Friday, March 10, 2023 0 comments

Sinopsis "Sang Pemimpi - Andrea Hirata" Bahasa Indonesia

Sang Pemimpi
by: Andrea Hirata

Karena urusan sekolah, Aku (Ikal), Jimbron, dan Arai, terperangkap di Gudang peti es. Awalnya, Aku dan Jimbron yang tengah berusaha menarik perhatian para gadis, harus berhadapan dengan Pak Mustar dkk karena ulah Arai. Di tengah pelarian yang hebat, aku harus membantu Jimbron yang tengah Bersama Arai yang juga melakukan pelarian. Kami dilandan kekhawatiran terperangkap di Gudang peti es hingga Nyonya Pho (pemilik Gudang sekaligus preman pasar) tiba dan Arai pun menerapkan ide gilanya.

Sepeninggal sang ayah, Arai menjadi seorang Simpai Keramat, dan ia mencoba menghiburku dengan mainan gasingnya disaat aku lah yang seharusnya menghiburnya.

Aku dan Arai ditakdirkan seperti sebatang jarum di atas meja dan magnet di bawahnya. Maka sejak Arai tinggal di rumah kami, tak kepalang senang hatiku. Dimana kami diperbolehkan menempati kamar hanya untuk kami berdua, walaupun kamar kami hanyalah gudang peregasan.

Melalui telepon kaleng, Aku dan Arai terlibat pembicaraan serius tentang kerusakan lingkungan ulah PN Timah, dan Mak Cik Maryamah datang bersama putrinya, Nurmi, untuk meminta beras pada ibuku. Mendapati hal itu, Arai segera memecah celengannya, begitu pun aku, yang mengikutinya menuju pasar. Setibanya di toko A Siong, aku tak mampu menahan amarah dan mengambil kembali koin-koin itu, sehingga pergulatan pun terjadi, dimana Mei Mei, putri Nyonya Deborah, bersorak senang menyaksikan kami hingga tiga kareung kapuk terjatuh dan tersedot fan.

Kehebatan A Put, dokter gigi yang mampu menyembuhkan sakit gigi hanya dengan sepotong balok, sebilah palu, dan sebatang paku, berakhir dengan datangnya orang-orang Pasai. Penggawa masjid menjadi de facto, Taikong Hamim sang eksekutif yang menerjemahkan peraturan Haji Satar secara kaku tanpa perasaan, memberikan hukuman kejam pada Jimbron, si gagap penggila kuda, sehingga Arai pun melakukan pembalasan setelah bacaan akhir al-Fatihah.

Setelah tamat SMP, Aku, Arai, dan Jimbron, merantau ke Magai untuk sekolah di SMA Bukan Main, dimana kami bekerja sebagai kuli ngambat. Kelelahan bekerja sirna di hadapan guru kesusatraan kami: Bapak Drs. Julian Ichsan Balia. Di akhir pelajaran, para siswa ditunjuk untuk mengumandangkan kata-kata motivasi, dimana Arai berusaha menarik perhatian Nurmala dengan kata-katanya, sementara aku yang tidak siap berkata; “Masa muda, masa yang berapi-api!! Haji Rhoma Irama!”. Sementara itu, Jimbron cinta setengah mati pada Laksmi, gadis murung (tak pernah tersenyum) yang kehilangan seluruh keluarganya di anak-anak Sungai Manggar, Semenanjung Ayah.

Berita Mujahid Oruzgan Jirga Karzani Zahid dan pertempuran di Towraghondi ternyata bersamaan dengan waktu Ketika kami dikejar Pak Mutar sampai ke Gudang es: 15 Agustus 1988.

Ayahku yang pendiam, mengambil cuti dua hari untuk bersiap-siap sebaik mungkin dengan busana terbaiknya: baju safari empat saku, dalam rangka penerimaan rapor, dimana aku menempati kursi ke tiga, dan Arai di kursi ke lima.

Meskipun berada persis di depan kontrakan kami, gedung bioskop Dermaga Magai, kami tidak berani menonton karena hal itu merupakan salah satu larangan keras Pak Mustar. Namun, kami tak sanggup menahan diri setelah menyaksikan para petugas bioskop mengurai poster film baru berukuran 4x3 meter. Setelah menerima teguran keras dari tukang karcis, kami melakukan penyamaran dan berhasil masuk untuk menyaksikan si Carik Merah, dimana Pak Mustar berada di hadapan kami ketika film hamper selesai.

Kami dilanda perasaan takut memikirkan hukuman yang akan diberikan Pak Mustar, dimana para monyet berdatangan bukan untuk menghibur. Di hari yang ditentukan, anak-anak sudah berdatangan, dan Pak Mustar mengumumkan hukuman untuk kami, diikuti pemanasan pemeranan adegan di jemuran, dengan Aku sebagai si wanita seksi, Jimbron sebagai si majikan, dan Arai sebagai anjing pudel.

Sementara Jimbron dengan lapang dada membersihkan WC sekolah yang sudah setahun tak terpakai sambil menceritakan kuda-kuda, Aku menahan napas dengan sapu tangan menutup hidung. Sementara itu, Arai mengikat tubuhnya untuk membersihkan kotoran kelelawar di plafon. Setelah dua jam lebih mendengarkan Jimbron membicarakan kuda, aku tak lagi mampu menahan diri dan dengan tegas memerintahkan Jimbron untuk diam. Mendapati hal itu, Jimbron mematung pucat pasi, sehingga aku pun segera meminta maaf diikuti wejangan.

 Di usia delapan belas tahun, aku bermetamorfosis dari remaja ke dewasa: aku dipaksa belajar bertanggung jawab pada diriku sendiri. Kini aku telah menjadi pribadi yang realistis, mengarah pada pesimistis., dan mendapatkan kursi nomor 75 di pertengahan akhir semester. Mendapati hal itu, Pak Mustar memarahiku dengan haru, mengingatkan sosok ayah, yang tetap datang dengan baju safarinya. Arai pun mengungkapkan kekecewaannya padaku ketika ayah pulang dan menyadarkanku bahwa:  “Tanpa mimpi, orang seperti kami akan mati...”

Insiden petir yang seringkali terjadi, kini menimpa Jimbron yang mendengar kabar bahwa Capo akan memelihara kuda Australia, dimana kutanyai Minar untuk memastikan kabar tersebut. Capo Lam Nyet Pho dengan bangga berpidato bahwa ia bermaksud beternak kuda setelah pemerintah mengungkapkan bahwa PN Timah mulai megap-megap. Kedatangan tujuh kuda Australia tersebut mengagumkan seluruh orang, terutama Jimbron, yang mengalami kemerosotan mental karena tak bisa lagi berjumpa dengan mereka. Dua bulan kemudian, Arai datang ke los kontrakan dengan menunggangi Pangeran Mustika Raja Brana, dan Jimbron pun membawa Pangeran melewati pasar, menuju pabrik cincau, menpertunjukkannya pada Laksmi.

Kebaikan hati Arai tak perlu lagi dipertanyakan, sehingga aku pun berusaha membantunya perihal rasa cintanya pada Zakiah Nurmala binti Berahim Matarum, dengan mengajaknya menemui sang master dunia persilatan cinta, Bang Zaitun. Setelah menceritakan kisahnya Bang Zaitun mengungkapkan bahwa rahasianya hanyalah gitar, mengarahkan Arai belajar bermain gitar demi untuk membawakan lagu When I Fall in Love saat ulangtahun Nurmala. Setelah berminggu-minggu latihan, Aku dan Jimbron menemani Arai menuju jendela kamara Nurmala, dimana karena gugup Arai bernyanyi seperti minggu ketiga Latihan; suaranya ke timur, gitarnya ke barat, dan temponya ke selatan. Mendapati hal itu, Nurmala memutar piringan hitam nat King Cole dengan lagu yang sama: “When I Fall in Love”.

Dengan tenaga optimism, saat tamat SMA Negeri Bukan Main, aku mendudukan ayahku di kursi nomor tiga, sementara Arai melejit ke kursi dua, dan Nurmala karatan di kursi pertama sejak kelas satu. Nurmala akan segera meninggalkan Belitong, dan Arai mempersembahkan lagu “I Can’t Stop Loving You” karya Ray Charles secara lipsync.

Mengikuti rencana Arai, aku pergi merantau ke Jakarta, dimana Jimbron menyerahkan dua celengan kudanya. Dengan menumpang kapal Bintang Laut Selatan, kami terombang-ambing, tersiksa selama enam hari, disertai tugas bantu-bantu. Mengikuti arahan sang Nahkoda, kami bermaksud menuju Ciputat setelah tiba di Terminal Tanjugn Priok hanya untuk mendapati diri kami berada di Terminal Bus Bogor. Di tengha malam, kami berjalan terseok-seok tak tentu arah, dan terpana di hadapan Kentucky Fried Chicken. Mengikuti pesan orangtua, kami mendapati masjid di belakang IPB, dan mendapat kos di Babakan Fakultas. Setelah berbulan-bulan tak mendapatkan pekerjaan, Aku dan Arai terpaksa mebuka celengan pemberian Jimbron, dimana kami kemudian bekerja sebagai sales door to door, dengan wan prestasi, beralih ke pabrik tali, dan kemudian bekerja sebagai penjaga fotokopi, yang mengarahkanku menjadi pegawai pos.

Setahun bekerja sebagai juru sortir pos, aku yang kehilangan jejak Arai, diterima di UI, dimana aku bertemu dengan Zakiah Nurmala, yang menanyakan keadaan Arai. Selesai kuliah, aku mendaftar beasiswa strata dua dari Uni Eropa, dimana professor yang mewawancaraiku, sangat kagum dengan proposal risetku, diikuti wawancara dari professor luar negri yang menanyaiku soal sapi gila. Selesai wawancara, kudapati suara Arai di ruangan lain, dimana ia bekerja sebagai penggosok batu akik di Kalimantan.

Jimbron terkejut mendapati kedatanganku dan Arai, dimana Jimbron telah memiliki anak berusia dua tahun. Berbulan-bulan kami menunggu hingga akhirnya surat itu datang, dimana kami diterima di universitas yang sama: Universe de Paris.


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, February 24, 2023 0 comments

Sinopsis "Passion itu Diperaktekkin - Tim Wesfix" Bahasa Indonesia

Passion itu Diperaktekkin
by: Tim Wesfix

Motivasi yang datang dari luar tak akan sekuat motivasi dari dalam. Passion adalah tentang energi yang tak bisa ditukar dengan apa pun, kecuali dengan kepuasan dan kebahagiaan eksistensial. Hal ini sebagaimana kisah Maureen dan Tony yang melahirkan Lonely Planet. Hidup ini adalah milik Anda, dari itu ciptakan dan tentukan sendiri aturan-aturan untuk hidup Anda. Hal ini membutuhkan openmind (terbuka pada ide-ide baru), pertanggungjawaban terhadap diri sendiri, dan kerja keras. Passion tidak bisa disamakan dengan tidak bekerja, sebaliknya, passion adalah kerja itu sendiri. Budidayakan passion Anda, sebab Anda tidak bisa sekadar mengikuti apa yang Anda sukai. Ukuran dari passion adalah kepuasan alias kebahagiaan yang bersifat menetap (permanen), dimana hati Anda tak akan tertipu.

Merumuskan tujuan hidup adalah cara yang paling sederhana untuk menolak menjadi “sekadar orang”. Bayangkan apa yang Anda rasakan andai besok Anda mati, idealisme apa yang ingin Anda sampaikan pada seorang anak kecil, dan cobalah melamunkan hal-hal membahagiakan. Tjuan hidup memang sesuatu yang letaknya melampaui uang, sehingga passion bisa diukur juga dari kerelaan Anda untuk tidak dibayar.

Dari sekian banyak proses, yang paling utama adalah dengan membuka diri pada berbagai hal. Lihat baik-baik dan fokuslah pada hal yang paling Anda minati. passion adalah sesuatu yang perlu dibudidayakan, dan Malcolm Galdwell mengakumulasikan 10.000 jam.

Kebahagiaan adalah sinyal. Salah satunya, Anda akan bahagia, ketika integritas (citra diri) Anda tetap tak dilanggar. Tujuan hidup Anda adalah juga idealisme diri Anda. Ciri paling utama dari mengejar passion adalah kemauan untuk melompat, menerobos, dan meninggalkan batas-batas kenyamanan Anda: paradigm shift. Dengan passion, Anda tahu bahwa kenyamanan bukan tentang uang, ia adalah tentang MERAIH TUJUAN HIDUP. Buatlah perencanaan bagaimana Anda akan meraih tujuan hidup Anda melalui target-target mingguan. Ada yang Anda dapatkan, dan ada yang perlu Anda relakan. Ini harus selalu Anda sadari. Evaluasi diri adalah bagian yang sangat penting (disertai ibadah).

Setiap dari Kita Istimewa dan Seringkali passion memandu secara mistis, Anda juga bisa mengenali passion Anda dari hal-hal yang sering Anda tunda. Kreativitas merupakan ciri kuat sebuah passion: mengenali, mereplikasi, dan memodifikasi. Cobalah untuk mendekonstruksi kotak pikiran Anda, atau kotak “ekosistem” Anda. Jangan pernah membandingkan diri Anda dengan orang lain, karena kemampuan Anda tidak bisa diukur dengan kesuksesan orang lain.

Anda perlu bersosialiasi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan passion, juga sparing partner untuk mengembangkan kualitas usaha masing-masing, dimana passion bukan sekadar melakukan hal yang Anda suka. Ingatlah Ad Maiora Natus Sum: Aku Terlahir untuk Hal-hal yang Lebih Besar, disertai uoaya afirmasi positif setiap harinya. ngat kembali hari-hari awal Anda. Saran dari orang tercinta juga memiliki daya guna tersendiri. Cobalah mengembangkan wawasan Anda, rancanglah sebuah petualangan.

Ketika berpikir untuk resign demi passion Anda, gunakanlah rasio dan bukannya emosi dalam mempertimbangkannya. Gunakalan prinsip 80/20 Vilfredo Pareto dalam perhitungan hukum dan ekonomi. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa sebaik-baik pekerjaan ialah hobi, Hugh Mc.Leod dalam bukunya Ignore Everybody mengungkapkan bahwa kebanyakan orang justru mengalami sebaliknya. Jika memang passion membisikkan sebuah ambisi, buatlah perencanaan yang matang, dan upayakan realisasinya.

Sinyal pertama yang menandakan Anda mulai kehilangan passion Anda adalah ketika Anda kecanduan sesuatu, buruknya manajemen waktu Anda, mudah melupakan banyak hal, dan gampang menyerah. Bersosialisasilah: Teman dapat menjadi semacam dokter yang menyembuhkan Anda. Relaksasi: Pastikan Anda benar-benar punya waktu luang untuk melemaskan diri Anda. Tanda kesemangatan adalah: apakah Anda masih bisa jatuh cinta?!

Sebagaimana hero, passion pun sebenarnya merupakan sebuah panggilan diri, yang ditanggapi. Tantangan pun datang, dan seringkali mengalahkan kita, sehingga kita pun terjatuh. Namun kita Kembali bangkit dengan evaluasi dan persiapan lebih matang, dan cobaan pun datang. Dengan kesabaran dan ketekunan, titik cerah cerah pun datang: kita merasa mantap dengan jalan tersebut. Dan ketika musuh terberat tiba untuk menyerang titik terlemah, sadarilah bahwa passion Anda telah membawa Anda pada sebuah kenyataan menyenangkan: hidup yang lebih hidup.

 

Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


Friday, February 10, 2023 0 comments

Sinopsis " Jakarta Sebelum Pagi - Zeszyazeoviennazabrizkie Zigg" Bahasa Indonesia

 Jakarta Sebelum Pagi
by: Zeszyazeoviennazabrizkie Zigg

Meskipun ada mayat di dalam lubang kubur, tetap sulit menentukan siapa yang baru saja mati.

Yan pi (makanan Tiongkok) merupakan gambaran dari masyarakat working classs di Jakarta. Aku pun menceritakan pada Nissa perihal ‘Babi’ (animal farm) yang mengirimkan bunga hyacith dengan balon padaku. Nissa dengan tegas memperingatkanku untuk tidak mencaritahu identitas  ‘babi’ tersebut.

Namaku Emina, didapat dari album folk song Yugoslavia, yang dalam bahasa arab adalah Aminah. Aku pergi ke Rumah Para Jompo (Nenek), disambut oleh Nin (adik perempuan Datuk, dan menemui Pak Meneer untuk mengembalikan buku “Animal Farm”, dimana kudapati bunga hyacinth di sana. Pak Meneer pun menceritakan perihal cucu laki-lakinya yang telah kembali dari sekolah di luar negeri.

Aku kembali ke apartement dan mengungkapkan kecurigaanku tentang putra Pak Meneer pada Nissa, dimana aku kemudian mengunjungi toko bunga di depan apartement untuk mendapatkan petunjuk. Seorang anak perempuan (Suki, adik Keiko) mengenaliku dan menawarkan teh, dimana ia memilihkan menu yang mahal untukku; white tea dari China, Baihao Yinzhen. Keesokan harinya, aku berangkat lebih pagi ke toko bunga dan mendapati dua wanita di sana, diikuti kedatangan Suki tak lama setelah aku tiba, dimana Suki menawariku hidangan gratis disertai sesi tanya jawab.

Suki membawaku ke apartemennya yang besar, dengan beberapa hewan peliharaan ada di sana, dimana Suki mengakui bahwa dialah yang mengirimkan bungan hyacinth setiap harinya. Kami pun kembali ke dalam sesi tanya jawab, m3ngarahkanku mengungkapkan alasan pewarnaan rambutku yang baru, dan Suki memberitahukan siapa yang menyuruhnya mengirim bunga tersebut.

Tak juga mampu menemui sang stalker, aku menghubungi Nissa, yan pi tipis yang ngidam pecel lele untuk mendengarkan ocehannya. Aku pun akhirnya mengetuk pintu itu dan terdengar suara kursi jatuh, diikuti kemunculan Suki yang dengan tegas memerintahkanku masuk ke kamarku.

Pagi ini, bunga hyacinth datang bersama selembar surat, dan aku pun pergi menemui Suki, yang memberikan penjelasan bahwa si stalker (benar cucu Pak Meneer) memiliki pobia suara dan pobia sentuhan, dia merupakan korban Perang Saudara Aljazair.

Pembalasan surat mengarahkanku berhadapan dengan Babirusa (Abel) dan kami pun terlibat percakapan karena aku berusaha mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dimana ia bekerja sebagai freelancer dan kembali ke sini pertengahan tahun lalu karena kematian orangtuaku.

Sebagaimana Hawa yang mengetahui kabar kematian Habil, Akupun menangis sesenggukan mengetahui kematian orangtuaku. Aku dan Abel Fergani terlibat perbincangan yang cukup menyenangkan setelah ia menghidangkan teh macha untukku. Kami bercerita satu sama lain, dimana aku mengajaknya untuk mengunjungi Pak Meneer, sementara ia mengajakku ikut hadir dalam upacara minum teh mingguan Suki.

Dalam upacara minum teh, kudapati Abel dan Suki mengenakan kimono, dimana tempat acara ditata dengan rapi dengan lukisan tatejiku. Upacara berlangsung lambat antara Abel dan Suki, sementara aku mematung hingga waktu makan tiba, dimana Suki menyuguhkan susu dan madu untuk matcha-ku. Selesai upcara, kusadari bahwa Suki menyukai upacara minum teh, dan aku pun Kembali ke apartement Bersama Abel, dimana kami membahas perihal kunjungan ke Pak Meneer.

Aku Kembali menerima surat tanpa balon dan bermaksud untuk sarapan di tempat Suki hanya untuk mendapati Abel mengungkapkan bahwa toko Suki dipenuhi orang. Kutolak tawaran Abel untuk makan di tempatnya sementara ia sedang bekerja dan menelpon Nin sambal menunggu makanan datang. Menyadari keberadaanku, Keiko menggantikan Suki sebentar dan aku pun meminta nomor telepon Abel, dimana Abel membawakanku makan malam (kare) disaat aku memikirkan tentang apa yang aku sukai (hobi).

Jam tiga dini hari, Aku dan Abel tiba di tempat yang dituliskan dalam surat, yakni kantor Asuransi Jiwasraya (Nillmij). Dimana kami duduk di bangku taman dengan segelas coklat hangat. Kami saling bercerita satu sama lain hingga Abel pun mengungkapkan perihal phobia-nya akan suara dan sentuhan. Mendapati hal itu, aku spontan berusaha menyentuhnya yang terlihat gemetar mendapati tanganku hendak menyentuh pundaknya, dimana ia kemudian menyentuhkan ujung jarinya ke ujung jariku.

Aku hanya ternganga mendapati penuturan Nissa (Yan Pi) bahwa ia tengah hamil, dimana ia bermaksud untuk keluar dari perusahaan dan mengkhawatirkanku. Aku pun menceritakan bagaimana hubunganku dengan Abel saat berkunjung ke Rumah Jompo, dimana kami pergi mengunjungi jembatan gantung di Kota Tua setelah berusaha mencaritahu perihal hubungan surat dengan Pak Meneer. Dengan rasa kecemasannya, Nissa mengungkapkan betapa anehnya Abel sehingga aku seharusnya merasa aneh. Namun, aku dengan santai mengungkapkan kenyamananku Bersama Abel disertai ungkapan: Because He’s Cute.

Malam ini aku mengunjungi Suki untuk makan malam (menu high tea), sekaligus menanyakan bagaimana hari pertama sekolahnya, dimana Suki juga menanyakanku perihal Abel, dan aku pun mengungkapkan kekhawatiran Nissa. Dengan adanya hujan petir, aku mengirimkan pesan pada Abel melalui email, dan Abel mengajakku berbincang di tangga darurat, dimana kuungkapkan kekhawatiran Nissa, yang memaksa Abel mengungkapkan kebodohannya dan beranjak pergi.

Telah seminggu lebih aku tidak berbicara dengan Abel, dan Nissa pun berusaha menghibur sekaligus memberikan masukan padaku. Aku mengunjungi Rumah Jompo dan menemui Pak Meneer untuk meminta pendapat perihal hubunganku dengan Abel, tanpa menyadari bahwa aku telah mengungkapkan ketertarikanku pada Abel (cucunya). Dengan metode anak SMA (banyak balon), Abel tiba di kamarku dengan membawa kunci cadangan kamar, dimana aku segera mengungkapkan penerimaanku atas keberadaannya. Mengikuti pesan lainnya, Aku dan Abel pergi ke Planetarium.

Dalam acara minum the minggu ini, Aku menerima banyak pukulan dari Suki, dimana Aku dan Abel telah mengunjungi dua tempat lainnya dalam surat; Ancol dan Kantor Departemen Keuangan (Gedung Concordia). Dalam perjalanan kali ini (jam 3 dini hari), kami dapati Toko Suki masih menyala dan Suki berada di sana, mengungkapkan bahwa orangtuanya resmi bercerai, dimana hak asuh jatuh pada sang ayah, yang menyarankannya untuk ikut bersama sang ibu. Setelah perdebatan hangat antara Abel dan Suki, aku menawarkan Suki untuk menginap di kamarku dan ia menyetujuinya.

Abel masuk ke apartement-ku sementara Suki masih tidur, dimana kami hendak pergi ke Kali Krukut, dengan mengajak Suki. Sementara Suki mandi, aku mengambilkan bajunya dan berbicara dengan Kak Keiko yang menanggapi keadaan Suki dengan acuh. Dalam perjalanan menuju pemakaman, Suki memberikanku setopled almond green tea. Di Museum Taman Prasa, aku merasa sedih mendapati beberapa pengunjung yang berfoto-foto ria di hadapan kematian, dimana Suki mengungkapkan bahwa ia mengetahui sesuatu tentang si pengirim surat.

Mengikuti Suki yang menyuguhkan buku Tom’s Midnight Garden, mengarahkan Abel teringat kakeknya, Pak Meneer (Tom Schrijnemakers), dan teman dekatnya Pete (Peter). Kami pun pergi menemui Pak Meneer dan menanyakan siapa pengirim dan penerima surat tersebut, sehingga Pak Meneer pun membawa kami ke hadapan Hetty Pitaloka, sahabat dan kekasihnya di masa muda.

Di hadapan gundukan daging itu, Pak Meneer menceritakan kisah manusia setengah mesin di hadapan kami (Hermaphrodite), berharap aku bisa memberikan bantuan, dimana dalam prosesnya kami dilanda ketakutan serta kesedihan. Para Jompo berusaha menghibur kami setelah mengetahui apa yang terjadi, dan Suki memintaku mengantarnya pulang sementara Abel tetap tinggal.

Nissa terkejut mengetahui apa yang terjadi, dimana ia berusaha menenangkan kekhawatiranku perihal Abel. Mendapati kabar kematian sahabat Pak Meneer, aku pun menghadiri acara pemakaman yang tidak didatangi banyak orang, dimana Abel menyerahkan titipan Pak Meneer: Buku Tom’s Midnight Garden dan mengajakku untuk membakar B.A.R.

Suki memutuskan untuk Kembali ke Jepang dan menyerahkan kunci apartement-nya padaku, dimana Abel kemudian tiba dengan membawa surat-surat. Malam harinya, kami menerbangkan surat-surat tersebut di beberapa tempat dan berakhir di Billmij, dimana Abel mengungkapkan keputusannya dan menanyakan pendapatku.


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat].
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.


 
;