memicu ilusi yang disebabkan heuristik 3-D. Psikolog Slovic telah mengusulkan heuristik afeksi; orang membiarkan rasa suka dan tak uska mempengaruhi kepercayaan mereka mengenai dunia.

Bagian II: Heuristik dan Bias

Penelitian Amos menunjukkan bahwa peneliti ahli pun punya intuisi buruk dan pemahaman kurang mantap mengenai efek pengambilan sampel. Hukum jumlah kecil adalah perwujudan atas bias umum yang lebih menyukai kepastian dibanding keraguan (Sistem 1). Kita terlalu sering menolak pandangan bahwa sebagian besar hal yang kita lihat dalam kehidupan bersifat acak.

Putaran roda keberuntungan, menunjukkan adanya efek jangkar; apa yang diperkirakan itu dekat dengan angka yang dipikirkan, dimana kita cenderung berhenti kalau tak lagi yakin harus melangkah lebih jauh dan penjangkaran adalah kasus sugesti yang berefek kuat. Secara umum, strategi sengaja “berpikir sebaliknya” bisa jadi pertahanan yang baik terhadap efek jangkar.

Hikmah utama penelitian penyiapan adalah bahwa pemikiran dan perilaku kita dipengaruhi, lebih banyak daripada yang kita tahu atau inginkan, oleh lingkungan. Heuristik ketersediaan, seperti heuristik pertimbangan lainnya, mengganti satu pertanyaan dengan pertanyaan lain. Percobaan Schwarz mengungkapkan bahwa kemudahan contoh terpikir merupakan heuristik Sistem 1, yang digantikan dengan fokus kepada isi ketika Sistem 2 lebih terlibat.

Penelitian Slovic mengembangkan gagasan heuristik afeksi, yakni ketika orang membuat pertimbangan dan keputusan dengan melibatkan emosi, mereka membentuk pendapat atau pilihan yang langsung mengekspresikan perasaan mereka dan kecenderungan dasar mereka untuk mendekat dan menjauh. Konsep kucuran ketersediaan mengungkapkan bahwa jumlah perhatian tidak sesuai dengan peluang bencana, dan setiap pihak harus menghormati wawasan serta kecerdasan pihak lainnya.

Probabilitas (kemungkinan) Tom W. kuliah di bidang tertentu merupakan bentuk heuristik keterwakilan, mengabaikan nilai dasar dan keraguan mengenai kualitas deskripsi. Penelaran Bayesian mengungkapkan pentingnya menjangkarkan pertimbanhan probabilitas Anda ke nilai dasar yang masuk akal serta mempertanyakan diagnosis bukti Anda.

Soal Linda menunjukkan adanya konflik antata intuisi keterwakilan dan logika probabilitas, yang mengarah pada gagasan sesat pikir penggabungan. Seperti di penelitian peralatan makan Hsee, evaluasi tunggal soal Linda menghasilkan pola “kurang itu lebih”.

Stereotipe adalah cara kita berpikir mengenai kategori, dan kita cenderung menolak nilai dasar dari sebab akibat. Percobaan Nisbett dan Borgida mengungkapkan bahwa ujian dalam psikologi adalah ketika pemahaman Anda terhadap situasi berubah atau tidak.

Regresi ke rata-rata mengungkapan bahwa hadiah untuk peningkatan prestasi itu lebih ampuh daripada hukuman untuk kesalahan. Artikel John Brockman mengungkapkan bahwa regresi tidak punya penjelasan sebab akibat (bakat = keberuntungan). Francis Galton mengungkapkan bahwa korelasi dan regresi merupakan dua sudut pandang terhadap konsep yang sama.

Seperti pada kasus Julie, prediksi masa depan tidak dibedakan dengan evaluasi bukti masa kini–prediksi menyamai evaluasi (prediksi yang sepenuhnya tak regresif). Prediksi intuitif cenderung terlalu percaya diri dan terlalu ekstrem; prediksinya seekstrem bukti.

Bagian III: Keyakinan Berlebihan

Gagasan sesat pikir naratif menjabarkan bagaimana cerita-cerita masa lalu yang cacat membentuk pandangan kita mengenai dunia dan harapan kita terhadap masa depan, yang dikenal sebagai efek halo. Kecenderungan untuk merevisi sejarah keyakinan berdasarkan apa yang sebenarnya terjadi menghasilkan ilusi kognitif yang tangguh (bias kilas balik), yang tidak berdasar pada benar tidaknya proses melainkan pada baik tidaknya hasil (bias hasil).

The Halo Effect dan Built to Last (resep sukses) mengabaikan pengaruh kuat keberuntungan dan tak terelakkannya regresi. Ilusi validitas mengungkapkan bahwa prakiraan kita lebih baik daripada tebak-tebakan belaka, tapi tidak jauh lebih baik, sebagaimana prestasi prajurit sebagai contoh substitusi (heuristik keterwakilan). Jual-beli pasar saham dibangun di atas ilusi keahlian, dengan rata-rata korelasi penasihat keuangan adalah 0,01. Ilusi validitas dan keahlian disokong budaya profesional yang kuat, juga komunitas.

Sebagaimana The Hedgehog and the Fox karya Tolstoy, Tetlock mengungkapkan bahwa makin terkenal orang yang membuat prakiraan; makin flamboyan prakiraannya. Dari itu, kesalahan prediksi tak bisa dihindari karena dunia tak bisa diprediksi, dan keyakinan subjektif yang tinggi tak boleh dipercaya sebagai penanda akurasi.

Clinical vs. Statistical Prediction karya Meehl mengungkapkan bahwa dalam setiap kasus, akurasi para pakar diimbangi atau dikalahkan algoritma sederhana (aturan statistik sederhana lebih unggul daripada pertimbangan “klinis” intuitif. Sebagaimana tes Apgar (A Checklist Manifesto), untuk memaksimalkan akurasi prediksi, keputusan akhir sebaiknya diserahkan kepada rumus. Herbert Simon menjelaskan bahwa intuisi–tak kurang tak lebih–adalah pengenalan, dimana misteri mengetahui tanpa tahu sebagai norma dalam kehidupan mental.

Keyakinan orang terhadap intuisinya bukan petunjuk andal mengenai validitas intuisi itu, dan intuisi tidak bisa diandalkan kalau tidak ada keteraturan yang stabil di lingkungan. Kita bisa memercayai intuisi seseorang jika syarat-syaratnya terpenuhi. Sebagaimana gedung Parlemen Skotlandia di Edinburg, prakiraan terlalu optimis terhadap hasil proyek sering kali terjadi, hal ini merupakan bentuk sesat pikir perencanaan (ketidaktahuan yang tidak diketahui). Hal ini menunjukkan pentingnya “pandangan dari luar”, sebagaimana prakiraan kelas rujukan Flyvbjerg.

 Orang-orang yang berpengaruh besar cenderung optimistis dan terlalu percaya diri, juga mengambil risiko lebih banyak daripada yang mereka sadari (bias optimistis). Kesamaan keberanian dan optimisme mempersatukan semua pebisnis, dari pemilik motel sampai CEO, dimana bias kognitif juga berperan penting, dan keyakinan berlebihan merupakan salah satu perwujudan WYSIATI. Premortem (bencana 1 tahun) hadir untuk mengatasi pemikiran kelompok (groupthink) yang memengaruhi banyak tim sesudah keputusan tampaknya telah dibuat, dan melepas imajinasi orang-orang berpengetahuan ke arah yang diperlukan (melegitimasi keraguan).

Bagian IV: Pilihan

Pandangan dunia manusia dibatasi informasi yang tersedia pada saat tertentu (WYSIATI), dan teori harapan utilitas mengarahkan kami pada teori prospek. Teori psikofisika Bernoulli mengenai utilitas kekayaan mengungkapkan bahwa kita tidak menyukai risiko, dan kekeliruan teori tersebut mengungkapkan bahwa sulitnya memerhatikan kecacatan teori (buta akibat teori). Kecacatan teori Bernoulli ditemukan karena kombinasi keahlian dan ketidaktahuan, dimana Anda sekadar suka untung dan tak suka rugi—dan hampir pasti Anda lebih tak suka rugi daripada suka untung.

“Rugi yang terasa lebih berat daripada untung” merupakan esensi teori prospek (rugi-untung), namun gagal mencakup kekecewaan dan penyesalan. Kesukaan terhadap status quo juga merupakan konsekuensi ketidaksukaan rugi, yang juga menjelaskan efek pusaka, dimana sihir pasar tidak mempan untuk barang yang akan digunakan. Sebagaimana contoh kecoak-ceri Psikolog Paul Rozin, hal negatif mengalahkan hal positif dalam berbagai cara, dan rasa tak mau rugi pun merupakan negativitas yang umum.

Sebagaimana taksi hujan dan pukulan golf, ketidaksukaan rugi karena tak mencapai tujuan lebih kuat daripada hasrat melampaui tujuan. Ketidaksukaan rugi adalah kekuatan konservatif besar yang memilih perubahan sedikit saja dari status quo dalam kehidupan lembaga dan individu. Tindakan ekonomi dikuasai kepentingan pribadi dan perhatian terhadap keadilan biasanya tak relevan. Bobot pertimbangan yang orang beri ke suatu hasil tak identik dengan probabilitas hasil itu, bertentangan dengan prinsip harapan, sebagaimana ditegaskan oleh Paradoks Allais. Karena efek kemungkinan, kekhawatiran tak sebanding dengan probabilitas ancaman.

Pola empat preferensi dianggap salah satu prestasi inti teori prospek. Dalam hukum, penggugat yang memiliki posisi kuat cenderung menghindari risiko, sementara tergugat dengan posisi lemah cenderung mengambil risiko. Hal ini mengungkapkan bahwa pembobotan berlebihan terus-menerus terhadap hasil-hasil berkemungkinan kecil–Sistem 1–akhirnya mengarah ke hasil yang kurang optimal.

Psikologi lotre serupa dengan psikologi terorisme; peristiwa-peristiwa yang sangat jarang terjadi itu diabaikan atau diberi bobot berlebihan. Wiraswasta dan investor yang mengevaluasi prospek rawan membesar-besarkan peluang dan memberi bobot berlebihan pada perkiraan. Penggambaran hasil yang kaya dan tajam, emosional atau tidak, mengurangi peran probabilitas dalam evaluasi prospek yang tak pasti.

Penjabaran yang lebih tajam menghasilkan bobot keputusan yang lebih tinggi untuk probabilitas yang sama. Dalam hal probabilitas langka, akal budi kita tak dirancang untuk bekerja tepat. Evaluasi emosional “pasti untung” dan “pasti rugi” adalah reaksi otomatis Sistem 1.

Pelaku rasional tentu akan melakukan pembingkaian lebar, tapi sifat dasar manusia adalah pembingkaian sempit. Ketika hendak memutuskan apakah mau menerima resiko kecil dengan nilai harapan positif, gunakan mantera: untung sedikit, rugi sedikit. Sebagaimana asuransi, kebijakan risiko adalah bingkai lebar. Bagi manusia, rekening mental adalah bentuk pembingkaian sempit, yang disebabkan oleh akuntansi mental dan menghasilkan efek disposisi dan sesat pikir biaya tertanam.

Penyesalan tak sama dengan menyalahkan, dan orang memperkirakan akan mengalami reaksi emosional lebih kuat terhadap hasil disebabkan karena bertindak ketimbang tak bertindak. Kerugian diberi bobot dua kali lipat keuntungan di beberapa konteks, dan Anda sebaiknya jangan terlalu memikirkan penyesalan.

Pembalikan prefensi pertama ditemukan pada awal 1970-an, dan banyak pembalikan jenis lain dilaporkan selama bertahun-tahun. Evaluasi BAIK-BURUK adalah operasi otomatis Sistem 1, dan hipotesis evaluabilitas Hsee; jumlah entri tak diperhatikan dalam evaluasi tunggal, karena angka “tidak bisa dievaluasi” sendirian. Hukum denda mengungkapkan bahwa sistem hukum administratif itu koheren pada tiap badan tapi tak koheren secara global.

Pernyataan yang setara secara logika memicu reaksi yang berbeda, membuatnManusia mustahil selalu rasional. Tanpa alasan jelas, kebanyakan kita secara pasif menerima masalah keputusan sebagaimana dibingkai (terikat bingkai, bukan terikat realitas). Masalah penyakit Asia dan pajak kaya dan miskin, mengungkapkan bahwa preferensi kita adalah terhadap masalah yang dibingkai, dan intuisi moral kita terkait deskripsi, bukan isi. Bingkao lebih lebar dan rekening inklusif biasanya mengarah ke keputusan yang lebih rasional.

Bagian V: Dua Diri

Dua tuan: rasa sakit dan kenikmatan, menunjukkan apa yang harus kita lakukan, berikut menentukan apa yang akan kita laķukan. Dalam beberapa kasus, utilitas pengalaman adalah kriteria yang harus dijadikan alat menilai keputusan. Gagasan “hedonimeter” Edgeworth mengungkapkan adanya dua diri; diri mengalami dan diri mengingat. Percobaan tangan dingin merupakan contoh lain efek kurang-itu-lebih, dimana diri mengingat mempunyai sejarah evolusioner panjang. Percobaan tersebut mencerminkan dua prinsip ingayan: pengabaian durasi dan aturan puncak-akhir, menghasilkan keputusan yang tidak sesuai dengan pengalaman.

Sebagaimana kisah La Traviata karya Verdi, kita memikirkan kehidupan sebagai cerita dan mengharapkannya berakhir indah, dengan puncak dan akhir yang penting sementara durasi tak penting. Benar atau salah, orang memilih berdasarkan ingatan ketika memutuskan apakah mau mengulang satu pengalaman atau tidak.

Tujuan kebijakan seharusnya mengurangi penderitaan orang, dan cara termudah meningkatkan kebahagiaan ialah dengan mengendalikan penggunaan waktu. Evaluasi hidup orang dan pengalaman orang boleh jadi berhubungan, tapi berbeda, dimana pendapatan lebih tinggi terkait dengan pengurangan kemampuan menikmati kenikmatan-kenikmatan kecil dalam hidup.

Keputusan untuk menikah mencerminkan kekeliruan besar prakiraan afektif, dan heuristik suasana hati merupakan satu cara menjawab pertanyaan kepuasan hidup. Hal ini menegaskan adanya ilusi fokus; tiada hal dalam hidup yang sepenting pemikiran Anda mengenainya ketika Anda memikirkannya. Dari itu, kata kebahagiaan tak punya makna sederhana dan seharusnya tak digunakan seolah-olah maknanya seperti itu.

 

Buku ini memperkenalkan dua tokoh fiktif (Sistem 1 yang intuitif dan Sistem 2 yang bekerja keras serta lambat), membahas dua spesies (Ekon fiktif yang hidup di dunia teori dan Manusia yang bertindak di dunia nyata), dan diakhiri dengan dua diri (diri mengalami yang menjalani hidup & diri mengingat yang mencatat skor serta membuat pilihan).


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, July 19, 2024 0 comments

Sinopsis "Dao De Jing: The Wisdom of Lao Zi - Andri Wang" Bahasa Indonesia

Dao De Jing: The Wisdom of Lao Zi
by: Andri Wang

Dao yang bisa diungkapkan dengan kata-kata bukanlah subtansi Dao yang sesungguhnya, “Nama” yang disebut orang bukanlah “nama” yang abadi. “Wu” (tidak ada) disebut sebagai awal terciptanya bumi dan langit, “You” (ada) dikatakan sebagai ibunda dari segala yang ada di alam semesta; Maka jika orang bebas dari segala nafsu keinginan (wu) baru mampu memahami misteri dan keajaibannya Dao, namun jika pikirannya dipenuhi nafsu keinginan Dao hanya dipahami terbatas pada kulitnya saja.

Bila orang sudah mengganggap yang itu baik, berarti orang sudah menilai yang ini tidak baik. Maka “ada” dan “tidak ada” saling tumbuh bersamaan, “susah” dan “gampang” saling melengkapi, “panjang” dan “pendek” saling membandingkan, “nada tinggi” dan “nada rendah” saling berpadu, “depan” dan “belakang” saling mengikuti. Hanya Seng Ren yang melakukan pekerjaan secara “wu wei”; mendidik tanpa bicara, memberi kehidupan tanpa ada niat menguasai. Bagi orang yang tidak pernah menuntut jasa, jasanya takkan meninggalkannya.

Tidak menjunjung tinggi orang yang pandai membuat rakyat tidak saling bersaing, tidak memuliakan barang yang sulit didapat membuat rakyat tidak tergoda menjadi maling, dan tidak memperlihatkan apa yang bisa merangsang keinginan membuat hati rakyat tidak kacau. Dari itu, Sheng Ren (pemimpin) mengelola rakyatnya dengan menjernihkan pikirannya, melemahkan ambisinya, dan menguatkan tulangnya.

Dao ibarat wadah yang hampa kosong, tapi kegunaannya tidak ada batasnya; ia adalah akar sumber dari semua yang ada di dunia ini. Ia menumpulkan bagian yang tajam, mencairkan semua perselisihan, membaur dengan debu hina, dan menyatu dengan sinar cahaya-Nya.

Langit dan bumi tidak manusiawi, Sheng Ren pun juga tidak manusiawi; rakyatnya diperlakukan seperti boneka anjing jerami. Banyak bicara banyak salah, lebih baik berdiam saja tida bicara.

Lembah dewata tidak pernah mati, ia adalah feminin yang misteri, pintu gerbangnya adalah akar sumber yang ada di dunia ini. Keberadaannya kekal abadi, tapi untuk memahaminya tak pelu bersusah payah.

Langit dan bumi nan kekal, karena kehadirannya bukan untuk dirinya. Sheng Ren selalu menempatkan diri di belakang rakyat, tanpa ego dan kepentingan pribadi, sehingga ia dapat berhasil.

Budi pekerti yang luhur memiliki karakter seperti Air, memberi kehidupan kepada semua tanpa bersaing, berada di tempat terendah yang tak disukai orang. Orang yang tidak ingin bersaing, maka tidak ada kebencian dalam hatinya.

Air yang dikucurkan ke dalam wadah akan meluber jika sudah penuh, pedang yang diasah terlalu tajam takkan bisa bertahan lama. Membanggakan harta dan kedudukan akan mengundang bahaya sendiri, bila sudah berjasa dan terkenal; lebih baik mundur ke belakang saja.

Roh dan tubuh bergabung menjadi satu, bisakah keduanya tidak terpisahkan? Membersihkan cermin hati nurani, bisakah tanpa setitik noda? Membuka dan menutup pintu gerbang hati nurani, bisakah tanpa kelemah-lembutan? Menciptakan tanpa hasrat untuk menguasai merupakan kebajikan yang amat luhur.

Mendirikan sebuah rumah ada pintu dan jendelanya, dan ruang kosong di dalam rumah akan berguna untuk diisi barang. Maka, memiki “you” dianggap beruntung dan memiliki “wu” dianggap berguna.

Pacawarna bisa membutakan mataa, pancanda bisa memnulikan kuping, pancarasa bisa menghambarkan selera, dan memiliki barang bernilai tinggi bisa membuat takut dicuri (kehilangan). Maka, Sheng Ren menjauhi hidup mewah berlebihan, mencari kenikmatan dari dalam hati (tidak dari luar), mempertahankan hidup tenang dengan kesederhanaan dan rasa berkecukupan.

Pujian (atas) dan penghinaan (bawah) mampu mengejutkan orang. Orang takut tertimpa kemalangan besar karena melekat sang “Aku” di dalamnya. Dari itu, jika seseorang mencintai rakyat melebihi dirinya sendiri, maka negara pantas diserahkan padanya.

Belum ada kata yang mampu menyebut siapa Dia karena semuanya sudah membaur menjadi satu. Memahami awal terciptanya alam semesta merupakan hukum Dao.

Orang yang berjiwa Dao, sifatnya lemah lembut dan pengetahuannya sangat luas; kehati-hatiannya seperti melintasi sungai es, mawas diri takut menggangu tetangga, penampilannya anggun seperti sedang bertamu, tidak tergesa-gesa seperti es yang tengah mencair, kepolosannya seperti batu giok yang belum diukir, dan berlapang dada seperti lembah yang luas. Siapa yang dengan ketenangannya mampu menjernihkan yang keruh, ia mampu mengubah kegagalan menjadi keberhasilan.

Kosongkan pikiran sepenuhnya, pertahankan ketenangan sedalamnya, dan kembali ke takdir adalah hukum kekekalan yang takkan berubah. Bersedia menampung semuanya berarti bisa berbuat adil, yang berarti bisa menerima semuanya.

Kualitas-kualitas seorang pemimpin: rakyat hanya tahu keberadaannya, rakyat sangat akrab dengannya, rakyat takut kepadanya, dan rakyat menghujatnya. Seorang pemimpin mampu bertahan lama karena kata-katanya yang berharga bisa dipercaya.

Bila Dao diabaikan; keluarlah cinta kasih dan keadilan, bila kebijaksanaan diasingkan; timbullah kemunafikan besar, bila keluarga tidak harmonis; timbullah rasa berbakti pada orangtua, dan bila negara kacau; keluarlah pejabat heroik membela negaranya.

Bila kebijakan yang tersirat intrik dan akal bulus dilenyapkan: rakyat diuntungkan ratusan kali, bila kata-kata tidak cukup; rakyat dikembalikan ke jalan yang benar---mempertahankan hidup sederhana dan jujur; mengurgangi ego dan menyedikitkan keinginan.

Tinggalkan pelajaran dogmatis agar bebas dari kecemasan. Oh! Hidup hidup mereka sangat tamak dan tidak bermoral. Oh! Aku hidup santai seperti tunawisma. Oh! Seperti orang yang lugu tidak tahu apa-apa. Oh! Aku bebas seperti angin sejuk menghembus tanpa henti. Aku sendirilah yang beda dengan mereka; memuliakan disusui dalam pelukan Ibunda.

Karakter orang yang tinggi kebajikannya selalu mengikuti jejak Dao. Sejak dulu nama-Nua tak pernah hilang. Ia adalah Bapak Pencipta Agung, yang kudapati melalui fenomena hukum alam.

Orang yang punya toleransi bisa selamat, punya sedikit dulu baru menjadi banyak. Sheng Ren memeluk yang Satu (Dao) ini sebagai teladan dunia, karena hanya orang yang tidak mau bersaing yang di dunia ini tak ada yang mau menyainginya.

Sedikit bicara sesuai dengan karakter hukum Alam, sebagaimama angin topan tidak menderu sepanjang pagi dan hujan lebat tidak berlanjut sepanjang hari. Bila seorang pemimpin tidak lagi dipercaya rakyatnya, tentu ada ucapannya yang tidak bisa dipegang.

Berdiri dengan kaki berjinjit tidak bisa bertahan lama, berjalan dengan langkah besar tidak bisa berjalan jauh; suka menonjolkan diri tidak akan terkenal, menganggap diri paling benar tidak akan meyakinkan orang. Maka, orang yang berjiwa Dao tidak akan melakukannya.

Ada Tubuh Dao yang sama-samar di alam semesta, Ia sudah ada sebelum Langit Bumi diciptakan. Ia kuberi nama Dao, lagi kuberi nama Mahabesar, Kebesaran-Nya tanpa batas. Maka dikatakan bahwa Dao adalah besar, langit adalah besar, bumi adalah besar, dan umat manusia juga besar.

Kehati-hatian adalah pangkal pencegah kecerobohan, ketenangan adalah majikan emosi, dan Sheng Ren seharian tidak pernah meninggalkan muatan berat tersebut.

Berbuat baik tidak perlu meninggalkan bekas, perhitungan yang jujur tidak memerlukan siasat, dan perjanjian yang jujur; meskipun tanpa ikatan; tidak akan dilanggar. Orangnbaik adalah teladan bagi orang yang tidak baik, dan orang tidak baik adalah cermin bagi orang baik.

Bila sudah mengenal sifat maskulin (kuat keras), maka pertahankanlah sifay feminim (lemah lembut). Bila sudah memperoleh sinar teranh putih benderang, rela berdiam di posisi gelap gulita; baru bisa menjadi teladan dunia. Bila keutuhan Dao dipecahbelahkan menjadi bermacam penafsiran, Sheng Ren hanya menjiwai Dao yang sejati; bukan penafsirannya.

Dunia ini adalah wadah yang sakral, tidak mungkin dikuasai oleh siapa pun. Maka Sheng Ren selali menghindari sesuatu yang ekstrem, tidak hidup yang berlebihan, dan tidak membesarkan diri sendiri.

Menteri yang menasehatkan Dao kepada rajanya, takkan menganjurkan kekerasan menguasai negara lain, karena setiap tindakan kekerasan akan mendapatkan balasan. Tidak mengikuti hukum Dao, mengarah pada kematian dini.

Senjata perang adalah alat yang tidak membawa keberuntungan, juga bukan alat yang digunakan oleh pria sejati. Dalam keadaan terpaksa, senajata baru boleh digunakan. Meski begitu, ketenangan dan toleransi harus diutamakan.

Dao nan kekal tanpa nama, dan tidak ada kekuatan di dunia ini yang mampu menguasai-Nya. Setelah semua yang ada di dunia ini ada namanya, mulailah timbul orang yang terkenal, dan mengetahui batasan menghindarkan dari bahaya.

Dapat mengenal diri orang itu pandai, dan mampu mengenal diri sendiri itu arif bijak. Dapat mengalahkan orang lain itu kuat, dan mampu mengalahkan diri sendiri itu perkasa. Adapun orang yang tahu cukup itu orang kaya.

Oh! Keberadaan Maha Dao seperti air sungai yang mengalir ke mana-mana, semua yang hidup bergantung kepada-Nya tanpa pernah ditolak. Maka itu, Ia patut disebut Maha Besar.

Jika pemimpin berpegang teguh pada prinsip Maha Dao, rakyat akan mengikuti jejaknya, sehingga mereka tidak saling membahayakan dan hidup dalam damai tenteram.

Kalau ingin membuat lawan ciut, biarkan dia membual sementara dulu; kalau ingin membuat lawan lemah, biarkan dia menguat sementara dulu; Kalau menginginkan sesuatu, berilah sedikit keuntungan terlebih dahulu; ini cara mengalahkan musuh yang cemerlang. Lemah-lembut mampu mengalahkan yang kuat-keras, dan senjata negara tidak boleh dipamerkan di hadapan rakyat.

Perilaku Dao selamanya “wu wei”, dan bila raja dan pendampingnya berpegang teguh pada-Nya, maka rakyat akan hidup berkembang secara bebas alamiah. Teladan kesederhanaan Dao akan menenangkan tamak dari nafsu keinginan rakyat, sehingga dunia bisa menjadi tenang dengan sendirinya.

Orang yang moralnya tinggi tidak menunjukkan dirinya bermoral, ia berperilaku “wu wei”, dan orang yanh punya rasa kemanusiaan tinggi, bekerja tanpa tujuan pribadi. Pria sejati mengutamakan intinya, bukan kulitnya; maka dia tolak kemunafikan, mempertahankan kejujuran.

Sejak zaman dahulu kala yang mendapatkan Satu ini (Dao): langit menjadi cerah, bumi menjadi tenang tenteram, air mengalir lebih deras, semua ciptaan-Nya hidup tumbuh berkembang, dan Raja mengelola negeri dengan benar.

Siklus yang berbalik, Dao yang menggerakkan. Lemah lembut adalah perilaku Dao. Semua yang berada di dunia ini dilahirkan dari yang “you” (ada), dan “you” (ada) dilahirkan dari “wu” (tidak ada).

Orang yang memiliki kecerdasan tinggi mendengar Maha Dao dan rajin mempraktikkan ajaran-Nya, sementara orang yang memiliki kecerdasan rendah mendengar Dao dan menertawakannya. Hanya orang yang berjiwa Dao yang suka memberi tanpa terdengar namanya.

Dao menciptakan “satu”, “satu” melahirkan “dua”, dan seterusnya, dimana semua makhluk mengandung “yin” (dalam) dan “yang” (luar).

Yang paling lunak di dunia mampu menembus yang paling keras di dunia ini. Dari situlah aku baru memahami manfaatnya “wu wei”, dan mendidik tanpa bicara adalah salah satu manfaat dari perilaku “wu wei”.

Nama lebih disayang dari harga diri, dan kesehatan lebih berharga dari harta kekayaan. Kesukaan yang berlebihan akan menguras banyak energi, dan menimbun banyak harta kekayaan akan mengalami kehilangan yang lebih banyak. Dari itu, tahu cukup tidak menjadi hina, tahu batas bisa terhindar dari bahaya, dengan begitu bisa selamat.

Yang paling sempurna sepertinya masih ada kekurangan, yang paling lurus sepertinya masih belum lurus benar, dan orang yang paling pintar pun sepertinya masih bodoh. Dari itu, pikiran jernih dan jiwa yang tenang adalah standar yang palinh diutamakan bagi seorang pemimpin di dunia ini.

Negara yang menganut prinsip Dao, kotoran kuda tempur dijadikan pupuk kandang, dan tidak ada bencana yang lebih besar daripada merasa belum cukup. Maka, orang yang merasa sudah cukip, selamanya merasa berkecukupan.

Makin jauh pergi keluar mencari ilmu, makin sedikit yang didapat. Maka Sheng Ren tidak pergi keluar jauh sudah paham dunia, tidak perlu dilihat sudah jelas masalahnya, dan tidak dipaksanakan sehingga bisa berhasil.

Makin banyak belajar ilmu, makin banyak pengetahuannya. Makin banyak belajar falsafah Dao, makin banyak berkurang, hingga sampai ke ranah perilaku “wu wei”, sehingha tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Dari itu, mengelola suatu negara, jangan dikaitkan dengan kepentingan pribadi.

Sheng Ren tidak punya kepentingan pribadi dan membatasi subjektifitas, hatinya disatukan dengan hati rakyat, ia melayani dengan kebaikan, melayani rakyat seperti anaknya sendiri.

Manusia dilahirkan dan meninggal dunia, dimana tamak mengejar nafsu keinginan membuat seseorang meninggal dunia sebelum waktunya. Aku pernah dengar ada orang yang pandai mengolah diri, pergi perang tidak pernah terluka, dan harimau tidak mau menerkam, baginya tidak ada ranah kematian.

Tidak ada umat manusia yang tidak menghormati Dao (sang Pencipta) dan memuliakan De (moral), keduanya tidak pernah memaksakan kehendak, membiarkan semuanya hidup bebas berkembang biak. Setelah memberi tidak merasa berjasa merupakan kebajikan yang memiliki arti amat dalam.

Bumi ini punya awal mulanya, berperan sebagai ibunda dari segala yang ada, sehingga anak yang kembali ke dalam pelukannya akan bebas dari bahaya. Tutup mulut jangan banyak bicara, tutup rapat pintu keluar masuknya nafsu keinginan dan hidup takkan mengalami kesulitan. Inilah yang dinamakan telah menerima pencerahan Dao yang kekal.

Bila aku sudah yakin betul hakekat Dao, aku tidak ragu lagi berjalan di atas jalan raya Dao, yang lebar dan luas. Namun, orang awam lebih suka jalan yang sempit dan berliku, sebagaimana kehidupan di istana yang bobrok dan korup.

Orang yang teguh pendiriannya tak tergoyahkan, dan orang yang kuat keyakinannya tak mudah terlepaskan. Dari itu, latihlah keyakinan Dao pada diri sendiri, keluarga, desa, dan negara, sehingha kebajikan bisa tersebar luas.

Orang yang tinggi kebajikannya, seperti bayi yang baru lahir. Ini disebabkan energinya dalam keadaan harmoni, jiwa dan raga.

Orang yang luas pengetahuannya tidak banyak bicara, menutup rapat pintu keluar masuk nafsu keinginan, meleraikan perselisihan, meredupkan sinarnya dan menyatu dengan debu. Sehingga dikatakan ia telah masuk ke ranah Dao, dimuliakan semua orang.

Mengelola negara dengan benar dan jujur tanpa siasat, tanpa tujuan kepentingan pribadi, sehingga rakyat hidup sederhana sejahtera, dan inilah yang dilakukan Sheng Ren.

Bila negara dikelola dengan jiwa besar, rakyat menjadi tenang dan mau hidup sederhana. Oh! “nasib buruk” menopang “nasib baik” di belakangnya, dan Sheng Ren berlapang dada tanpa batas; bermurah hati dengan tulus menyinari tanpa menyilaukan.

Berbakti kepada rakyat dan bekerja untuk Tian, tidak ada yang lebih baik daripada hidup menghemat sederhana. Persiapan sejak dini berarti sudah menghimpun kebajikan, sehingga tak ada masalah yang tak bisa diatasi, dan kemampuan yang tak terukur itu patut ditugaskan memimpin negara, juga sudah menganut prinsip Dao.

Mengelola negara besar ibarat memasak ikan kecil. Bila negara dikelola dengan prinsip Dao, Sheng Ren takkan melukai hati rakyat, kebajikan menyatu di hati mereka, dan dunia menjadi damai tenteram.

Negara besar mau merendah seperti dibawah arus ratusan sungai, baru bisa menjadi pusat pertemuan negara sedunia. Negara besar mau merendah mengayomi negara kecil dan negara kecil mau merendah di hadapan negara besar, sehingga keduanya mendapatkan keuntungan bersama.

Maha Dao adalah pelindung bagi semua ciptaannya, harta karun bagi orang yang baik, petunjuk jalan bagi orang yang salah jalan, kata-kata baiknya mendapatkan penghargaan banyak orang. Maka, daripada dihadiahkan batu giok besar, lebih baik dihadiahkan Maha Dao; Bukankah Dao tanpa diminta sudah memberi?!

Bekerjalah dengan perilaku wu wei, berbuat tanpa tujuan kepentingan pribadi, merasakan godaan dari luar dengan rasa hambar. Besar berasal dari yang kecil dan banyak berasal dari yang sedikit, maka Sheng Ren tidak merasa dirinya besar sehingga dia mampu menjadi besar, tidak pernah meremehkan persoalan sehingga tidak pernah mengalami kesulitan.

Situasi negara yang aman mudah dikontrol, masalah yang masih kecil segera diatasi sebelum menjadi besar. Sheng Ren bekerja secara “wu wei”, tidak melekat sesuatu tidak ada kehilangan, membantu manusia kembali pada kesederhanaan alam, agar manusia tidak berani berbuat sewenang-wenang.

Pemimpin zaman dahulu yang berjiwa Dao mendidik rakyat menjadi orang yang polos jujur. Jika negara dikelola tidak berdasarkan intrik dan akal-akalan, negara akan menjadi makmur sentosa. Oh! Manusia kembali ke asal mulanya, maka tercapai kebesaran harmoni alamiah.

Sungai besar dan lautan samudera menjadi pusat berkumpul ratusan air sungai karena mereka berada di tempat yang lebih rendah. Dari itu, pemimpin yang ingin berada di atas rakyat, harus merendah di hadapan rakyat, meletakkan kepentingan pribadinya di belakang rakyat. Dia yang tidak ingin bersaing, di dunia ini tak ada yang bisa menyainginya.

Aku punya tiga jimat pusaka; welas asih, hidup hemat-sederhana, dan tidak mendahului yang lain (mengalah). Tian (langit) selalu menolong dan melindunhi dengan welas asih.

Orang yang pandai memanfaatkan bakat orang, mau merendah di depannya. Inilah kebajikan tanpa bersaing, ajaran tertinggi sejak zaman dahulu (hukum Dao dari langit).

Tak ada bencana yang lebih besar daripada meremehkan musuh, dan kelompok yanh memiliki welas asih akan meraih kemenangan.

Kata-kataku bersumber dari kearifan dan kebijakan pendahulu, dan keterbatasan kearifan orang awam membuatnya berharga.

Tidak tahu tapi mengatakan tahu akan menyulitkan diri sendiri, dari itu kalau tidak tahu katakan tidak tahu agar tidak mengalami kesulitan.

Bila rakyat tidak ditindas dan diekploitasi, rakyat tidak akan sakit hati dan melakukan perlawanan. Hanya Sheng Ren yang tahu diri dan tidak merasa dirinya yang paling benar, tidak mengkultuskan dirinya.

Pemberani yang suka pamer bisa terbunuh dan pemberani yang merendah bisa selamat. Dao dari langit tanpa melawan bisa memang, tidak bicara ditanggapi, dan tidak dipanggil datang sendiri.

Rakyat jelata tidak lagi takut mati, lalu kenapa ditakuti dengan hukuman mati. Hukuman mati selayaknya diberlakukan pada kriminal berat. Jika hukuman mati sudah dijatuhkan, siapa yang berani melakukan kejahatan lagi.

Rakyat menderita kelaparan karena pajak terlalu tinggi, sehingga rakyay sulit diatur. Penguasa yang korup, membuat negara sulit dikelola, sehingga rakyat bernai melawan. Hanya orang yang hidupnya sederhana yang disebut bijak arif.

Orang hidup, tubuhnya lunak dan lentur; orang mati, tubuhnya kaku dan keras. Dari itu, sesuatu yang kuat keras adalah tanda kematian, dan lembut lentur adalah pertanda kehidupan. Besar dan kuat akan terkubur di bawah tanah, lemah dan lunak akan tumbuh di atas bumi.

Perilaku Dao dari Tian (langit) seperti orang menarik busur panah, yang lebih dikurangi dan yang kurang ditambahkan. Siapakah yang bisa memberi kelebihannya kepada mereka yang kekurangan?!

Di dunia ini tidak ada yang lebih lembut daripada air, yang lemah dan lembut mampu mengalahkan yang kuay dan keras. Dari itu, orang yang mau menanggung malu negara, layak menjadi pemimpin negara.

Meskipun dendam besar sudah didamaikan, pasti masih ada sisa dendam dibelakangnya. Hanya Sheng Ren yang memegang tagihan utang dan tidak mengejar menagih utangnya.

Negara kecil dengan sedikit rakyat, senjata perang tak pernah digunakan, bersuka cita merayakan upacara adat, sudah tua meninggal dunia tanpa berkunjung ke negara tetangga.

Kata-kata yang bisa dipercaya tidak perlu dihias; kata-kata yang dihias tak perlu dipercaya. Orang yang baik hatinya tidak suka berdebat; orang yang suka berdebat tidak baik hatinya. Orang yang banyak pengetahuan tidak suka menonjolkan diri; orang yang menonjolkan diri tidak banyak pengetahuannya. Dari itu, Sheng Ren tidak menimbun apa-apa untuk dirinya, banyak membantu orang dan tetap merasa cukup.

Intisari falsafah Dao dari Lao Zi: Wu Wei (tidak melakukan apa-apa), Wu Yu (tanpa nafsu keinginan), Wu Zheng (tanpa bersaing), dan Bersikap lemah lembut tanpa melakukan kekerasan.


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


 
;