Saturday, June 9, 2018 0 comments

Sinopsis "Pengantar Ilmu Hukum" Bahasa Indonesia


Pengantar Ilmu Hukum 
By: Prof. Dr. Peter Mahmud Marzuki, S.H., M.S.,LL.M.

Ilmu biasa diartikan sebagai ilmu pengetahuan, yang berpusat pada pengetahuan alam dan tingkah laku manusia, sementara asal pengertian ilmu dalam bahasa latin scientia ialah pengetahuan. Ilmu yang bersifat deskriptif adalah kebenaran korespondensi, sementara yang bersifat perspektif mengemukakan kebenaran koherensi. Berbeda dengan ilmu sosial, Ilmu hukum bersifat perspektif, yang berarti sarat nilai, dan juga mempelajari perbuatan yang berkaitan dengan norma. Hukum mulai menjadi prinsip sentral setelah 1.200 SM, yakni sejak Dorian menduduki Mysia. Dimana hukum Romawi karya Iustinianus yang terdiri dari 4 bagian, menjadi tonggak pembelajaran di Universitas Bologna di abad XI. Teori hukum dibutuhkan untuk menjembatani antara Dogmatika hukum yang bersifat deskriptif-analitis, sistematis, hermeneutis, normatif, dan praktis, dengan filsafat hukum. Berbeda dengan hukum Dogmatif, sosiologi-psikologi hukum bersifat empiris. Ilmu hukum bukan bagian dari ilmu sosial maupun humaniora, melainkan ilmu tersendiri yang bersifat sui generis.

Untuk bertahan hidup hukum berlaku di masyarakat, entah itu hukum yang bersifat kooperatif (moshav) atau bersifat kolektif (kvutza). Opinio necessitasis merupakan pembeda antara kebiasaan dan hukum kebiasaan, dimana hukum tidaklah sama dengan kebiasaan. Entah aturan itu dibuat oleh penguasa atau tidak, sepanjang memancarkan prinsip-prinsip moral, maka ia dinamakan hukum. Secara eksplisit maupun implisit norma hukum dilekatkan atas sanksi sebagai bentuk paksaan. Hukum bersifat membatasi kekuasaan, yang berfungsi mencegah disintegrasi sosial. Berbeda dengan norma agama, moral, ataupun etika tingkah laku, Hukum menitikberatkan pada pengaturan aspek sosial dan lahiriah.

Pandangan teologis, optimum manusia merupakan keinginan manusia sebagai tujuannya secara kodrati, begitu juga tujuan hukum. Para pemikir menyampaikan gagasan mereka mengenai tujuan hukum, mulai dari Aristoteles, Aquinas, Hobbes, dan Locke, hingga Bentham yang menggagaskan utilitiarianisme. Sementara itu, menurut Roscoe Pound, gagasan mengenai tujuan hukum tak terlepas dari pengertian hukum itu sendiri. Dalam perspektif ilmu sosial, hukum hanya berfokus pada aspek fisik manusia dan mengabaikan eksistensialnya. Cita hukum adalah keadilan, dan moral merupakan dasar aturan hukum. Dari itu, hukum haruslah menciptakan damai sejahtera, bukan ketertiban. Kepastian hukum dibutuhkan agar tercipta prediktilibitas, dimana antinomi dibutuhkan antara kepastian hukum dan keadilan.

Hak berdasarkan hukum ditentukan oleh aturan hukum, dimana hukum diciptakan karena adanya hak. Penggunaan hak tidaklah merugikan seorang pun. Dari segi eksistensi terdapat hak orisinal dan hak derivatif, dalam kehidupan bernegara terdapat hak dasar dan hak politik, dan dari segi kemasyarakatan terdapat hak privat yang terdiri dari hak absolut dan hak relatif. Dan muncul juga hak privacy.

Dari segi kepentingan, terdapat hukum publik (hukum tatanegara, hukum administrasi, hukum pidana, dan hukum acara pidana) dan hukum privat (hukum perdata dan hukum acara perdata). Untuk mengetahui suatu hukum termasuk hukum publik atau privat, kita bisa melihat pada hakikat kepentingannya. Dari segi sifat, hukum memaksa atau mengatur. Dengan manusia sebagai subjek hukum, terdapatlah fakta biasa atau fakta hukum, yang mengarahkan pada peristiwa biasa atau peristiwa hukum, yang disebabkan oleh tindakan biasa atau tindakan hukum. Hubungan hukum diatur oleh hukum, dilambangkan dengan Dewi Iustitia, dan menghasilkan tanggung gugat.

Sistem negara-negara Eropa Kontinental yang didasarkan atas hukum Romawi disebut civil law, sedangkan sistem di Inggris yang didasarkan atas hukum asli rakyat Inggris disebut common law, yang juga dikenal sebagai sistem Anglo-Amerika. Resepsi Hukum Romawi di berbagai daerah di Eropa Kontinental sempat membuat Inggris bermaksud menggunakan civil law pada abad XVI, sementara Amerika yang merujuk pada common law, mengeluarkan Konstitusi Amerika Serikat setelah lepas dari kolonial Inggris. Karakteristik civil law adalah adanya kodifikasi, hakim berpegang pada undang-undang, dan sistem peradilan bersifat inkuisitorial. Sementara karakteristik common law  ialah berpegang pada yurisprudensi, menganut doktrin stare decisis, dan adanya adversery system dalam proses peradilan.

Disamping pengertian sumber hukum dari perspektif sejarawan, sosiolog, filsuf, dan yuris, terdapat pula sumber hukum dalam arti formal dan materiel. Civil law bersumber pada peraturan perundang-undangan, kebiasaan-kebiasaan, dan yurisprudensi yang merupakan penemuan hukum (rechtsvinding) yang terdiri dari pembentukan hukum (rechtsvorming), analogi (rechtsanalogie), dan penghalusan hukum (rechtsverfijning) atau penafsiran (interpretatie). Sementara itu, sumber hukum common law hanya yurisprudensi, dimana Inggris memiliki supremasi parlemen, sementara Amerika berdasar pada sistem presidensial.



Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat]
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.

Saturday, June 2, 2018 0 comments

Sinopsis "Dunia Sophie" Bahasa Indonesia


Dunia Shopie
By: Jostein Gaardner

Sophie Amundsend yang baru saja pulang dari sekolahnya, mendapati sebuah surat di kotak surat yang ditujukan padanya, yang bertuliskan dua patah kata “Siapakah kamu?”, itu saja. Surat itu membuat Shopie memikirkan siapa dirinya, membuatnya teringat akan neneknya yang meninggal 6 bulan lalu, yang mengajarkannya betapa berharganya hidup di saat-saat terakhirnya. Shopie kembali mendapatkan surat, yang bertuliskan “Dari mana datangnya dunia?”. Tidak mendapati jawaban apa pun, membuat Shopie merasa tak layak untuk hidup, membuatnya bertanya-tanya akan keberadaan Tuhan. Shopie kemudian membawa kedua surat itu ke sarangnya, yakni di sudut taman rumahnya. Dimana Shopie yang kembali memeriksa kotak surat, menemukan surat yang diperuntukkan untuk Hilde Moller Kneg ditujukan padanya.

Di sekolah, Shopie menjadi tidak tertarik pada pelajaran-pelajaran yang diajarkan guru, baginya ada masalah yang lebih besar. Sehingga setelah bel tanda pelajaran selesai berbunyi, Shopie bergegas pulang dan kembali mendapatkan surat yang berjudul “Apakah Filsafat Itu?”, dilanjutkan dengan penjelasan panjang. Disusul dengan surat lainnya yang berjudul “Makhluk Aneh”, yang mengungkapkan bahwa satu-satunya yang dibutuhkan untuk menjadi filosof yang baik adalah rasa ingin tahu.

Shopie kembali mendapatkan surat dengan judul “Gambaran Mitologi Dunia”, di dalamnya dikisahkan mengenai mitologi Skandinavia mengenai Thor, dan juga mitologi Homer di Yunani. Dimana motologi-mitologi tersebut perwujudan dari proses alam, seperti misalnya pergantian musim. Dan Shopie pun mencoba membuat kisah mitosnya sendiri.

Shopie mendapatkan surat dari ibunya yang berisi 3 pertanyaan, adakah zat dasar untuk segala sesuatu? Dapatkah air berubah menjadi anggur? Bagaimana tanah dan air bisa menghasilkan katak hidup?. Keesokan harinya sebuah surat tebal telah menantinya, berjudul “Proyek Para Filosof”. Dari filosof Yunani, yang dikenal dengan sebutan Filosof Alam, terdapat Tiga Filosof dari Miletus, yakni Thales, Anaximander, dan Anaximenes, dimana pemikiran ketiganya mengungkapkan bahwa Tidak Ada yang Dapat Muncul dari Ketiadaan. Hal ini ditegaskan oleh Parmenides. Sementara Heraclitus mengungkapkan Segala Sesuatu terus Mengalir, dimana sumber segala sesuatu ia namakan Logos. Empedocles menyatukan pemikiran Parmenides dan Heraclitus dengan mengungkapkan Alam Terdiri dari Empat Unsur, yakni tanah, udara, api, dan air. Namun Anaxagoras berpendapat bahwa alam diciptakan dari partikel-partikel sangat kecil yang tak dapat dilihat mata dan jumlahnya tak terhingga. Maka itu, Sesuatu dari Segala Sesuatu dalam Segala Sesuatu.

Setelah mendapatkan surat di hari sebelumnya yang berbunyi “Mengapa Lego merupakan mainan tercerdik di dunia?”, Shopie kembali mendapatkan surat dengan judul “Teori Atom”, menjelaskan mengenai Democritus yang beranggapan bahwa segala sesuatu dibuat dari balok-balok tak terlihat yang sangat kecil, yang masing-masing kekal dan abadi, yang dinamakan Atom. Dimana di zaman sekarang, ilmuan menemukan bahwa Atom terdiri dari Proton, Neutron, dan Elektron.

Shopie kembali menerima surat yang berisi 3 pertanyaan, yakni “Apakah kamu percaya takdir?, Apakah penyakit itu hukuman Dewa?, Kekuatan apa yang mengatur jalannya sejarah?”. Surat tersebut mengarahkan Sophie pada gagasan kehendak bebas, yang mengarahkannya untuk membuat surat balasan pada Si Filosof. Surat  susulan datang dengan judul “Takdir”, menjelaskan bahwa para peramal berusaha meramalkan apa yang tak bisa diramalkan, seperti misalnya Peramal di Delphi, yang di depan kuil mereka terpampang tulisan “Kenalilah Dirimu Sendiri”. Sementara banyak kepercayaan meyakini penyakit sebagai hukuman dari dewa dan dibutuhkan persembahan agar sembuh, Hipocrates yang merupakan pendiri ilmu pengobatan Yunani mengungkapkan bahwa “Jiwa yang sehat berada dalam tubuh yang sehat”.

Sophie menerima surat balasan dari Sang Filosof yang mengungkapkan tidak bisa memenuhi undangan. Dimana surat itu juga berisi beberapa kalimat pendek, dan disusul dengan surat yang memberikan penjelasan panjang dengan judul “Filsafat Athena”. Dimana kaum Shopies berpandangan skeptis dengan anggapan bahwa manusia tidak dapat mengetahui kebenaran mengenai teka-teki alam dan jagat raya. Mereka juga mengungkapkan bahwa tak ada norma mutlak yang menentukan benar dan salah. Sementara Socrates yang diungkapkan Plato, merupakan pengguna Seni Diskusi dalam pembicaraan, sebab menurutnya pemahaman sejati timbul dari dalam diri. Socrates berkata “hanya satu yang aku tahu, yaitu aku tidak tahu apa-apa”. Ia juga mengungkapkan bahwa “orang yang mengetahui apa yang baik, akan bertindak baik”, sebab tidak mungkin seseorang bisa bahagia dengan bertindak menentang penilaian terbaiknya.

Shopie mendapatkan kaset video yang menampakkan guru filosofnya, Alberto Knox, berdiri di atas Acropolis, Athena, menunjukkan dan menjelaskan padanya bangunan-bangunan yang ada di sana, seperti kuil terbesar, Pathenon, atau Teater Dyonisos kuno. Setelah menyaksikan Sang Filosof mendaki bukit Aeropagos dan duduk di Agora kuno, Shopie mendapati reruntuhan kembali utuh dan Sang Filosof mengungkapkan bahwa ia tengah berada di Athena pada tahun 402 SM, 3 tahun sebelum Socrates meninggal. Dimana Sophie kemudian diperkenalkan pada Socrates dan muridnya, Plato, yang memberikannya 4 pertanyaan sebagai tugas.

Sophie terbangun dari tidurnya dan memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan Plato, dimana ia kemudian mendapatkan surat baru yang berjudul “Akademi Plato”, menjelaskan mengenai Plato yang mendirikan Academus dan menerbitkan Apologi, yang memusatkan perhatiannya pada Norma Abadi, pada apa yang selalu “benar”, selalu “indah”, dan selalu “baik”. Plato mencetuskan Teori Ide Plato, yakni pasti ada realitas dibalik dunia materi, bahwasanya kita dapat memiliki pengetahuan sejati tentang benda-benda yang kita pahami. Plato juga percaya bahwa semua bentuk fenomena alam itu hanyalah bayang-bayang dari bentuk atau ide yang ideal, hal ini Plato gambarkan melalui Mitos Gua, juga Negara Ideal dan Negara Konstitusional.

Berjalan-jalan di hutan mengarahkan Shopie pada sebuah gubuk dan menemukan kertas dengan namanya tertera di sana. Mendapati kedatangan Shopie, ibunya menghujani pertanyaan-pertanyaan, sehingga Shopie menceritakan mengenai gubuk yang ditemukannya, dimana gubuk itu dikenal sebagai Gubuk Sang Mayor. Shopie kemudian memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang tertera dalam surat, dengan pertanyaan terakhir “apa yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang baik?“.

Shopie kembali menerima surat yang menjelaskan gagasan Aristoteles, murid Akademi Plato yang mengungkapkan bahwa “Tidak Ada Ide Bawaan” dan “Bentuk Suatu Benda merupakan Ciri Khas benda tersebut”. Ia juga mengagaskan bahwa “hanya dengan menjaga keseimbangan dan kesederhanaan sajalah, maka kita dapat mencapai kehidupan yang bahagia dan selaras”.

Setelah menyelesaikan ujian agama dengan soal “Filsafat tentang Kehidupan dan Toleransi”, Shopie kembali menerima surat dengan penjelasan mengenai Helenisme, yang didominasi oleh peradaban Yunani, yang mencoba untuk mempertemukan Socrates, Plato, dan Aristoteles. Antisthenes mendirikan Filsafat Sinis dengan motto pertanyaan “betapa banyak yang tidak kubutuhkan!”. Zeno mendirikan Filsafat Stoik yang beranggapan bahwa hukum alam mengatur seluruh umat manusia. Epicurus menciptakan Kaum Epicurean dengan semboyannya “kebaikan tertinggi adalah kenikmatan”. Plotinus merupakan seorang Neoplatonisme, yang menegaskan Filsafat Mistisme, yakni pengalaman menyatu dengan Tuhan.

Pada 16 Mei, Shopie menerima ajakan Joanna untuk berkemah di Puncak Belibis, dimana Shopie mengajak Joanna mengunjungi Gubuk sang Mayor. Di sana, mereka menemukan kartu pos yang ditujukan untuk Hilde dari ayahnya.

Shopie kembali mendapatkan surat yang menjelaskan mengenai kebudayaan Indo-Eropa yang mempengaruhi filsafat Yunani. Dimana Bangsa Semit merupakan cikal bakal dari agama Yahudi, Nasrani, dan Islam, yang menegaskan gagasan yang sama, yakni adanya satu Tuhan, dengan kota Yerussalem sebagai pusat. Israel berada dalam kemakmuran dibawah kepemimpinan Daud, namun kemudian terpuruk, dan diramalkan akan kembali makmur dengan datangnya Al-Masih. Kemudian datanglah Yesus dari Nazareth menuju Yerussalem, mengkhutbahkan keselamatan dan ampunan Tuhan bagi semua orang. Beberapa tahun kemudian, seorang Farisi, Paulus, masuk ke agama Kristen dan menyebarkannya ke Athena dan kota-kota lainnya.

Shopie menghadiri undangan Alberto Knox untuk datang ke Gereja St. Mary pada jam 8 malam. Di sana, Shopie mendapatkan penjelasan mengenai Abad Pertengahan, dimana sejak 380 M, kekaisaran Romawi menjadikan agama kristen sebagai agama resmi, dimana Romawi kemudian terbagi kedalam tiga kebudayaan, yakni Kristen Latin, Kristen Yunani, dan Islam Arab. Dijelaskan pula filosof-filosofnya, yakni St. Agustin yang mensejajarkan gagasan Plato dengan agama kristen, Thomas Aquinas yang mensejajarkan gagasan Aristoteles dengan agama Kristen, dan seorang biarawati bernama Hildegard.

Setibanya di rumah Joanna, Shopie pulang ke rumahnya dan mendapatkan mimpi aneh dalam tidurnya. Shopie kemudian berjalan-jalan dengan Hermes, yang mengarahkannya menuju rumah Alberto. Alberto menjelaskan mengenai Renaisans, yakni kelahiran kembali kesenian dan kebudayaan Yunani kuno yang dimulai pada akhir abad ke-14 dengan menunjukkan sebuah kompas, senjata api, dan Incunabulum. Dimasa inilah munculnya ilmuan seperti Nicolaus Copernicus, Kepler, dan Galileo Galilei, yang merumuskan Hukum Kelembaman, disusul Isaac Newton, yang merumuskan Hukum Gravitasi Universal. Renaisans juga menimbulkan semangat agama baru, seperti Martin Luther.

Beberapa hari kemudian, Shopie terlibat perbincangan dengan Ibunya mengenai Alberto. Setelah menyelesaikan esai di sekolah, Shopie mendapati Hermes di pekarangan dan mengantarkannya menemui Alberto yang kemudian menjelaskan abad ke-17, yakni periode Barok, dimana terkenal ungkapan “Hidup itu panggung sandiwara”, seperti yang disampaikan William Shakespheare. Di periode tersebut terjadi pertentangan antara sudut pandang idealisme dengan sudut pandang materealisme, yang ditekankan oleh Thomas Hobbes.

Rene Descartes dalam bukunya Discourse on Method menyatakan bahwa kita tidak dapat menerima apa pun sebagai sesuatu yang benar kecuali kita dapat dengan jelas dan tegas memahaminya. Pertama-tama, orang harus meragukan segala sesuatu, sehingga terjadi “cogito, ergo sum” (aku berpikir, karna itu aku ada). Descartes menegaskan bahwa gagasan tentang Tuhan merupakan bawaan, dan dia merupakan seorang dualis yang menerapkan pembagian tegas antara realitas pikiran dan realitas yang meluas.

Alberto kemudian menjelaskan mengenai Baruch Spinoza, yang menerapkan penafsiran historis-kritis pada Bibel, seorang panteis berpandangan deterministik, dan berfilsafat “melihat segala sesuatu dari perspektif keabadian”. Dalam bukunya, Ethics Geometrically Demostrated, Spinoza meyakini hanya ada satu Substansi dengan mengungkapkan bahwa Tuhan mewujudkan dirinya sebagai pikiran maupun perluasan.

Setibanya di rumah, Shopie mendapatkan teguran keras dari ibunya. Mendapati keberadaan Hermes, Shopie kembali mengunjungi Alberto yang menjelaskan mengenai pemikir empirisme, seperti Locke, seorang pelopor banyak gagasan liberal dengan karya utamanya, Essay Conserning Human Understanding. David Hume merupakan seorang Agnostik dengan karya utamanya, A Treatise of Human Nature, menggagaskan bahwa “Tidak ada Aku atau Ego yang tak berubah”, seperti yang ditegaskan oleh Buddha. Hume juga menekankan bahwa bukan akal yang menentukan tindakan kita, melainkan perasaan. George Berkeley menegaskan bahwa yang ada hanyalah yang dapat kita lihat.

Di rumah Bjerkely, Hilde membuka hadiah ulangtahunnya yang ke-15 dari sang ayah, sebuah map berjudul Dunia Shopie. Di sela-sela membaca Dunia Shopie, Hilde mendapatkan ucapan selamat ulangtahun dari ibunya disertai sebuah hadiah. Hilde kemudian melanjutkan membaca Dunia Shopie dan memperhatikan cermin milik Nenek-buyutnya yang dibeli dari seorang wanita Gipsi.

Setelah berbincang-bincang dengan ibunya, Hilde melanjutkan membaca Dunia Shopie, dimana Shopoe mendapatkan ucapan ulangtahun dari ibunya, lalu dari Alberto yang kemudian berbincang-bincang dengan Shopie untuk menemukan titik Archimides. Sepulang sekolah, Shopie segera pergi ke gubuk sang mayor untuk memenuhi undangan Alberto, yang menjelaskan filosof Pencerahan Perancis seperti Mostesquieu, Vorteu, dan Rousseau, dengan slogan “Kebebasan, Kesetaraan, dan Persaudaraan”.

Setelah menerima telpon dari ayahnya, Hilde melanjutkan membaca, dimana Alberto menjelaskan mengenai Immanuel Kant, profesor filsafat pertama, yang mengatakan bahwa ada kondisi-kondisi tertentu yang mengatur cara bekerja pikiran dan mempengaruhi cara kita memandang dunia. Disamping bergantung pada hukum kausalitas, setiap orang hendaknya bertindak sesuai hukum moral yang tertanam dalam diri. Dalam perjalanan pulang, Shopie bertemu dengan Winnie-the-Pooh yang menyerahkan sebuah surat padanya, mengungkapkan bahwa Kant menggagaskan didirikannya LBB.

Setelah sarapan, Hilde melanjutkan membaca, dimana Shopie menghadiri undangan Alberto di Gubuk Sang Mayor untuk mendapatkan penjelasan mengenai Romantisisme. Berasaskan pada das Ding an sich, Romantisisme menciptakan kaum Romantik, seperti Beethoven, Byron, dan Goethe. Romantisisme juga menggambarkan reaksi terhadap alam raya mekanistik dalam pandangan Pencerahan, yang melahirkan filosof romantik seperti Schelling dan Johann gottfried von Herder. Para filosof Romantik memandang ‘jiwa dunia’ sebagai ‘ego’, yang dalam keadaan kurang lebih seperti mimpi, menciptakan segala sesuatu di dunia.

Georg Wilhelm Friedrich Hegel menyatukan dan mengembangkan gagasan periode Romantik, mengajarkan kita untuk berpikir secara produktif. Hegel menemukan bahwa proses dialektis tercipta dari tesis, antitesis, dan sintesis.

Mendapati Alice menyerahkan dua botol minuman padanya, Shopie meminum minuman tersebut, membuat Alberto menjelaskan mengenai Kierkegaard yang menegaskan kebenaran subjektif. Kinerkegaard menggagaskan teori tiga tahap kehidupan, yakni estetika, etika, dan religius.

Setelah menerima surat yang berbunyi: “Apa artinya usaha kreatif kita yang tak ada habisnya, jika dalam sekejap kematian mengakhiri segalanya?”, Shopie pergi memenuhi undangan Alberto, dimana ia bertemu dengan Scrooge dan Gadis Korek Api. Alberto memberi penjelasan tentang Karl Marx, seorang materialis historis-dialektis yang menekankan bahwa kekuatan ekonomi dalam masyarakatlah yang menggerakkan sejarah ke depan. Sebelum menjadi Komunis, Marx muda mengungkapkan banwa cara seseorang berpikir berkaitan erat dengan pekerjaan yang dilakukannya.

Setelah menerima papan gambar dari Nuh, Shopie mendapatkan penjelasan mengenai aliran naturalistik dari Darwin, yang membuktikan bahwa manusia merupakan hasil suatu evolusi biologis yang berlangsung lambat, dan Freud, yang mengungkapkan bahwa tindakan manusia sering merupakan akibat desakan dan insting hewaniah. Di tengah-tengah penjelasan mengenai Darwin yang mengungkapkan bahwa manusia berasal dari evolusi binatang, Shopie melihat penampakan Adam dan Hawa.

Shopie tertawa mendapati seorang pria bermahkota yang telanjang bersikeras untuk dihormati, dimana Alberto kemudian menjelaskan mengenai Sigmund Freud dan teori bawahsadarnya, yakni mengenai hal-hal yang telah kita tekan. Freud mengungkapkan bahwa manusia membawa prinsip kesenangan yang kemudian dikaitkan dengan prinsip realitas disebabkan superego. Freud mengembangkan psikoanalisis dan menciptakan terapi arkeologi jiwa disertai teknik asosiasi bebas, ia juga menafsirkan cara kerja mimpi. Dan Psikoanalisis Freud mempengaruhi kesenian dan kesusastraan abad 20, sehingga terciptalah aliran surealis.

Dalam perjalanan pulang, Shopie yang terjebak di atas pohon, ditolong oleh Morten Angsa yang mengenal Nils Horgersson. Shopie yang diminta ibunya membeli barang-barang di kota, melakukan pertemuan dengan Alberto di Kafe Pierre, yang kemudian menjelaskaan mengenai eksistensialisme abad 20 seperti Jean-Paul Sartre, yang mengungkapkan eksistensi mendahului esensi dan kehidupan pasti memiliki arti. Simone de Beauvoir berusaha menerapkan eksistensialisme pada feminisme dengan mengungkapkan bahwa “Kita menciptakan diri kita sendiri”. Alberto kemudian mengajak Shopie untuk keliling kota sambil menjelaskan mengenai fenomena adialami.

Shopie pulang bersama ibunya dan membaca sekilas buku Dunia Shopie, yang ia dapatkan dari Alberto. Pesta taman filsafat akhirnya tiba, dimana Alberto yang datang belakangan menyampaikan pidato yang mengungkapkan bahwa eksistensi mereka hanya ada dalam pikiran seorang ayah yang menulis sebuah buku untuk dihadiahkan pada putrinya yang baru saja berumur 15 tahun.

Hilde merenungkan akhir cerita Shopie dan Alberto, dimana ayahnya, Albert Knag, datang dari Lebanon hari ini. Sementara itu, Shopie dan Alberto yang kehadirannya tidak disadari orang lain, pergi menuju Bjerkely. Di bandara, Albert Knag mendapatkan pesan-pesan berkelanjutan dari Hilde. Hilde dengan semangat menyambut kedatangan ayahnya, dimana ayahnya mengungkapkan bahwa pelajaran filsafatnya belum berakhir. Sementara itu, Alberto mengungkapkan pada Shopie bahwa orang yang menjalani kehidupan juga menjalani kematian.

Hilde yang tengah bersantai di papan luncur bersama ayahnya, mendapatkan penjelasan mengenai besarnya alam raya hingga pengukuran jaraknya menggunakan waktu kecepatan cahaya, yakni 300.000 km per detik. Matahari kita merupakan salah satu dari 400 miliar bintang di galaksi Bima Sakti, bintang terdekat berjarak 4 tahun-cahaya dan galaksi terdekat berjarak 2 juta tahun-cahaya, dimana luas nebula adalah 90.000 tahun-cahaya. Ahli Astronomi mengungkapkan bahwa ada kira-kira 100 miliar galaksi di alam raya, dimana setiap galaksi memiliki sekitar 100 miliar bintang. Galaksi-galaksi bergerak saling menjauh disebabkan 15 miliar tahun yang lalu terjadi Dentuman Besar, menandakan bahwa alam raya itu mengembang.


Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat]
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.

Saturday, May 12, 2018 0 comments

Sinopsis "Negeri 5 Menara" Bahasa Indonesia



Negeri 5 Menara
By: A. Fuadi

Aku bersiap-siap berangkat ke London menghadiri undangan The World Inter-Faith Forum sebagai salah seorang panelis, dimana Aku mendapatkan pesan dari Atang, si sutradara Batutah, yang mengungkapkan juga akan hadir dalam acara tersebut.

Dengan hasil nilai ujian termasuk salah satu dari 10 nilai tertinggi di Kabupaten Agam, Aku hendak mendaftarkan diri ke SMA hanya untuk mendapati Amak memaksaku untuk melanjutkan ke Madrasah Aliyah. Setelah mengurung diri selama 3 hari, Aku menerima surat dari Pak Etek Gindo dan dengan setengah hati kuputuskan untuk melanjutkan mondok ke Jawa.

Aku berangkat naik bus menuju Pondok Madani dengan dipenuhi rasa was-was dalam perjalanan. Setelah menyetelkan film Rambo, Pak Etek Gindo memutar kaset komedi lokal yang sangat terkenal di Minang, yakni Yus Datuak Parpatiah yang bercerita tentang Rapat Tikus. Sementara Ayah berbincang-bincang dengan Pak Sutan, Aku merasa mual dan hendak muntah, namun tiba-tiba bus mogok. Dengan menaiki kapal ferry, Kami tiba di Jawa dan disambut oleh Ismail, yang kemudian memandu kami menuju pondok.

Bersama dengan Raja dan Dul, Aku akhirnya tiba di PM, mendapatkan sambutan hangat dari Burhan yang mempersilakan Kami untuk beristirahat setelah mengisi formulir. Setelah mengikuti tur dari Kak Burhan, Aku mendapatkan informasi bahwa lusa akan diadakan ujian seleksi dengan persentase kelulusan 20%. Satu hari setelah hari H, 10 papan besar disusun di aula, dan namaku tertera di sana.

Mengikuti arahan Ustad Salman, Aku dan murid lainnya mengucapkan “Man jadda wajada” berkali-kali. Berada di Kelas 1-A, Aku duduk bersebelahan dengan Atang, dimana Ustad Salman memulai perkenalan siswa, dengan Said Jufri sebagai Ketua Kelas.

Di malam acara Pekan Perkenalan Siswa PM, Kiai Rais yang dikenal sebagai rennaisence man memberikan pidato di hadapan seluruh murid, ditutup dengan Al-Fatihah dan himne pondok.

Setibanya di Al-Barq bersama 30 murid lainnya, Kak Iskandar mulai membacakan qanun setelah bel berbunyi. Keesokan harinya, bersama dengan Atang, Dulmajid, Raja, Baso, dan Said, Aku pergi ke koperasi sekolah untuk berbelanja keperluan wajib.

Sementara Kami masih menggotong lemari di tengah lapangan, bel jam 5 berbunyi, membuat asrama sepi. Dengan penuh was-was, kami melanjutkan perjalanan hingga tiba-tiba seorang kismul-amni, yakni Rajab Sujai atau Tyson, menghentikan kami dan memberikan peringatan sekaligus hukuman.

Setibanya di kamar, kami segera berpakaian dan menuju masjid. Seperempat jam setelah shalat, waktunya Kismul I’lam untuk pengumuman penerima wesel dan panggilan ke Mahkamah Keamanan Pusat, dimana kamilah yang dipanggil. Setibanya di Kismul-Amni, kami kembali diberikan peringatan sekaligus hukuman menjadi jasus.

Mendengar peringatan Kak Is, kami segera beranjak memakai perlengkapan untuk pergi ke Masjid, menyadarkanku bahwa sarung punya banyak kegunaan. Hal ini juga mengingatkanku akan saat dimana aku ikutserta menemani ayah ke Pasar Matur untuk membeli sapi kurban menggunakan budaya marosok.

Mengikuti saran Said, Aku, Raja, Dulmajid, Atang, dan Baso, menggunakan kaki menara samping masjid sebagai tempat berkumpul sambil belajar, membuat kami dijuluki sebagai Sahibul Menara. Ini mengingatkanku akan menara masjid di kampungku dan juga Jam Gadang.

Hari ini seorang kakak bersepeda putih dari bagian administrasi mengantarkan sebuah surat padaku, dari Randai, konco palangkin-ku, mengungkapkan kebahagiannya diterima di SMA Bukittinggi.

Disaat Aku tengah gelisah disebabkan surat yang kuterima, Ustad Salman mengajak kami keliling dunia dan mengungkapkan “Man shabara zhafira” dan “Going the extra miles”. Mendengarkan kata-kata inspiratif Ustad Salman, membuatku membulatkan tekad dengan tanda pentung sepuluh kali.

Enam kali seminggu kami belajar lughah arabiah dibawah bimbingan Ustad Salman, menggunakan metode “dengar, ikuti, teriakkan, dan ulangi lagi”, diawali dengan Maa Haaza. Sementara pelajaran Taarikh oleh Ustad Surur, Alqur’an dan Hadits oleh Ustad Faris, Khatul Arabi oleh Ustad Jamil, Mahfudzhat oleh Ustad Badil, dan Bahasa Inggris oleh Ustad Karim.

Bagi kami, kalimat thanks God it’s Friday bukanlah basa-basi, karna itulah hari libur kami dengan menu makan daging. Juga bisa ijin plesir ke Ponorogo, Madiun, atau tempat lainnya. Mengikuti ajakan Said, kami pergi untuk mendapatkan ijin di Kantor Pengasuhan yang tengah dijaga Ustad Torik. Kami berangkat dengan bersepeda, melambatkan laju sepeda saat lewat di pesantren putri dan mampir sebentar di bioskop, dimana dalam perjalanan pulang, hujan lebat membuat kami terlambat.

Setiap selesai shalat shubuh, seorang kakak masuk ke kamar untuk memberikan kosakata baru. Dan 2 kali seminggu, Kami berbaris di lapangan, bercakap-cakap antar teman. Hingga pada suatu Jum’at, Aku yang setengah sadar mengucapkan kalimat bahasa arab dan menyadari bermimpi menggunakan percakapan bahasa arab-inggris, telah fasih berbahasa arab.

Mendengarkan petuah Kiai Rais, kuingat Amak yang merupakan seorang idealis dan keras hati. Setelah melantunkan syair Abu Nawas, kutuliskan surat untuk Amak sebagai permintaan maaf sekaligus memohon restu.

Tiga kali dalam seminggu selama 2 jam, semua murid mengikuti muhadharah, dan tibalah gilaranku sebagai speaker. Dengan judul pidato The Decandence of the World, How Islam Solve It, kubawakan pidatoku dengan penuh percaya diri mengikuti saran teman-temanku.

Untuk mengisi waktu luang aku bergabung sebagai wartawan di majalah kampus, syams. Untuk olahraga, kupilih silat dan sepakbola. Dua kali seminggu, kuikuti lari pagi bersama murid lainnya, yang merupakan kegiatan wajib. Pada suatu hari, sebuah pengumuman mengungkapkan diadakannya pertandingan antara Klub Guru melawan Kelas 6 Selection, dimana Kiai Rais juga ikutserta.

Salah satu bagian penting qanun ialah informasi yang dikontrol dan disensor. Namun kami dibolehkan mengirim surat untuk mendapatkan sumbangan majalah luar negeri. Aku dan teman-temanku juga sering mengirim surat, dan Aku pun pernah mendapatkan buku percakapan Indonesian-American English dari Radio Amerika.

Di PM, tak boleh menonton TV, yang ada hanyalah siaran radio yang disiarkan melalui pengeras suara. Mendapatkan berita Indonesia masuk semifinal dalam Piala Thomas, Dulmajid bermaksud untuk mengajukan usul pada Ustad Torik selaku pemimpin Kantor Pengasuhan agar membolehkan kami menonton pertandingan, dimana Kami mengidolakan Icuk Sugiarto.

Menjelang ujian, poster dan selebaran “maan najah” tersebar di mana-mana, disusul sambutan dari Kiai Rais sebelum jaras musim ujian berbunyi. Jadwal diperketat dan demam belajar menjalari setiap murid, dimana guru-guru juga berkeliling untuk memberi pengarahan.

Aku yang mengalami kesulitan dalam hafalan, mengikuti Sahirul Lail bersama Sahibul Menara. Setelah berusaha semaksimal mungkin, kuikuti ujian lisan yang diawali dengan Muthala’ah di hari pertama selama seminggu, disusul ujian tulis beberapa hari kemudian.

Dengan Kaligrafi dan Bahasa Inggris sebagai mata ujian terakhir, Aku dan yang lainnya menikmati seminggu waktu santai, dimana Aku menerima surat dari Randai dan Pak Etek Gindo. Bersama dengan Sahibul Menara, Aku terlibat perselisihan mengenai bentuk awan yang kami saksikan.

Dengan diumumkan hasil ujian, waktu liburan tiba, namun aku tidak pulang, begitu juga Baso. Sore harinya, Aku dan Baso bersantai bersama Atang, yang baru akan berangkat keesokan harinya, dimana Atang menawarkan agar kami ikut berlibur bersamanya. Setibanya di Bandung, Kami pergi ke Masjid Unpad untuk memberikan ceramah. Setelah berkeliling Bandung, kami pergi ke Surabaya untuk menerima undangan Said, dimana Said juga mengajak kami berkeliling.

Sekembalinya ke PM, kami mendapatkan informasi dari Kurdi bahwa seorang gadis cantik akan berada di PM, tepatnya putri dari Ustad Khalid, namanya Sarah. Sarah menjadi perbincangan setiap murid di mana-mana, membuatku ingin berkenalan dengannya, namun Raja mengejek keinginanku itu.

Malam ini, kamar kami bertugas sebagai bulis lail, dan setelah mendapatkan briefing, Aku dan Dulmajid ditempatkan di pos pinggir sungai bambu. Aku dan Dulmajid bercerita satu sama lain, namun kantuk telah mengalahkan kami hingga Tyson datang membangunkan kami satu jam sebelum shubuh. Tak lama kemudian, Kami mendapati sesosok hitam bergerak-gerak, sehingga kami tiupkan peluit dan terlibat perkelahian dengan si hitam hingga tim elit Tapak Madani tiba.

Kami mendapatkan piagam penghargaan dari Kiai Rais. Setelah beberapa kali berkunjung, akhirnya Aku bertemu dengan Ustad Khalid, yang bersedia untuk diwawancara. Dalam wawancara, Ustad Khalid mengungkapkan bahwa ia mewakafkan dirinya pada PM. Segera kusampaikan Majalah yang diterbitkan pada Ustad Khalid, yang kemudian menunjukkannya pada istri, dan anaknya, Sarah.

Dengan penuh cemas kuhadapkan diri pada Ustad Torik di KP hanya untuk mendapati bahwa aku mendapatkan tugas memotret keluarga Ustad Khalid. Acara pemotretan berlangsung baik, meskipun Aku sempat lupa memasukkan filmnya, dimana Aku memberanikan diri untuk mendapatkan foto bersama mereka.

Setelah berbincang-bincang dengan Ustad Salman untuk memastikan informasi bahwa beliau menguasai bahasa Arab, Inggris, Francis, dan juga Belanda, kontes foto antar kelas diadakan.

Karna tidak mendapatkan wesel, aku yang berada dalam daftar muflis, mendapatkan sebuah paket berisi rendang disertai surat dari Amak, sementara Said mendapatkan paket berisi cemilan dan kopi.

Dengan selesainya ujian akhir tahun, tibalah Final Piala Madani, dimana juara bertahan, Al-Manar, berhadapan dengan Al-Barq di final. Skor 2-2 mengakhiri babak pertama dan tetap bertahan hingga babak kedua hampir habis, dimana disaat itulah Aku diturunkan menggantikan pemain inti yang cedera. Kami mendapatkan kemenangan dengan piala, namun Aku harus dirawat di rumah sakit. Setelah diumumkannya hasil ujian, liburan panjang pun tiba.

Pada Desember 2003, seorang gadis cantik beraksen British menawarkan menu padaku, disusul pengumuman bahwa pesawat akan segera tiba di Heathrow, London.

Setelah dari dapur umum, kami menghadiri pidato sambutan Kiai Rais pada kami yang menginjak kelas 6, dimana Kiai Rais mengingatkan kami agar belajar keras untuk Imtihan sekeras mempersiapkan Class Six Show.

PM sangat menekankan keikhlasan, dimana kata ikhlas merupakan obat yang manjur, yang merawat hati dan memperkuat raga. Saat duduk di kelas lima, beberapa murid diberikan posisi kepemimpinan, dimana Said diangkat menjadi ketua tukang sensor, Raja dan Baso menjadi Penggerak Bahasa Pusat, Atang menjadi Dewan Kesenian Pusat, Dulmajid menjadi salah satu redaktur majalah syams, sementara Aku dihadapkan pada pilihan menjadi Penggerak Bahasa Asrama Cordova atau Redaktur Majalah Syams.

Tidak nyaman menjadi Penggerak Bahasa Asrama, Aku segera meminta posisi Redaktur bersama Dulmajid, dimana kuterima surat dari Randai yang mengungkapkan bahwa ia diterima di ITB.

Memenuhi panggilan KP, kutemui Ustad Torik yang tengah membolak-balik “Catatan Perilaku Angkatan 1988”, menugaskanku sebagai Student Speaker di depan McGregor, Dubes Inggris. PM memang sering kedatangan tamu, dan tamu perempuan selalu menyita perhatian, dimana suatu sore sepeda kuning menghampiri asrama kami, mengungkapkan pada Zamzam akan kunjungan keluarganya, yang terdiri dari beberapa gadis cantik seusiaku. Kadang pula ada kunjungan persahabatan dari pondok putri.

Terinspirasi dari Amak, Aku juga berkawan dengan diari-diariku. Menanggapi acara Milad 70 tahun PM, kami menjadi wartawan harian Kilas 70. Suatu hari Aku mendapatkan tugas mewawancarai Panglima ABRI Jenderal Subono yang mengidolakan Thariq bin Ziad. Dalam acara penutupan, kami menjalankan misi Kilas 70 instant untuk Presiden atas saran Ustad Salman.

Setelah mendapatkan dorongan semangat dari Ustad Torik, kami sibuk menyiapkan rencana Class Six Show dengan konsep Perjalanan Mengelilingi Dunia dalam Semalam yang berjudul The Great Adventure of Ibnu Batutah, dimana Aku bertugas sebagai bendahara pertunjukan.

3 hari kemudian, dalam acara evaluasi dan pembubaran panita, Aku kelepasan membicarakan kepergian kami ke Surabaya, membuat Ustad Torik memanggil kami ke KP. Aku, Said, dan Atang, mendapatkan hukuman gundul. Setelah berfoto bersama atas saran Said, kami merapikan potongan rambut pada Pak Narto.

Diantara kami, Baso adalah yang terrajin dan terpintar, namun beberapa hari ini kudapati ia murung dan sering menyendiri tanpa disibukkan dengan buku. Setelah mendapatkan teguran, Baso yang telah menganggap kami sebagai keluarganya, menceritakan keluh kesahnya.

Seminggu setelah menceritakan kisahnya, Baso mengungkapkan keputusannya untuk meninggalkan PM setelah menerima surat dari Pak Latimbang.

Kepergian Baso membangkitkan kebimbanganku, ditambah surat-surat Randai, membuatku akhirnya menuliskan sepucuk surat pada Amak dan Ayah. Kedatangan surat balasan dari Amak diikuti oleh Ayah yang datang ke PM beberapa hari setelahnya, dimana Ayah menyambutku dengan kata durian. Setelah Ayah pulang, Aku membuat janji temu dengan Ustad Nawawi, salah satu ahlisetrum papan atas di PM.

Mendekati imtihan nihai, Kiai Rais menyampaikan pidatonya sebagai tanda dimulainya Kamp Konsentrasi di aula. Ditengah-tengah Kamp Konsentrasi, Said mengungkapkan filosofinya untuk menjadi sedikit saja lebih baik dari orang lain. Setelah ujian lisan dan disusul ujian tulis, ujian ditutup oleh ujian Peradaban Islam dengan sebuah pertanyaan: ”Apa kisah sejarah Islam yang paling menginspirasimu? Beri kritik!”, mengingatkanku akan Ibnu Rusyd. Menandakan berakhirnya ujian, Kiai Rais memimpin acara Malam Syukuran Ujian Akhir.

Dua minggu berlalu sejak berakhirnya ujian, dimana kami juga melakukan rihlah iqtishadiyah berkeliling jawa timur. Setelah pengumuman kelulusan, tibalah acara khutbatul wada’, yang disertai ratusan ribu jabatan tangan. Keesokan harinya, Aku dan yang lainnya beranjak pergi meninggalkan PM.

Aku menjelajahi Trafalgar Square, London, melalui tourist guide, dan akhirnya bertemu dengan Raja dan Atang di Nelson’s column. Kami menginap di apartement Raja, dimana Atang menceritakan kisah anggota Shahibul Menara yang lain setelah 11 tahun berlalu. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil...



Note:
- dikhususkan bagi yang sudah membaca bukunya [sebagai pengingat]
- bagi yang belum membaca bukunya, amat disarankan untuk membacanya [jika tertarik], sebab setiap penulis memiliki cara penyampaiannya sendiri-sendiri.

 
;